
"Berani sekali kau datang ke tempatku!" geram Mars dengan rahang yang mengeras, dan tatapan mata yang tajam pada rival di depannya.
"Mars, kau itu apa-apaan? Lepaskan kak Aries." Kejora berusaha melepaskan tangan Mars dari pakaian Kak Aries.
Mars yang mendengar perkataan Kejora, langsung menatap istrinya dengan intens. Sudah lama sekali rasanya ia tidak mendengar suara Kejora, dan sekalinya Kejora berbicara justru untuk membela pria lain.
"Mars kenapa kau melihat aku seperti itu?" Kejora merasa gugup dan takut saat Mars terus menatap dirinya.
"Sayang, kau berbicara padaku hanya karena ingin membela si domba ini!" tunjuk Mars pada Aries, tanpa mengalihkan tatapan matanya pada Kejora.
"Ups... aku lupa." Kejora langsung menutup mulut dengan kedua tangannya, karena ia baru sadar kalau saat ini dirinya sedang melakukan mogok bicara.
"Kau tahu sayang? Kau sudah membuat aku kecewa." Mars mencengkram lengan Kejora dengan kuat.
"Mars lepaskan!" Lirih Kejora, berusaha melepaskan cengkraman Mars dari tangannya.
"Hei planet lepaskan Kejora!" Sentak Aries, karena tidak terima tangan wanita yang sangat dicintainya di cengkram seperti itu.
Melihat kakaknya yang diam saja saat di sentak oleh Aries, secara reflek Venus mendekat ke arah pria yang menyebalkan tersebut untuk membela kakaknya.
__ADS_1
"Tuan Aries, lebih baik kau pergi dari sini! Dan jangan pernah ikut campur urusan keluarga kami." Sengit Venus.
"Ck, kau diam lah! Aku tidak berbicara denganmu." Balas Aries lebih sengit.
"Kau yang diam! Jangan pernah berkata kasar pada Nona Venus!" sahut Tom.
Aries langsung menatap pada Tom, lalu menghela napasnya. "Kau lagi...! Apa kejadian kemarin tidak membuatmu jera berurusan denganku?" ucap Aries.
Mendengar ucapan tuan Aries, sontak membuat Tom menelan salivanya dengan susah.
"A-aku tidak takut padamu." Ucap Tom sambil membusungkan dadanya. Walaupun pada kenyataannya ia takut pada tuan Aries, yang merupakan salah satu pemimpin tim black shadow. Tapi demi membela wanita yang sangat dicintainya, ia rela menghadapi sepuluh orang sekaligus seperti tuan Aries.
Mendengar jawaban Tom, Aries langsung tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya. Kalau saja ia tidak ingat tujuannya ada di sini untuk Kejora, mungkin saat ini ia sudah menyuruh anak buahnya untuk menyekap Tom kembali.
Aries mencari keberadaan Kejora, begitu pun dengan Tom dan Venus. Mereka yang sejak tadi berdebat, hingga tidak menyadari kalau Mars dan Kejora sudah tidak ada di ruangan tersebut.
"Hei, kau mau kemana?" Venus menarik tangan tuan Aries yang hendak masuk ke ruang tengah.
"Aku ingin mencari Kejora." Aries menarik tangan Venus dari tangannya.
__ADS_1
Namun Venus menahan tangannya, hingga terjadi tarik menarik antara Venus dan Aries. Dan Tom yang melihat semua itu langsung bertindak dengan cepat.
"Lepaskan tangan Nona Venus!" Tom mencengkram tangan tuan Aries.
Aries yang tidak terima tangannya di cengkram oleh Tom, langsung menatap tajam pada pria yang berprofesi sebagai asisten pribadi Mars Graham. Dan suasana di ruang tamu pun berubah menjadi sangat tegang, karena ketiga orang yang ada di ruangan tersebut saling mencengkram tangan satu dan lainnya.
Ehem
Suara berdeham dari arah belakang, membuat Aries, Tom, dan Venus langsung melepaskan cengkraman tangan mereka masing-masing.
"Maaf tuan, nona. Tuan Mars berpesan Anda semua dipersilahkan pergi dari apartemen ini." Ucap salah satu pengawal pribadi Mars Graham.
"What?" tanya Venus dengan wajah yang terkejut, karena tidak percaya kalau dirinya diusir dari apartemen kakaknya sendiri.
"Hahaha..." Aries tertawa terbahak-bahak saat mendengar, mereka semua termasuk adik dari si manusia planet di usir dari apartemen.
"Apa yang kau tertawakan?" Venus mendelik tajam pada tuan Aries.
"Tidak ada." Jawab Aries dengan acuh, lalu berjalan menuju pintu apartemen.
__ADS_1
Venus yang melihat punggung tuan Aries, hanya bisa menahan rasa kekesalannya.
"Oh ya Nona Venus, jangan lupa dengan pertemuan kita!" ucap Aries dengan seringai licik dibibirnya, dan segera pergi dari tempat tersebut tanpa menunggu jawaban dari adik si manusia planet.