Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 194 Season 3


__ADS_3

"Dengar Tuan Aries yang terhormat, aku Venus Graham tidak akan tinggal diam jika kau berani menyakiti aku dan anak-anak ku! Dan yang harus kau ingat satu hal, aku bukan wanita lemah." Venus menarik salah satu sudut bibirnya lalu berjalan menuju bathroom, meninggalkan Aries yang terlihat begitu shock dengan perkataannya.


...🍀🍀🍀...


Beberapa hari kemudian kini tibalah saat di mana Venus dan Aries pergi meninggalkan kota Jakarta, mereka diantara oleh seluruh keluarga besar Graham dan Gideon.


"Jaga baik-baik dirimu dan juga cucu mom." Dila mengusap perut Venus.


"Iya Mom." Venus yang sangat sedih karena harus berpisah dengan mom Dila, langsung memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu.


"Mom dan Dad janji akan sering mengunjungimu." Dila melepaskan pelukan putrinya lalu menatap pada suaminya yang masih diam dengan wajah yang datar dan dingin. "Sayang ...."


Aiden menatap Dila lalu menatap putri satu-satunya itu dengan perasaan yang sangat sedih, ia masih tidak rela melepaskan Venus dengan pria yang belum lama ia kenal.


"Jaga dirimu nak, Dad akan selalu mendoakan kebahagiaanmu." Ucap Aiden dengan penuh harap, agar putri satu-satunya itu mendapatkan kebahagiaan di dalam hidupnya.


"Terima kasih Dad."


Venus memeluk Daddy nya dengan penuh kasih, dan Aiden membalas pelukan Venus dengan erat dan tidak ingin melepaskannya.

__ADS_1


"Dan kau! Jika sekali saja kau berani menyakiti putriku, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja!" Ancam Aiden dengan sungguh-sungguh.


Gleg.


"Sepertinya apa yang dikatakan oleh Mark itu benar, akan sulit menghadapi mereka semua." Batin Aries. "Dad Aiden aku tidak akan pernah melakukan hal tersebut." Bohong Aries.


"Baguslah."


Aiden menepuk pundak menantunya dengan keras, dan Aries hanya bisa tersenyum kaku menahan rasa sakit di pundaknya.


"Kejora aku pergi dulu." Venus memeluk kakak iparnya.


Venus menganggukkan kepalanya lalu melepaskan pelukannya, ia kemudian menatap pada saudara kembarnya.


"Mars aku —"


Belum sempat Venus meneruskan perkataannya, ia sudah lebih dulu dipeluk oleh kakaknya.


"Ingat Ve jaga dirimu baik-baik, dan jangan pernah kau lupa disini ada aku yang akan selalu siap jika kau membutuhkan sesuatu." Ucap Mars.

__ADS_1


"Terima kasih Mars." Venus membalas pelukan saudaranya.


"Ve aku—" Mars terdiam sesaat.


"Kenapa Mars?" Venus menautkan kedua alisnya.


"Tidak ada." Mars mengusap punggung adiknya lalu menatap tajam pada Aries. "Jika kau berani melukai Venus lagi, habis kau!" Ancam Mars.


Dan lagi-lagi Aries hanya bisa menelan salivanya dengan susah, dan setelah mengucapkan salam perpisahan dengan seluruh keluarganya, Venus dan Aries pun segera berjalan menuju pesawat pribadi yang sudah disiapkan oleh Dad Aiden.


Dan satu persatu mereka pergi setelah melihat pesawat yang ditumpangi oleh Venus dan Aries lepas landas. Dan kini hanya menyisakan Mars dan Kejora yang masih berdiri di dekat mobil.


"Mars kau kenapa?" Kejora menatap Mars yang hanya diam saja menatap ke langit atas.


"Kejora entah mengapa perasaan aku tidak enak, aku mengkhawatirkan Venus." Lirih Mars dengan suara yang tercekat.


Kejora menatap intens wajah Mars, wajah yang sama saat suaminya itu mengkhawatirkan Venus saat wanita itu ada di Bali.


"Sayang aku tahu perasaanmu, tapi lebih lebih baik kita berdoa agar Venus baik-baik saja dan bisa bahagia bersama dengan Aries." Ucap Kejora mencoba menenangkan suaminya.

__ADS_1


"Tapi sayang, Venus, aku —" Mars bingung menjelaskan pada Kejora tentang perasaan tidak enak dihatinya.


__ADS_2