Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 165 Season 3


__ADS_3

Di sebuah restauran yang cukup mewah dengan gaya interior klasik, tampak seorang pria dan wanita tengah duduk berdampingan. Sang wanita yang terlihat sedang mengandung itu tampak begitu manja kepada sang pria, sedangkan sang pria yang terlihat datar tanpa ekspresi apa pun terlihat begitu perhatian pada sang wanita. Bahkan sang pria tanpa rasa malu atau pun risih terus mengusap perut buncit sang wanita dengan gerakan perlahan.


"Di mana manusia domba itu? Kenapa dia belum datang?" tanya Mars dengan gusar, karena sejak tadi mereka menunggu kedatangan Aries tapi pria itu belum juga menampakkan diri. Mars bertanya keberadaan Aries bukan karena dirinya ingin segera bertemu dengan manusia domba itu, tapi ia merasa kasihan pada Kejora yang terlambat makan siang karena wanitanya itu tidak mau makan sebelum Aries datang.


"Sabar sayang sebentar lagi Kak Aries pasti datang." Kejora melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, dengan perasaan harap-harap cemas. Ia tidak mau rencananya membuat Mars dan Aries berdamai menjadi gagal, hanya karena kak Aries tidak jadi datang untuk makan siang bersama mereka.


"Kejora kau sudah mengatakan itu lima belas menit yang lalu." Gerutu Mars. "Sial! Seandainya saja ini bukan keinginan wanita ku yang sedang hamil, mana mungkin aku mau bertemu dengan manusia domba itu." Mars kembali mengumpat dengan kasar.


Sementara itu Kejora hanya bisa tersenyum kaku sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia tidak bisa membayangkan jika suaminya itu tahu kalau keinginannya untuk makan bersama dengan Kak Aries dan Mars bukan karena dirinya yang mengidam.


"Mars lebih baik kita pesan makanannya dulu." Kejora berusaha mengalihkan emosi suaminya.

__ADS_1


"Tunggu dulu!" Mars yang tadi sempat melihat senyum kaku di wajah Kejora, mulai menautkan kedua alisnya. "Katakan padaku! Makan bersama dengan Aries apa benar keinginan Baby Galaxy? Maksud aku karena kau yang mengidam?" tanya Mars dengan wajah yang serius, karena seingat dirinya saat kemarin itu bertanya apa keinginan Kejora bukan bertanya istrinya itu sedang mengidam apa.


"Mars...." Kejora hanya menjawab dengan senyuman tipis dibibirnya, karena ia tidak ingin bersin-bersin karena berbohong.


"Ck, jadi kau itu berbohong?" Mars menatap tajam pada istrinya.


"Aku tidak berbohong! Kau kemarin berkata akan mengabulkan apa pun keinginan aku, dan aku memang ingin mempertemukan kau dan juga kak Aries?" jawab Kejora dengan wajah yang menunduk. "Memangnya keinginan aku dengan keinginan baby Galaxy itu berbeda? Maksud aku apakah aku harus mengidam dahulu baru kau akan mengabulkan permintaan aku?" lirih Kejora.


"Oh ya ampun, sejak kapan istriku ini pintar dalam membolak-balikkan perkataan?" batin Mars sembari menghela napasnya dengan berat, ia tidak mau emosi di hatinya membuat Kejora terluka lagi. "Dengar sayang! Sesuai janji yang aku katakan, apa pun keinginan mu akan aku kabulkan. Mau itu kau mengidam atau pun tidak." Mars mengusap perut buncit Kejora dengan senyum diwajahnya.


Ehem

__ADS_1


Aries sengaja berdeham dengan keras, saat melihat Mars dan Kejora yang sedang berpelukan. Ia segera duduk tepat berhadapan dengan manusia planet yang terlihat kesal kepadanya.


"Maaf aku datang terlambat karena—"


"Hentikan penjelasan mu itu! Lebih baik kita segera pesan makanan, karena aku tidak ingin melihat istri dan anakku kelaparan." Mars segera memanggil pelayan lalu memesan makanan untuk Kejora dan dirinya, sedangkan Aries memesan makanannya sendiri.


Aries yang merasa tidak enak karena sudah membuat Kejora menunggu lama, akhirnya lebih memilih diam selama makan siang berlangsung. Begitu pun dengan Mars dan juga Kejora, mereka memilih untuk menikmati makan siang tersebut tanpa satu kata pun.


"Oh ya kak apa kau sudah menemukan wanita yang kau cari?" tanya Kejora setelah menghabiskan makan siangnya. Kemarin saat mereka makan malam, kak Aries sempat mengatakan kalau ia ke Jakarta untuk mencari seorang wanita.


"Belum dan sepertinya akan sedikit susah menemukannya." Jawab Aries dengan tersenyum.

__ADS_1


"Cih, salah satu pemimpin Tim Black Shadow tidak bisa mencari seseorang? Apa kata dunia?" Ejek Mars dengan senyum sinis dibibirnya.


Aries yang disindir hanya menarik sudut bibirnya dengan raut wajah yang datar namun terlihat sangat mencekam.


__ADS_2