Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 112


__ADS_3

"Kenapa takut? Aku justru senang jika kau khilaf." Mars mengecup bibir Kejora, ********** dengan penuh kelembutan. Tangannya pun tidak tinggal diam, dan mulai menyelusup ke dalam pakaian istrinya.


"Mars hentikan!" Lirih Kejora dengan napas yang berlarian, karena ciuman panjang yang baru saja mereka lakukan.


"Kenapa dihentikan? Bukankah lebih baik dituntaskan?" Mars melepaskan semua yang dikenakannya, hingga polos tanpa sehelai benang pun.


Melihat Mars dengan keadaan seperti itu, sontak membuat Kejora menelan salivanya dengan susah payah. Dan jangan tanyakan apa yang dipikirkan oleh otak mesum miliknya, karena otak itu sudah mulai bertraveling kemana-mana.


"Jangan Mars!" Kejora menahan tangan Mars yang ingin membuka atasan yang ia kenakan. "Aku takut baby kita kenapa-kenapa."


Mars tersenyum lalu mengusap wajah Kejora dengan perlahan, ia merasa bahagia melihat istrinya begitu menyayangi buah cinta mereka.


"Kau tidak perlu khawatir, bukankah dokter mengatakan kalau baby kita ini sudah kuat." Mars mengusap perut rata Kejora. "Dan kita bisa melakukan hubungan ***, dengan gerakan perlahan asal tidak menekan bagian perut." Mars mengecup bibir Kejora, dan mulai memperdalam ciumannya setelah merasakan tidak ada penolakan lagi.


Dan secara perlahan namun pasti, kecupan yang tadinya penuh dengan kelembutan berubah menjadi sangat menuntut. Mars dengan cekatan mulai melepaskan satu persatu yang dikenakan istrinya.


"Mars... " Kejora mulai mendesah dengan menyebut nama suaminya, saat permainan panas itu di mulai. "Cukup Mars! Aku tidak tahan..." Kejora berusaha meraih kepala Mars agar menghentikan permainannya, karena ia sudah lemas dan bergetar hebat setelah mendapatkan pelepasannya.

__ADS_1


Melihat wajah Kejora yang tersipu malu dengan napas yang naik turun, Mars pun tersenyum lalu menegakkan tubuhnya dan bersiap melakukan percintaan panas mereka. Dan secara perlahan namun pasti, Mars melakukan penyatuan cinta mereka, bergerak secara perlahan dengan menahan tubuhnya agar tidak menekan perut Kejora.


Suasana dikamar itu pun kini berubah sangat panas, oleh suara ******* dan erangan yang bersahutan di seluruh ruang kamar. Dan suara-suara itu dapat menggambarkan dengan jelas, betapa dahsyatnya percintaan yang sedang dilakukan Mars dan Kejora.


Selang satu jam setelah percintaan hebat mereka, Mars mengusap peluh di wajah istrinya sambil sesekali mengecup kening Kejora.


"Terima kasih sayang." Bisik Mars.


Kejora yang kelelahan hanya menganggukkan kepalanya, dengan mata yang terpejam karena mengantuk.


"Apa kau lelah?"


Mars yang merasa gemas karena dari tadi Kejora hanya menganggukkan kepalanya, dengan gerakan cepat menggendong tubuh Kejora.


"Mars..." pekik Kejora.


Dan seketika itu juga rasa kantuknya langsung menghilang, berganti dengan rasa terkejut saat merasakan tubuhnya melayang ke atas.

__ADS_1


"Kau harus bersihkan tubuhmu dulu, baru kau boleh tidur." Mars membawa Kejora menuju bathroom.


"Tapi Mars, aku bisa membersihkan tubuhku sendiri." Ucap Kejora, saat ia di dudukan di atas kloset.


Mars tidak mempedulikan perkataan Kejora, karena saat ini ia sedang sibuk menyiapkan air hangat di dalam bathtub. Dan setelah airnya penuh, Mars membawa Kejora masuk kedalam bathtub.


"Mars kau mau apa?" pekik Kejora saat Mars ikut masuk kedalam bathtub, dan menarik dirinya untuk duduk di pangkuannya.


"Tentu saja membersihkan tubuhmu." Jawab Mars dengan santai.


"Mars aku bisa sendiri." Kejora berusaha menahan tangan suaminya yang sedang mengusap punggungnya.


"Diam lah!" Mars terus mengusap punggung Kejora, sambil sesekali memainkan kedua aset milik istrinya.


"Mars..." pekik Kejora saat merasakan sesuatu yang menusuk dibawah sana.


Mars hanya tertawa kecil saat melihat reaksi Kejora, ketika merasakan miliknya yang kembali bangun.

__ADS_1


"Kau jangan takut, aku tidak akan membuatmu kembali lelah." Mars mengecup punggung Kejora dan kembali membersihkan tubuh istrinya dengan penuh kelembutan.


Setelah selesai membersihkan Kejora dan juga dirinya sendiri, dengan sangat hati-hati Mars menggendong Kejora keluar dari bathroom, dan membantu Kejora memakai pakaiannya.


__ADS_2