Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 151 Season 3


__ADS_3

Ciuman yang awalnya terasa lembut dibibirnya kini berubah menjadi ******* yang sangat menuntut, dan Venus merasa sedikit terkejut saat Aries menggigit bibir bawahnya, menelusuri setiap inci rongga mulutnya dengan lidah yang menari-nari di dalamnya, menciptakan sebuah sensasi menggelitik yang tidak pernah Venus rasakan sebelumnya.


Ciuman itu pun semakin menuntut dan tangan Aries semakin menekan wajahnya, membuat Venus terbuai dengan ciuman yang diberikan oleh Aries. Otaknya berpikir untuk menyudahi ciuman panas mereka, namun tubuhnya justru mendambakan sesuatu yang lebih dari hanya sekedar ciuman. Hingga Venus pun membiarkan tangan Aries menyelusup ke dalam pakaiannya, meremas kedua buah dadanya sampai membuatnya mengeluarkan suara-suara aneh dari bibirnya.


"Aw ..." Venus berteriak tertahan saat Aries membalik posisi mereka, hingga Venus kini berada di bawah kungkungan tubuh kekar pria itu.


Mata mereka saling menatap dengan dalam, dan napas mereka saling memburu setelah ciuman panas itu berakhir. Venus bahkan masih merasakan sisa-sisa minuman alkohol di dalam mulutnya saat Aries melepaskan pangutan mereka. Dan saat ini detak jantung Venus berdegup dengan kencang, saat ia menatap mata Aries yang terlihat merah berkabut gairah mulai melepaskan pakaiannya.


Saat melihat apa yang dilakukan oleh Aries, akal sehat Venus kembali memperingati dirinya untuk lari dari tempat tersebut, atau paling tidak menghajar Aries agar menghentikan perbuatannya. Namun entah mengapa sisi liar di dalam diri Venus yang tidak pernah merasakan sentuhan dari seorang pria, justru membuat tubuhnya mematung dan menunggu apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh Aries padanya.


Katakanlah ia terlihat seperti wanita murahan yang haus akan belaian seorang pria, tapi Venus tidak peduli itu karena baginya saat ini ia ingin seperti wanita lainnya yang bisa merasakan apa itu making love. Karena bagi Venus melakukannya saat ini atau nanti sama saja, karena toh ia akan tetap melakukannya bersama pria yang tidak ia cintai. Karena Venus tahu Dad Aiden sudah menjodohkan dirinya dengan anak dari rekan bisnisnya.

__ADS_1


"Ah ...." satu desahan lolos dari bibirnya saat Aries mulai menyesap salah satu miliknya, dan meremas bagian yang lainnya. Membuat Venus tersadar bahwa saat ini tubuhnya dan tubuh Aries, sudah polos tanpa sehelai benang pun. Dan desahan itu semakin keras saat tangan Aries mulai menyusuri setiap inci tubuhnya, dan mereka kembali berciuman panas.


"Aries hentikan ....!" bisik Venus saat merasakan tangan Aries mulai bermain di bagian intinya, membuat tubuh Venus terasa sangat panas dan geli di bagian bawah perutnya.


Namun Aries tidak mempedulikan permintaan Venus, ia semakin gencar memberikan sentuhan-sentuhan itu demi melihat wanita yang ia cintai merasa puas.


"Aries hentikan! Aku tidak—" Venus tidak bisa meneruskan perkataannya, saat merasakan sesuatu di dalam tubuhnya bergejolak.


"Keluarkan sayang." Bisik Aries yang semakin cepat memainkan jarinya di bawah sana.


Tubuh Venus bergetar hebat saat mendapatkan pelepasannya, napasnya terasa naik turun seolah ia baru saja mendaki gunung tertinggi. Namun itu semua terasa sepadan saat ia merasakan kelegaan di dalam tubuhnya saat sesuatu yang bergejolak itu keluar.

__ADS_1


Namun perasaan lega itu hanya sesaat berganti dengan wajah yang terkejut, saat Venus melihat milik Aries yang berdiri tegak tepat berada di depan miliknya.


"Tunggu! Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Venus dengan bergidik ngeri, membayangkan milik Aries yang besar itu memasuki miliknya.


Aries hanya diam dan menjawab dengan seringai tipis di bibirnya, karena ia tengah memusatkan pikiran untuk segera memasuki milik wanitanya. Sementara Venus yang ketakutan hanya bisa terdiam dengan harap-harap cemas, dengan jantung yang semakin berdetak dengan cepat. Dan jantung itu hampir melompat saat ia merasakan sesuatu yang keras mulai memasuki bagain bawahnya, sontak membuat Venus mendorong bidang dada Aries.


"Ah... hentikan!" Venus mencengkram punggung Aries dengan sangat kuat, bahkan kuku-kukunya menusuk dalam pada punggung pria itu. Jujur Venus tidak pernah menyangka rasanya akan sesakit ini ketika seseorang melakukan hubungan seksual.


"Tahan sayang." Bisik Aries mencium bibir wanita di bawahnya sambil terus memasukinya.


"Aries sakit...." teriak Venus lebih keras saat sesuatu yang keras itu memenuhi bagian intinya, dan rasanya benar-benar sangat sakit dan perih.

__ADS_1


Aries terdiam sesaat agar wanita yang ia lihat Kejora itu lebih tenang, dan mulai menggerakkannya dengan perlahan agar Kejora tidak kesakitan.


Dan malam itu pun menjadi malam panas yang dipenuhi oleh gairah dari keduanya, suara desahan dan erangan bersahutan di seluruh penjuru kamar, menggambarkan betapa hebatnya malam yang dilalui oleh Aries dan Venus.


__ADS_2