
Mansion Graham.
Begitu Aries sampai di mansion milik mertuanya, ia melihat manusia planet tengah duduk berdua bersama dengan Kejora di ruang keluarga. Karena tidak ingin menganggu keduanya Aries lebih memilih untuk segera masuk ke dalam kamar Venus, ia ingin membujuk wanita itu agar mau ikut ke Jerman bersamanya.
"Hei domba kemarilah!"
Aries menghentikan langkahnya lalu berjalan mendekati Mars dan Kejora.
"Ada apa?" tanya Aries.
"Kenapa kau baru pulang? Apa kau tahu Venus sejak tadi menunggumu." Mars berkata dengan sorot mata yang tajam, ia tidak suka melihat manusia domba keluar masuk mansion Graham dengan seenaknya.
"Venus mencariku?" Aries mengerutkan keningnya, ia tidak percaya jika seorang Venus Graham mencari dirinya.
"Ya, tapi kau jangan senang dulu. Venus mencarimu karena menginginkan sesuatu." Terang Mars.
Aries yang masih bingung hanya diam sambil terus mendengar apa yang diucapkan oleh Mars.
"Venus bilang dia sangat ingin makan ayam betutu, itu sebabnya dia mencarimu dari tadi."
"Baiklah aku akan menemui Venus untuk menanyakan apa dia masih mau atau tidak." Aries hendak berjalan, namun langkahnya terhenti saat Mars berdiri dan menyodorkan satu kartu padanya. "Apa ini?" Aries bukan tidak tahu itu kartu apa, hanya saja ia bingung kenapa Mars memberikan kartu itu padanya.
__ADS_1
"Venus bilang kau tidak boleh masuk ke kamarnya sebelum membawa ayam betutu, dan itu kartu untuk membayar ayam yang nanti kau beli." Ucap Mars dengan sinis.
"Sial dia kira aku tidak sanggup untuk membeli satu porsi ayam betutu? Bahkan untuk membeli restaurant yang menjual ayam betutu saja aku mampu." Aries menyodorkan kembali kartu itu pada Mars. "Aku masih punya uang untuk membelinya." Aries hendak keluar dari mansion untuk membeli apa yang diinginkan oleh Venus.
"Hei .. tunggu dulu!"
"Apa lagi?" Aries mendengus dengan kesal.
"Kau mau kemana?"
"Tentu saja aku akan membeli ayam betutu." Jawab Aries dengan tidak sabar, ia ingin segera membeli apa yang diinginkan oleh Venus.
"Kalau begitu sekalian kau bawakan oleh-oleh untuk Kejora."
"Hei kau itu jangan terlalu pelit, setidaknya belikan oleh-oleh dari Bali untuk istri cantikku ini."
"Bali?" Aries sangat terkejut. "Siapa yang ingin ke Bali?"
"Ck, tentu saja kau! Bukankah kau ingin membeli ayam betutu?"
"Iya tapi aku membelinya di—"
__ADS_1
"Venus bilang dia ingin ayam betutu Pak Man yang ada di jalan Kubu Anyar Kuta Bali."
"What? Ta-tapi masa aku harus ke Bali?" Aries menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia bingung dengan keinginan Venus yang sangat aneh.
"Hei ini semua keinginan anakmu, dan jika kau bertanya kenapa harus ke Bali? Mungkin anakmu itu tahu dia dibuat di mana? Jadi dia ingin Daddy nya membeli makanan yang ada di Bali." Mars tersenyum sinis, rasanya ingin sekali ia tertawa saat melihat wajah Aries yang terkejut.
"Kalau begitu aku akan menyuruh Mark untuk ke Bali." Aries mengambil ponselnya.
"Kau itu tuli? Kau tidak dengar apa yang aku katakan tadi? Venus bilang dia ingin kau yang membelinya."
"Oh my God, tapi aku baru sampai dan —"
"Oke aku akan bilang pada Venus bahwa kau tidak mau membeli ayam betutu yang dia inginkan." Mars hendak berjalan menuju kamar Venus.
"Tunggu! Aku akan membelinya." Aries segera pergi dari Mansion Graham dengan tujuan ke kota Bali.
Setelah melihat kepergian Aries, Mars langsung tertawa terbahak-bahak.
"Sayang apa kau tidak keterlaluan?" Kejora merasa kasihan karena Aries dikerjai oleh suaminya.
"Sayang itu belum seberapa, kalau tadi aku mengatakan Venus ingin membeli sesuatu yang ada di London, atau Paris bagaimana?" Mars masih tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Iya juga sih, Bali kan masih dekat." Gumam Kejora.
"Nah kau sendiri tahu Bali itu dekat, sudah jangan memikirkan manusia domba itu! Lebih baik kita masuk ke kamar dan melihat keadaan baby Galaxy." Mars mengusap perut Kejora, lalu mengendong istrinya yang sudah semakin berat. "Sayang kau sedang mengandung satu baby atau sepuluh? Kenapa berat sekali?"