
Setelah menerangkan panjang lebar pada Nyonya Kejora, Tom berharap Nyonya nya tidak akan salah paham lagi pada Tuan Mars. Karena Tom sangat tahu, tuan Mars begitu mencintai Nyonya Kejora. Hanya saja situasinya yang sedang sulit, di mana Nona Katie berada di antara mereka.
"Nyonya tidak perlu khawatir, dengan Nona Katie atau wanita mana pun. Karena tuan Mars sangat --"
"Tom, aku ingin pulang." Sela Kejora, lalu berdiri dari duduknya.
"Tapi Nyonya ...."
"Tom, aku lelah dan ingin pulang. Tolong sampaikan pada Mars, kalau aku pulang lebih dahulu." Kejora hendak melangkahkan kakinya.
"Tunggu, Nyonya!" Tom menahan langkah kaki nyonya Kejora. "Sebaiknya kita menegok dulu Nona Katie, untuk mengetahui perkembangan kondisinya."
Kejora terdiam sesaat, sambil menimbang perkataan Tom. Ia memang merasakan sakit hati, atas perlakuan Mars yang menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada kak Katie. Namun jika ia pergi begitu saja tanpa mengetahui kondisi Kakak iparnya, itu juga bukan tindakan yang benar.
Kejora lalu menganggukkan kepalanya, berjalan bersama Tom menuju ruang rawat Kak Katie. Dan setelah sampai di depan ruang rawat, Tom mempersilahkan Nyonya Kejora untuk masuk.
Mars yang berada di dalam ruangan, langsung menatap ke belakang dan melihat Kejora berjalan menghampirinya bersama dengan Tom.
__ADS_1
"Mars, bagaimana keadaan kak Katie?" Kejora memberanikan diri untuk bertanya, tanpa menatap wajah Mars. Ia tidak berani menatap suaminya, dan lebih memilih menatap wajah kak Katie yang terlihat belum sadarkan diri.
Mars yang di tanya hanya diam, ia menatap lekat wajah Kejora terutama matanya yang terlihat merah seperti habis menangis. Ingin rasanya ia memeluk istrinya itu, dan mengatakan kata maaf. Namun belum sempat Mars lakukan, ia terlebih dahulu mendengar suara panggilan dari Katie.
"Mars ..." Katie berusaha membuka kedua matanya.
"Katie ..." Ucap Mars, mendekat dan langsung menggenggam tangan kakak tirinya.
"Mars, dimana aku?" tanya Katie, saat menyadari dirinya berada di ruangan yang berbeda.
"Sst! Kau jangan banyak bicara dulu!" Mars mengusap wajah cantik Katie. "Tom, cepat kau panggil dokter!" Perintah Mars, tanpa menoleh kearah Tom. Karena pandangan matanya, masih fokus pada Katie yang baru tersadar.
Sebelum Tom keluar dari ruangan, ia menatap sekilas wajah Nyonya Kejora yang terlihat bersedih. Dengan menghela napasnya, Tom berjalan keluar dari ruangan untuk memanggil dokter.
"Mars, aku ...." Katie tidak bisa meneruskan perkataannya, ia hanya mampu menangis untuk meluapkan kesedihan yang ada dihatinya.
"Kau jangan menangis!" Mars mengusap air mata yang menetes di pipi Katie. "Berjanjilah padaku, jangan melakukan hal gila seperti ini lagi!" Pinta Mars.
__ADS_1
Katie hanya diam dan terus menangis, ia teringat apa yang sudah dilakukannya. Katie dengan sengaja menelan beberapa obat sekaligus, untuk menghilangkan rasa kesedihan dihatinya.
Sementara itu Kejora yang sedari tadi diam, melihat sikap Mars yang begitu perhatian dan menyayangi Katie. Akhirnya memilih menyerah dan hendak pergi dari ruangan itu, dari pada harus mempermalukan dirinya sendiri dengan menangis. Dan saat Kejora membalikkan tubuhnya, langkah kakinya terhenti saat tangannya digenggam oleh seseorang. Ia lalu menatap kebelakang, dan melihat Mars menggenggam erat tangannya.
"Jangan pergi!" Ucap Mars, dengan suara yang sangat pelan.
"Deg!"
Jantung Kejora terasa berdetak dengan cepat, saat mendengarkan perkataan Mars. Bolehkah ia berharap ucapan Mars itu untuk dirinya. Bolehkah Kejora berharap, kalau dirinya juga penting di dalam hidup Mars.
"Mars, aku mohon peluk aku. Aku merasa kesepian." Pinta Katie, sambil menangis dengan tersedu-sedu.
Melihat Katie yang menangis, Mars langsung memeluk wanita itu. Ia berusaha untuk menenangkan kakak tirinya dan tanpa sadar melepaskan genggaman tangannya pada Kejora.
Sementara itu Kejora yang masih berdiri di belakang Mars, kembali merasa sedih dan kecewa karena Mars melepaskan genggaman tangannya. Perasaan yang tadi sempat bahagia, lenyap begitu saja saat Mars lebih memilih memeluk Katie dan melepaskan tangannya.
"Ada apa ini?" tanya dokter, yang berjalan mendekati pasiennya yang terlihat sedang menangis.
__ADS_1
Sedangkan Tom yang baru masuk belakangan, langsung menatap Tuan Mars yang sedang memeluk Nona Katie. Dan di saat perhatian semua orang tengah tertuju pada Katie. Dengan segera Kejora berlari keluar dari ruangan tersebut. Ia terus melangkahkan kakinya, tanpa mempedulikan tatapan orang-orang yang melihat dirinya berlari sambil menangis.
"Salahkah jika dirinya cemburu pada wanita lain? Dan salahkah jika ia mencintai Mars? Walaupun Kejora tahu pernikahan mereka terjadi bukan atas dasar cinta, tapi bolehkah Kejora berharap pernikahan mereka akan berakhir saling mencintai seperti di film-film yang sering ia tonton?" gumam Kejora dalam hati, sambil terus menangis dan berjalan keluar dari rumah sakit.