Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 49


__ADS_3

"Siapa Aries? Ada hubungan apa kau dengannya?" tanya Mars, saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Kak Aries kekasih pertama aku." Jawab Kejora, dengan tersipu malu.


"What?" Mars langsung menginjak rem mobilnya, lalu menatap Kejora dengan tajam.


"Coba katakan sekali lagi!" Ucap Mars, dengan suara yang meninggi.


"Dia kekasih pertamaku." Kejora tersenyum, sambil mengingat kembali sosok Aries. Pria tampan, yang selalu membuatnya merasa aman dan nyaman.


Mars mengeratkan cengkraman tangannya pada kemudi mobil. Tatapannya semakin tajam, saat lagi-lagi Kejora mengatakan hubungannya dengan seorang pria bernama Aries.


"Lalu, apa hubungan kau dengannya saat ini?" selidik Mars.


"Apa ya?" Kejora mengerutkan keningnya, tampak berpikir dengan keras. "Aku tidak tahu, karena terakhir kami bertemu. Kak Aries bilang, dia akan kembali dan segera menikahi aku." Jawab Kejora, dengan pipi yang merona merah karena malu.


Mars sangat terkejut, mendengar perkataan Kejora. Bahkan matanya hampir keluar, saat mendengar pria itu akan menikahi Kejora.


"Jadi setelah dia datang, kau mau dinikahi olehnya?"


Tanpa pikir panjang, Kejora langsung menganggukkan kepalanya.


"Jangan mimpi ....!" Mars menepuk kepala Kejora dengan kesal. "Apa kau lupa? Kau itu sudah menikah?"

__ADS_1


"Oh iya, aku lupa!" Kejora menepuk keningnya. "Lalu bagaimana dengan kak Aries? Tiga hari lagi dia datang! Aku takut dia kecewa." Pekik Kejora, dengan cemas.


"Mana aku tahu!" Ketus Mars.


Dengan penuh emosi, Mars mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mengumpat dalam hati, karena sikap Kejora yang justru mengkhawatirkan pria lain di depan dirinya.


Mars yang sangat marah, pada sikap Kejora. Bahkan membatalkan niatnya untuk membawa Kejora makan malam, karena moodnya sudah hancur berantakan.


...🍀🍀🍀...


Apartemen Casa Grande.


Mars dan Kejora yang sudah sampai di dalam apartemen, langsung berjalan menuju kamarnya masing-masing. Mars yang sudah masuk ke dalam kamar, langsung membanting pintu dengan keras. Hingga membuat Kejora latah, sambil mengelus dadanya.


"Kak Aries, apa dia masih mengingat janjinya padaku?" Gumam Kejora, yang sudah duduk di tepi ranjang.


Kejora kembali mengingat sosok Aries, pria yang dikenalnya saat Pak Gideon datang ke rumahnya. Hubungan Ayahnya dan Pak Gideon yang terjalin karena sebuah bisnis, membuat Kejora dan Kak Aries sering bertemu. Usia kak Aries yang lebih tua darinya enam tahun, membuat Kejora merasa nyaman di sisi kekasih pertamanya itu.


Dan saat ini sudah enam tahun berlalu, dari terakhir kali mereka bertemu. Kejora tidak yakin kalau kak Aries masih mengingat dirinya, terlebih lagi ada Pak Gideon yang tidak setuju dengan hubungan mereka.


Saat sedang melamun dan memikirkan kisah masa lalunya, Kejora teringat akan sesuatu yang berhubungan dengan kak Aries dan Pak Gideon.


"Ponselnya?" Kejora langsung keluar dari kamarnya, berjalan menuju ruang tengah. Ia mencari ponsel pemberian Pak Gideon, namun tidak menemukannya sama sekali. Hanya ada paper bag gaun pengantin milik Monica di atas sofa.

__ADS_1


"Tidak mungkin tidak ada, aku sangat yakin menaruhnya di sini." Gumam Kejora, yang mengingat-ingat kembali di mana ia menaruh ponselnya.


"Kau cari apa?" Mars yang baru keluar dari kamar, melihat Kejora yang terbengong di ruang tengah.


"Aku mencari ponselku." Jawab Kejora.


"Tidak perlu di cari." Ucap Mars.


"Memangnya kenapa?" Kejora menatap tuan Mars, dengan wajah yang bingung.


"Karena aku sudah membuangnya." Jawab Mars, dengan santai. Lalu berjalan masuk ke dalam ruang makan.


"Apa?" Pekik Kejora. "Kenapa di buang?" Kejora yang terkejut, sampai berjalan mengikuti tuan Mars.


"Karena aku tidak suka." Jawab Mars, dengan singkat.


"Kenapa tidak suka? Itu kan ponsel untukku, Bukan untuk tuan! Kalau tuan tidak suka, tuan beli sendiri saja." Ucap Kejora dengan emosi.


"Kalau aku bilang tidak suka ya tidak suka! Dan barang yang tidak aku sukai, tidak boleh ada di apartemenku. Kau mengerti!" Mars mencubit pipi Kejora.


Kejora yang sedang emosi, menjadi semakin marah saat pipinya di cubit. Dan dengan gerakan cepat, Kejora menangkap tangan tuan Mars lalu menggigitnya dengan keras.


"Shit ...! Apa yang kau lakukan?" Sentak Mars, meringis kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2