Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 41


__ADS_3

Dengan kepala yang tertunduk, Kejora meremas-remas ujung pakaiannya. Ia tidak berani menatap pria yang duduk dihadapannya. Semangat empat lima yang sudah berkobar di dalam dadanya, langsung lenyap seketika saat melihat wajah tuan Mars yang terlihat marah kepadanya.


"Apa kau mencuri dengar pembicaraan kami?" Mars bertanya, dengan tatapan tajamnya.


"A-aku tidak mencuri dengar, aku hanya menguping." Lirih Kejora.


"Itu sama saja!" Mars menggebrak meja dengan keras.


"Eh kodok loncat .... " Kejora memegang dadanya.


Tom langsung tertawa keras, saat mendengar nyonya Kejora yang latah.


"Tom ....!" Sentak Mars.


"Maaf tuan, tadi aku --- " Tom terdiam, saat mendapatkan tatapan tajam dari tuannya.


"Sayang, jadi dia ini istrimu?" Monica bergelayut mesra ditangan kekasihnya, ia ingin menunjukkan kalau Mars adalah miliknya.


Mars hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaan Monica. Mata dan pikirannya, hanya tertuju pada wanita yang duduk dihadapannya. Sementara Tom yang berdiri di samping tuan Mars, merasa gemas dengan sikap nyonya Kejora yang dari tadi hanya diam saja dengan kepala yang menunduk. Kalau saja dirinya jadi nyonya Kejora, pasti sudah ia tarik rambut Monica dan menendangnya keluar dari ruang kerja tuan Mars.


"Apa saja yang kau dengar?"


"Aku ... aku .... " Kejora bingung ingin menjawab apa.


"Katakan apa yang kau dengar?" Mars mengulangi pertanyaan.

__ADS_1


"Aku dengar, kalau anda akan menikah dengan .... " Kejora menatap wanita yang duduk di samping tuan Mars. "Dan menjadikannya sebagai istri kedua." Lirih Kejora.


"Statusku boleh kedua, tapi aku wanita yang dicintainya." Sela Monica, menatap tajam pada wanita yang ia lihat berpakaian udik dan kampungan.


"Monica diam ....!" Mars kembali menggebrak meja dengan lebih keras.


"Eh kodok .... " Kejora langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.


Tom kembali tertawa dengan keras, sementara Monica sampai mengelus dadanya karena terkejut.


"Tom .... !" Mars mendelik tajam pada asisten pribadinya.


"Maaf tuan, tapi ini benar-benar lucu. Aku ---" Tom menghentikan perkataannya, karena mata tuan Mars terlihat sangat marah. "Maaf, tuan. Aku akan diam."


Setelah melihat Tom diam, Mars kembali menatap Kejora.


"Aku .... " Kejora menatap tuan Mars, lalu menatap Tom. Kejora melihat Tom menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan dirinya untuk mengatakan Iya.


"Jawab! Apa kau marah?"


"Aku .... " Kejora kembali menatap Tom. Ia melihat kepala Tom yang semakin cepat menganggukkan kepalanya.


"Tom, apa kau bosan hidup?" Mars menyadari jika Kejora, terus-menerus menatap Tom.


"Tidak, tuan."

__ADS_1


"Kalau begitu diamlah!"


"Dari tadi aku diam, tuan." Ucap Tom, yang tanpa sadar masih menganggukkan kepalanya.


"Kepalamu yang tidak bisa diam!" Ketus Mars.


Tom yang baru tersadar, langsung menghentikan gerakan kepalanya. Ia tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sayang, sebenarnya kita itu sedang membahas apa?" Monica yang sedari tadi diam, mulai merasa kesal sendiri. Ia sebenarnya ingin memanas-manasi wanita yang statusnya sebagai istri dari kekasihnya. Tapi niat itu terhalang, karena dari tadi mereka berbicara sesuatu yang menurutnya tidak jelas.


"Diamlah, Monica!" Mars yang merasa kesal, melonggarkan dasi yang dikenakannya.


"Tapi sayang ...."


"Diam!" Mars menatap Monica dengan tajam.


Seketika itu juga Monica terdiam. Baru kali ini dirinya dibentak oleh Mars, hingga dua kali dalam satu hari.


"Dan kau! Jawab pertanyaan aku!" Mars kembali menatap Kejora.


"Pertanyaan yang mana, tuan?"


"Kejora ....!" Mars ingin memukul meja kembali, namun niat itu langsung diurungkannya. Karena tidak ingin membuat Kejora latah lagi, dan membuat Tom Kembali tertawa. Bisa tidak kelar urusannya, jika terus seperti itu. Dengan menghela napasnya Mars mengulangi pertanyaannya. "Apa kau marah? Jika aku menikah dengan Monica?"


"Aku sebenarnya tidak marah, hanya saja aku merasa terkejut."

__ADS_1


"Kenapa kau terkejut?" Mars menautkan kedua alis matanya.


"Ya ampun, tuan. Semua istri pasti akan terkejut, saat mendengar suaminya akan menikah lagi. Seharusnya tuan itu, meminta ijin dulu padaku! Agar aku tidak terkejut. Untung saja aku tidak punya penyakit jantung. Kalau aku punya, pasti saat ini aku sudah mati berdiri." Jawab Kejora panjang kali lebar, dengan tawa dibibirnya.


__ADS_2