
"Aku ikut." Kejora menyusul Mars masuk ke dalam walk in closet.
"Tidak sayang! Ingat kau sedang hamil." Mars mengusap perut Kejora.
"Tapi Mars...."
"Aku hanya pergi sebentar untuk memastikan keadaan Venus." Mars mengecup kening istrinya.
Kejora menganggukkan kepalanya dan melihat Mars yang sedang berganti pakaian sambil mengangkat ponselnya yang berdering.
"Sial aku lupa!" Mars memijat pangkal hidungnya, ia lupa kalau pesawat pribadinya itu sedang di pakai oleh Dad Aiden. "Segera pesankan tiket pesawat ke Bali sekarang juga!" perintah Mars.
Hening sesaat lalu Mars menendang pintu lemari dengan keras.
"Aku tidak mau tahu! Kau cari jalan agar aku bisa berangkat ke Bali malam ini juga!" Mars menutup ponselnya.
"Mars...." Kejora memeluk suaminya yang terlihat sangat frustasi. "Bukankah aku sudah mengatakan kau harus tenang." Bisik Kejora.
"Aku tidak bisa tenang sayang, aku takut Venus kenapa-kenapa." Lirih Mars yang memang memiliki ikatan batin dengan Venus, dan Mars sangat yakin kalau saat ini ada sesuatu yang terjadi dengan adiknya itu.
"Kita coba hubungi ponsel Venus dan Tom lagi, siapa tahu mereka mengangkatnya." Kejora mengambil ponsel suaminya, dan menekan nomer Venus dan Tom secara bergantian.
__ADS_1
Setengah jam kemudian.
"Halo Tom...." Seru Kejora saat teleponnya diangkat oleh asisten suaminya itu.
Mars yang mendengar sambungan teleponnya diangkat oleh Tom, segera menghampiri Kejora dan merebut ponsel tersebut.
"Tom kau dimana?" tanya Mars dengan cepat.
Tom yang masih dalam keadaan mabuk menggelengkan kepalanya yang terasa sangat pusing, Ia menatap ke sekeliling ruangan yang begitu gelap tanpa adanya cahaya penerangan.
"Aku di kamar." Jawab Tom sambil memijat keningnya secara perlahan, karena matanya kini terasa berputar-putar.
"Venus?" Tom mencoba mengingat-ingat lalu menatap kearah samping tempat tidurnya. "Venus Graham...." Tom tersenyum saat melihat punggung telanjang seorang wanita yang tengah tertidur.
"Tom kau dengar tidak?" geram Mars.
"Aku mendengarnya tuan, nanti aku cek ke kamarnya." Ucap Tom asal dan segera menutup ponselnya, ia tidak peduli pada apa pun selain wanita pujaan hatinya yang saat ini tengah berbaring di tempat tidurnya, Tom memeluk pinggang Venus dan mengecupnya berulang-ulang kali hingga akhirnya ia kembali tertidur.
Sementara itu Mars yang masih berada di dalam kamarnya, menatap ponselnya yang sudah di tutup oleh Tom.
"Dasar bodoh! Berani sekali dia menutup ponselnya." Umpat Mars.
__ADS_1
"Sayang kau jangan marah-marah terus! Setidaknya kita sudah menyuruh Tom untuk menengok keadaan Venus." Ujar Kejora.
"Ya, kau benar sayang." Mars sedikit merasa lega, walau pun rasa cemasnya tidak berkurang sedikit pun. "Kau tidurlah! Ini sudah jam dua malam." Mars membelai wajah istrinya.
"Tidak Mars, aku akan tetap menunggu sampai aku tahu keadaan Venus baik-baik saja." Sahut Kejora.
Mars tersenyum lalu memeluk Kejora dengan erat, ia sangat beruntung ada Kejora disisinya yang bisa memberikan ketenangan padanya.
Beberapa menit kemudian Mars mencoba menghubungi ponsel Tom kembali, dan Tom mengatakan kalau Venus sudah tertidur dan pintu kamarnya tidak mau di buka oleh Venus.
Mars yang masih merasa khawatir pada adiknya, memutuskan untuk tetap mencoba menghubungi nomer Venus. Dan setelah menunggu sampai jam setengah tiga pagi, akhirnya Venus menghubunginya balik.
"Keadaan Venus baik-baik saja, dan dia tidak mengangkat ponsel dari ku karena sudah ketiduran." Ucap Mars pada Kejora setelah ia menutup ponselnya.
"Syukurlah!" Kejora memeluk Mars lalu mencium bibir suaminya itu.
"Hey, kau menggodaku?" Mars mengulum senyum dibibirnya.
"Tidak sayang, aku hanya-"
Perkataan Kejora terbungkam oleh ******* dibibirnya, dan malam itu pun menjadi malam panas bagi mereka berdua.
__ADS_1