
Sementara itu di tempat yang lainnya di salah satu kamar hotel yang ada di Bali, tampak Aries tengah menikmati minuman yang sudah di siapkan oleh asisten pribadinya.
"Mark mana wanitanya?" tanya Aries, karena sejak tadi hanya ada dirinya dan juga Mark di dalam kamarnya.
"Wanita itu datang jam dua belas." Jawab Mark.
"Eh, kenapa malam sekali? Lalu untuk apa aku menyewanya kalau dia datang tengah malam?" Aries menarik satu alisnya.
"Tuan, bukankah Anda menyewanya untuk menjadi partner dalam one night stand?" sahut Mark.
"What?" Aries sontak tertawa sambil menggelengkan kepalanya. "Aku menyewa wanita itu hanya untuk menemani kita minum-minum." Terang Aries masih dengan tawa dibibirnya.
"Tapi tuan, kemarin Anda mengatakan... "
__ADS_1
"Sudahlah jangan diperdebatkan! Lebih baik kita nikmati malam ini dengan bersenang-senang." Aries kembali menengguk minumannya entah untuk yang keberapa kalinya.
Dua jam kemudian.
"Tuan, berhentilah! Anda sudah sangat mabuk." Mark menarik gelas minuman dari tangan tuan Aries.
"Mark aku tidak mabuk aku ini masih--" Aries terdiam saat merasakan kepalanya berputar-putar, ia berusaha untuk berdiri namun tubuhnya terasa sangat berat.
Mark pun dengan sigap membantu tuan Aries berjalan ketempat tidur, lalu segera membuka pesan singkat yang baru saja masuk ke dalam ponselnya.
Hening tidak ada sahutan sama sekali dari Tuan Aries.
"Tuan, Anda mendengarku?" Mark menepuk pelan bahu tuan nya.
__ADS_1
"Ya... aku mendengarnya." Jawab Aries lalu kembali memejamkan kedua matanya.
Setelah melihat Tuan Aries tertidur, Mark memutuskan untuk segera keluar dari kamar tuannya. Sebenarnya Mark tidak ingin meninggalkan tuan Aries sendirian, sebelum bertemu dengan wanita yang sudah disiapkan oleh Stevan untuk menemani tuan Aries.
Tapi tadi Mark mendapatkan pesan penting yang harus segera di kerjakan dari Tim Black Shadow, dan mau tidak mau ia meninggalkan tuan Aries sendirian, setelah sebelumnya mencoba untuk menghubungi Stevan dan nomer wanita itu untuk membatalkannya. Tapi kedua nomer itu tidak ada yang aktif, sehingga Mark pun tidak bisa berbuat banyak selain memberikan peringatan pada Tuan Aries yang tengah mabuk, untuk tidak membuka pintunya saat mendengar suara ketukan pintu.
Sementara itu di dalam kamar hotel yang lainnya, Venus mulai merasa khawatir dengan keadaan Tom. Karena sejak tadi nomer ponsel sahabatnya itu tidak bisa dihubungi sama sekali.
Venus tahu betul saat ini pasti sahabatnya itu sedang sangat terluka, karena perasaan cintanya itu di tolak olehnya. Dan Venus yang takut Tom melakukan sesuatu yang gila, memutuskan untuk mengecek keadaan Tom di kamar hotelnya yang beda satu lantai dari kamar miliknya.
...🍀🍀🍀...
Seorang wanita cantik dengan rambut panjang hitam legam, tampak tengah berdiri di depan sebuah pintu kamar hotel. ia merasa kesal karena sejak tadi mengetuk dan menekan bel pintu kamar tapi tidak juga dibuka. Wanita itu pun membuka tasnya untuk mengambil ponsel miliknya agar bisa menghubungi pria yang memesannya.
__ADS_1
"Ah, kenapa pakai mati segala!" umpat wanita itu dengan wajah yang kesal dan juga bingung. Sejujurnya jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia merasa sedikit lega jika malam ini dirinya tidak jadi menjual diri. Tapi di satu sisi lainnya, ia sangat butuh uang untuk itu. "Aku tidak bisa pergi sebelum mendapatkan uangnya." Gumam wanita tersebut, mengetuk pintu kamar di depannya dengan lebih keras.
Namun saat wanita itu ingin mengetuk pintu kamar yang entah sudah berapa puluh kalinya, tiba-tiba saja dari arah samping ia melihat seorang pria yang terjatuh.