
Satu detik, dua detik, hingga detik berganti menit, Dila melihat putrinya masih diam seribu bahasa.
"Venus Graham kau sudah berjanji pada Mommy untuk mengatakan yang sebenarnya." Dila menatap tajam pada putrinya.
Venus yang menyadari tidak ada lagi tempat baginya untuk lari dari kemarahan keluarganya, terpaksa menceritakan semuanya pada Mom Dila, tanpa menyebutkan nama pria yang menanamkan benih di rahimnya.
Flash back on.
Malam itu di saat dirinya di tarik masuk ke dalam sebuah kamar, Venus segera melawan dengan mendorong sosok tersebut hingga jatuh ke atas lantai.
"Siapa kau? Berani sekali kau menyentuhku?" Geram Venus, menatap pada sosok yang saat ini tergeletak tidak berdaya di atas lantai.
__ADS_1
Hening tidak ada jawaban sama sekali dan hanya terdengar gumaman-gumaman tidak jelas dari pria itu. Venus yang merasa penasaran dengan sosok yang sudah berani menyeretnya ke dalam kamar, dengan perlahan berjalan mendekat dan berusaha untuk melihat wajah pria itu.
"Tuan Aries!" pekik Venus dengan wajah yang terkejut.
Venus yang tidak menyangka jika yang menyeretnya ke dalam kamar adalah tuan Aries, berusaha menajamkan penglihatannya ditengah cahaya lampu tidur yang sangat redup, untuk memastikan apa benar pria yang saat ini terlihat sangat tidak berdaya itu adalah tuan Aries. Karena Aries yang ia kenal adalah pria yang angkuh, dingin, dan sedikit arrogant, sangat berbeda dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Kau benar-benar tuan Aries!" gumam Venus sambil menghela napasnya saat menyadari pria itu tengah mabuk, karena Venus mencium bau alkohol dan mendengar gumaman-gumaman tidak jelas yang dikeluarkan oleh Aries. "Kau itu ternyata tidak hanya menyebalkan, tapi juga tidak tahu sopan santun terhadap seorang wanita!" gerutu Venus lalu hendak berjalan keluar dari kamar.
"Tunggu!" ucap Aries dengan suara seraknya.
"Jangan tinggalkan aku ...." pinta Aries mencoba membuka kedua matanya yang terasa berat, dan berusaha untuk duduk. Namun karena pengaruh alkohol yang begitu hebat, membuat Aries kesusahan untuk bangkit dari tidurnya.
__ADS_1
Venus yang awalnya tidak peduli dan hendak keluar dari kamar tersebut, merasa tidak tega saat mendengar permintaan Aries. Dan dengan terpaksa membantu pria itu karena merasa kasihan dengan keadaan Aries yang tergeletak di atas lantai dan kesusahan untuk berdiri.
Dengan susah payah Venus memapah tubuh tinggi dan berat Aries sampai jatuh berkali-kali, sampai akhirnya Venus berhasil membawa pria itu naik ke atas tempat tidur dengan posisi dirinya yang berada di atas tubuh Aries.
Sementara itu Aries yang saat ini tengah terbaring di atas tempat tidur, merasakan sesuatu yang berat menimpa tubuhnya. Dengan perlahan ia membuka kedua matanya, dan tersenyum tipis saat melihat wajah wanita yang ia cintai ternyata ada di hadapannya. Aries tidak menyangka jika Kejora saat ini ada di hadapan bahkan tengah berbaring di atas tubuhnya.
"Aries apa yang kau lakukan?" pekik Venus saat tiba-tiba saja Aries memeluknya dengan sangat erat. "Lepaskan aku!" Venus berusaha melepaskan pelukan ditubuhnya.
"Diamlah sayang! Aku hanya ingin memelukmu." Ucap Aries tepat di depan wajah wanita yang sangat ia cintai. "Kau tahu? Aku sangat mencintaimu." Bisik Aries.
Deg
__ADS_1
Jantung Venus berdetak dengan sangat kencang saat mendengar perkataan Aries, bahkan saking terkejutnya sampai ia tidak menyadari saat sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya dan menghisapnya dengan sangat lembut.
Venus yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya berciuman hanya bisa diam membeku, mengejapkan matanya berulang kali untuk memastikan kalau saat ini ia tengah berciuman dengan seorang pria, dan pria itu adalah rekan bisnisnya sendiri yang bernama tuan Aries.