Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 68


__ADS_3

Setelah sampai di tempat yang dituju, dengan langkah lebarnya Mars berjalan memasuki sebuah mansion. Sementara dibelakang Mars, Tom beserta anak buahnya, menghajar semua para pengawal pribadi milik Tuan Aries.


"Kejora ...." Teriak Mars.


Langkahnya terhenti, saat melihat seorang pria yang tengah duduk santai di atas sofa. Pria itulah yang sudah membuat semua rencananya hancur berantakan.


"Akhirnya kau datang juga!" Seru Aries, dengan senyum sinis dibibirnya.


"Di mana Kejora?" Mars berjalan dengan cepat, lalu menarik kerah pakaian pria itu.


Diperlakukan dengan tidak hormat, oleh Tuan Mars Graham. Aries hanya tertawa sinis, lalu menatap jam dipergelangan tangannnya.


"Empat puluh menit, lebih lima detik. Waktu yang sangat lama, bagi seorang tuan Mars Graham untuk menemukan seseorang." Ejek Aries.


"Kau tidak perlu banyak bicara! Cepat katakan, dimana Kejora!" Bentak Mars. Dan tanpa basa-basi, tangannya melayangkan pukulan ke wajah mantan kekasih istrinya.


"Bugh ...." Aries terjatuh ke atas lantai.


"Cepat katakan! Dimana Kejora?" Mars hendak memukul kembali. Namun gerakan tangannya terhenti, saat melihat Aries justru tertawa mengejek.


"Kau terlambat! Dia sudah pergi jauh." Aries mengusap bibirnya, lalu membalas pukulan Mars.

__ADS_1


"Bugh ...." Mars terjatuh kebelakang, dengan wajah yang terkejut. Ia tidak mempedulikan rasa sakit diwajahnya, karena Mars begitu shock ketika mendengar Kejora sudah pergi jauh.


Tom yang baru masuk kedalam mansion, langsung menghampiri tuannya yang terduduk di atas lantai.


"Tuan, anda tidak papa?" Tom membantu tuan Mars berdiri.


Mars hanya diam, dengan tatapan membunuhnya kearah Aries Pratama.


"Katakan di mana istriku?" Geram Mars, yang ingin memukul kembali Aries. Namun gerakan tangannya dihentikan oleh Tom. "Lepaskan, Tom! Aku ingin memberikan pelajaran pada pria ini, yang sudah berani menculik istri orang."


Tom hanya diam, masih dengan memegang tangan Tuan Mars.


"Istri, kau bilang? Jika benar dia istrimu! Lalu kenapa kau menikah lagi dengan wanita lain?" Sindir Aries, menatap tajam pada lawannya.


"Bukankah sudah katakan, kalau Kejora sudah pergi jauh." Aries berjalan kearah sofa, lalu duduk dengan santai di atasnya. "Dan satu lagi! Aku tidak takut pada ancaman mu."


"Kau!" Mars mengepalkan kedua tangannya, yang ingin sekali membunuh pria itu. "Kau itu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa, Tuan Aries Pratama!" Mars tersenyum licik, lalu memberikan kode pada Tom.


Tom yang mengerti, langsung menganggukkan kepalanya. Lalu menyuruh para bodyguard mereka untuk menjalankan perintah tuan Mars.


"Kalian mau apa?" Tanya Aries, saat melihat empat orang yang bertubuh besar menghampiri dirinya. "Jo ...! Edward ...!" Aries memanggil para bodyguardnya.

__ADS_1


"Percuma tuan memanggil mereka!" Sahut Tom, sambil memperlihatkan seluruh anak buah tuan Aries yang sudah dilumpuhkan. "Cepat kalian bereskan!" Perintah Tom.


Lalu keempat bodyguard itu membekuk tuan Aries dengan mudahnya.


"Tom, lakukan dengan cara apa pun. Sampai dia mengakui di mana Kejora berada!" Setelah mengatakan perintahnya, Mars segera pergi dari tempat tersebut.


"Siap, tuan." Ucap Tom.


"Hey, tuan Mars Graham. Sampai mati pun, aku tidak akan memberitahukan di mana keberadaan Kejora." Teriak Aries, tanpa adanya rasa takut.


Mars yang mendengar teriakan Tuan Aries Pratama, hanya diam saja dan terus berjalan meninggalkan tempat tersebut.


Dan saat ini, hanya ada Tom dan juga anak buahnya dikediaman tuan Aries.


"Cepat kalian bereskan dia!" Perintah Tom, dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Baik, tuan." Para bodyguard tersebut, membawa tuan Aries keluar dari mansion.


"Lepaskan! Kalian mau bawa aku kemana?" Aries berusaha untuk melawan. "Kalian berani sekali padaku! Kalian itu tidak tahu siapa aku!" Gertak Aries.


Tom menghela napasnya, lalu menatap tajam pada Tuan Aries. "Kami dan terutama aku, tahu siapa anda." Jawab Tom. "Anda pemilik dari Perusahaan Avago Technologies, dan anda juga putra dari tuan Gideon."

__ADS_1


Mendengar perkataan orang kepercayaan tuan Mars, Aries hanya menghela napasnya dengan berat. Yang dimaksud oleh Aries adalah, sosok dirinya yang sebenernya. Yang bukan hanya sebagai seorang pengusaha biasa, namun juga memiliki pekerjaan penting lainnya. Yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri, dan juga orang-orang kepercayaannya.


"Pantas saja, dia begitu lama menemukan keberadaan aku. Karena Mars Graham memiliki asisten yang sangat bodoh." Gumam Aries, sambil menggelengkan kepalanya.


__ADS_2