Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 149 Season 3


__ADS_3

Sementara itu Dila yang masih bingung dan terkejut, hanya bisa terdiam saat melihat punggung dua pria yang sangat disayanginya itu pergi dengan emosi yang membara. Beberapa saat kemudian setelah Dila tersadar dari keterkejutannya, dengan segera ia masuk kembali ke dalam ruangan Venus untuk mencari tahu apa yang sebenernya terjadi pada putrinya, sebelum Aiden dan Mars melakukan sesuatu yang melanggar hukum.


"Kejora bisa kau tinggalkan kami berdua?" ucap Dila dengan sorot mata yang tajam menatap Venus, setelah ia masuk ke dalam ruang rawat.


"Ba-baik mom." Kejora yang tahu kalau saat ini Mom Dila terlihat marah, segera keluar dari ruang rawat adik iparnya.


Sementara itu Venus yang melihat sorot mata yang tajam dari Mommy nya, dan kepergian Kejora dari ruangannya hanya bisa terdiam tanpa ingin bertanya apa pun.


"Venus Graham kau—" Dila yang tadinya hendak marah, kini hanya bisa menangis tergugu tanpa bisa berkata-kata.


"Mom kenapa menangis?" Venus yang tidak mengerti kenapa Mom Dila tiba-tiba menangis, kini merasa ketakutan kalau-kalau dirinya mengidap sebuah penyakit yang berbahaya. "Mom?" tanya Venus kembali karena Mommy nya semakin menangis dengan kencang.


"Venus putriku—" Dila yang merasa sangat sedih kini memeluk putrinya dengan sangat erat.


"Mom katakan ada apa? Apa aku terkena penyakit yang berbahaya?" tanya Venus dengan terisak, ia tidak bisa menahan tangisnya saat melihat mommy Dila menangis tersedu-sedu seperti itu.


Dila melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata yang menetes di pipi Venus.


"Ve, katakan pada Mommy siapa yang melakukannya?" tanya Dila dengan bibir yang bergetar menahan tangisnya.

__ADS_1


"Siapa yang melakukannya?" Venus mengulangi pertanyaan Mom Dila dengan wajah yang bingung.


"Ya sayang, siapa yang melakukannya padamu? Katakan pada Mom?" tuntut Dila dengan tangis yang kembali pecah.


"Melakukan apa mom?" Venus kembali bertanya dengan mengerutkan keningnya.


"Siapa pria yang sudah menghamili mu?" teriak Dila dengan emosi dan tangis yang semakin kencang.


Deg


Jantung Venus berdetak tidak karuan saat mendengar perkataan Mom Dila.


"Ya sayang kau sedang hamil, dan katakan siapa pria itu?"


Venus yang masih terkejut dengan kabar yang didengarnya, justru terdiam dan tidak tahu harus berkata apa. Ia tidak menyangka kejadian saat malam itu bisa membuat dirinya hamil, padahal ia melakukannya hanya sekali dengan keadaan Aries yang sangat mabuk.


"Venus Graham katakan siapa ayah dari anak yang kau kandung!" sentak Dila karena emosi melihat putrinya hanya diam saja.


"Mom—" Venus menangis dengan wajah yang bingung dan ketakutan.

__ADS_1


"Jangan menangis Venus Graham! Kau itu bukan wanita yang lemah, jadi cepat katakan pada Mom siapa pria itu?"


Venus menggelengkan kepalanya, sambil terus menangis.


"Venus cepat katakan siapa?" Dila mengguncang bahu putrinya.


"Mom aku tidak bisa mengatakannya, karena—" Venus menutup wajahnya dengan tangis yang semakin keras.


"Ya tuhan." Dila mengusap air matanya sambil menarik napas, ia berusaha untuk sabar dalam menghadapi Venus. "Dengar sayang! Mom tidak akan marah pada pria itu, tapi kau harus mengatakan siapa dia? Sebelum Dad dan Mars menemukannya! Karena kau pasti tahu apa yang bisa Mars dan Daddy mu lakukan pada orang yang berani menyakitimu." Dila menatap intens putrinya.


"Tidak mom, aku mohon cegah kak Mars dan Dad Aiden! Pria itu tidak bersalah dan aku berjanji akan menceritakan pada Mommy apa yang sebenarnya terjadi." Pinta Venus dengan memohon.


Dila menghela napasnya saat mendengar perkataan Venus, ia tidak menyangka sebegitu besarnya rasa cinta Venus pada pria itu sampai mengatakan jika pria itu tidak bersalah.


"Oke, Mom akan mencegahnya dan meminta mereka untuk kembali ke rumah sakit. Tapi kau harus berjanji untuk menceritakan semuanya dengan jujur!" ucap Dila.


Venus menganggukkan kepalanya, dan dengan segera Dila mengambil ponselnya. Meminta suami dan putranya untuk kembali ke Rumah Sakit, dengan sedikit ancaman agar keduanya mau mengikuti permintaannya. Dan setelah menutup ponselnya kini Dila menatap tajam pada putrinya.


"Sekarang katakan!" Dila berkata dengan sangat tegas.

__ADS_1


__ADS_2