Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 113


__ADS_3

Kejora yang sejak tadi diperlakukan dengan sangat berbeda oleh Mars, hanya bisa tercenung dengan wajah yang tak percaya. Seorang Mars Graham memperlakukan dirinya dengan begitu baik dan penuh kelembutan.


"Mars apa kau baik-baik saja?" Kejora menaruh telapak tangannya di kening suaminya yang tengah sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


Mars mengerutkan keningnya sejenak, lalu tersenyum tipis. "Aku baik-baik saja, memangnya kenapa?"


Kejora hanya menggelengkan kepalanya, lalu menatap Mars dengan intens. Ia merasa Mars yang ada dihadapannya bukanlah Mars yang seperti biasanya, yang selalu egois dan bersikap sesuka hatinya. Bahkan sebelum mereka bercinta, Mars itu sempat menghukumnya.


"Mars apa kau ini kemasukan mahluk halus? Kenapa tiba-tiba sikapmu berubah halus kepadaku?" tanya Kejora dengan suara yang sangat pelan.


"Kemasukan mahluk halus?" Mars menautkan kedua alis matanya.


"Em, maksud aku kemasukan setan." Lirih Kejora dengan wajah yang takut kalau Mars marah atas ucapannya.


Satu detik Kejora menunggu tidak ada reaksi apa pun dari Mars, dan akhirnya pada detik yang kelima Kejora dikejutkan dengan handuk kecil yang menutupi wajahnya.


"Kau keringkan rambutmu sendiri!" Mars yang kesal dikatakan kemasukan setan, langsung berjalan menuju pintu kamar dan menutup pintu itu dengan keras.


"Eh kodok loncat..." latah Kejora sambil menyingkirkan handuk kecil dari wajahnya. "Mars itu aneh sekali? Tadi dia sangat baik padaku, tapi sekarang?" Kejora menggelengkan kepalanya, lalu naik ke atas tempat tidur. Ia ingin melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu dengan kegiatan membersihkan diri.


...🍀🍀🍀...


Keesokan harinya.


Kejora yang baru terbangun dari tidurnya, menatap ke sekeliling kamar dan mendapati Mars yang sedang memakai jas kerjanya. Kejora sempat terdiam sesaat lalu bergegas turun dari atas tempat tidur, saat menyadari Mars yang sudah siap untuk berangkat kerja.

__ADS_1


"Kejora apa yang kau lakukan?" Mars yang melihat Kejora turun dari atas tempat tidur dengan terburu-buru, langsung menghampiri istrinya.


"Maaf aku bangun kesiangan." Kejora menatap wajah tampan suaminya yang terlihat marah kepadanya.


Mars menggelengkan kepalanya, lalu mencubit pipi Kejora.


"Kau jangan melakukan seperti tadi lagi! Apa kau lupa kau sedang mengandung." Mars mengusap perut Kejora.


"Oh ya ampun." Kejora yang baru tersadar, ikut mengusap perutnya. "Maafkan ibu sayang." Lirih Kejora.


"Ibu?" Mars mengerutkan keningnya.


"Ya Ibu, dan kau Ayah nya." Kejora menangkup wajah tampan suaminya, yang terlihat makin mengerutkan keningnya.


"No sayang, aku Daddy dan kau Mommy." Sahut Mars.


"Memang artinya beda, ya?" tanya Kejora, karena setahu dirinya kedua sebutan itu sama saja.


"Artinya sama saja, tapi aku lebih suka di panggil Daddy." Ucap Mars.


"Em, kalau begitu kau Daddy nya dan aku Ibu nya."


"Tidak bisa begitu sayang, jika aku Daddy nya maka kau mommy nya."


"Tapi Mars, aku--"

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian, dan nanti malam kau harus siap-siap! Karena aku akan membawamu ke acara ulang tahun Perusahaan Greenerg." Mars mengecup bibir Kejora.


"Tunggu dulu Mars! Acara ulang tahun Perusahaan Greenerg? Tapi aku tidak punya gaun." Lirih Kejora.


"Kau tenang saja sayang, aku sudah menyiapkan semuanya untukmu." Mars kembali mengecup bibir Kejora, dan setelah puas ********** Mars segera berangkat kerja.


Kejora yang masih terdiam di tempatnya, menatap punggung Mars yang sudah menghilang di balik pintu. Ia menghela napasnya dengan berat, dan mulai menyiapkan dirinya untuk acara nanti malam, karena Kejora tidak ingin membuat malu keluarga Graham saat di acara pesta nanti.


...🍀🍀🍀...


Sementara itu di sebuah ruang kerja yang berdesain minimalis, tampak seorang pria tampan dengan rahang keras dan hidung yang mancung sedang menatap kearah berkas yang dipegangnya.


"Tuan Aries, apa Anda akan datang ke acara Perusahaan Greenerg?


"Acara Perusahaan Greenerg?" Aries mengalihkan pandangan matanya.


"Malam ini kita di undang ke acara ulang tahun Perusahaan Greenerg." Jawab Mark, yang sudah menebak jika tuannya itu lupa pada acara malam ini.


"Benarkah?" Aries menautkan kedua alis matanya.


"Tuan, bukankah undangan itu sudah di berikan langsung oleh Nona Venus saat kita di Singapura."


Aries yang sudah mengingatnya, lalu menganggukkan kepalanya.


"Jadi apa Anda akan datang?" tanya Mark.

__ADS_1


Aries terdiam sesaat, lalu tersenyum dengan seringai licik dibibirnya. "Tentu saja aku akan datang." Ucap Aries.


Mark yang tahu arti senyuman tuan Aries, tidak lagi berkomentar apa pun. Karena Mark tahu pasti kalau tuannya itu punya tujuan tersendiri dengan datang ke acara pesta tersebut.


__ADS_2