Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 85


__ADS_3

"Tom ...."


Wajah Kejora yang terkejut berubah menjadi gugup, saat pria yang menjadi asisten pribadi suaminya semakin mendekat kearahnya. Apalagi Tom datang tidak sendirian, melainkan bersama dengan beberapa pria yang berpakaian jas hitam.


"Kalian mau bawa kemana Nyonya kami?" Tom menatap tajam pada dua pria yang berdiri di dekat Nyonya Kejora.


Kedua pria itu diam, lalu salah satu dari mereka memberi kode. Dan dengan sigap pria yang ada disebelah kanan, langsung membawa wanita tuan Aries menuju pintu mobil.


"Kalian jangan coba-coba!" Bentak Tom, dengan rahang yang mengeras.


Dan bukan hanya suara bentakan saja yang keluar dari mulut Tom. Karena seluruh anak buahnya yang dibelakang sudah menodongkan senjatanya. Membuat kedua anak buah tuan Aries menghentikan tindakannya.


Kejora yang sedari tadi diam, karena masih sibuk dengan bersin yang dideritanya. Kini mulai angkat bicara, setelah melihat beberapa senjata yang mengarah padanya.


"Tom, kau membuat aku takut. Hacih ... hacih. Suruh anak buahmu untuk menurunkan senjatanya! Mereka itu orang baik." Kejora menatap kedua pria yang ada disampingnya.


Tom menghela napasnya, lalu mendekati Nyonya Kejora.


"Nyonya, ayo kita pulang!" Tom mempersilahkan Nyonya Kejora untuk berjalan.


"Tidak Tom, aku tidak mau pulang."

__ADS_1


"Tapi Nyonya, tuan Mars akan marah jika Nyonya tidak pulang."


"Aku tidak mau, Tom. Dan sampaikan pada tuan Mars, aku cuti kerja beberapa hari." Ucap Kejora.


"Cuti kerja?" Tom menautkan kedua alis matanya.


"Ya, cuti kerja sebagai seorang istri." Sahut Kejora, lalu hendak masuk ke dalam mobil anak buah kak Aries.


"Tunggu Nyonya! Apa pun alasannya, anda tidak bisa pergi." Tom terpaksa menarik tangan Nyonya Kejora. Ia lebih baik terkena amukan dari nyonya nya, dari pada terkena amukan dari tuan Mars.


"Tom, lepaskan!" Teriak Kejora.


Sementara dua pria suruhan tuan Aries, hanya mampu melihat wanita tuannya di bawa pergi tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena mereka saat ini masih ditodong senjata oleh para pengawal Tuan Mars.


"Maaf nyonya, aku terpaksa melakukan ini Karena aku tidak mau, Anda terkena masalah dari Tuan Mars." Ucap Tom, dengan perasaan bersalah. Ia tahu terlalu kejam pada Nyonya Kejora, tapi Tom hanya menjalankan perintah dari tuan Mars. Untuk selalu menjaga Nyonya Kejora, sekalipun nyawa yang harus menjadi taruhannya.


"Kau itu jahat sekali! Aku kan sudah bilang, ingin cuti sebentar untuk pergi jalan-jalan. Kenapa kau tidak mengerti dengan keinginan aku." Gerutu Kejora sambil mengusap air matanya.


"Kalau nyonya ingin cuti sebentar dan ingin pergi jalan-jalan. Anda bisa ijin dulu pada tuan Mars, dan saya yakin tuan Mars pasti mengijinkannya." Bujuk Tom, walaupun ia sendiri tidak yakin tuan Mars akan mengijinkannya.


Mendengar perkataan Tom, mau tidak mau Kejora terdiam. Dan karena lelah hati dan pikirannya, Kejora yang sudah berhenti menangis langsung tertidur di dalam mobil.

__ADS_1


Melihat Nyonya Kejora yang tertidur, Tom lalu mengambil ponselnya untuk memberi kabar pada tuan Mars apa yang baru saja terjadi pada Nyonya Kejora.


...🍀🍀🍀...


Rumah Sakit Internasional


Setelah berbincang dengan Tom, melalui sambungan teleponnya. Mars kembali masuk kedalam ruang rawat Katie, dengan ekspresi wajah yang datar. Ia lalu duduk di samping ranjang, sambil menatap wajah pucat Katie dengan tatapan yang dalam.


"Kau harus sembuh, Kat." Lirih Mars, menggenggam tangan Katie dengan lembut.


Saat ini yang terpenting bagi Mars, adalah kesembuhan Katie. Dan selama Dad Aiden, Mom Dila, dan Venus belum pulang ke Indonesia. Segala sesuatu yang berkaitan dengan Katie, akan menjadi tanggung jawab dirinya.


"Mars, kau masih di sini?" tanya Katie, yang terbangun karena merasakan kehangatan pada tangannya.


Mars hanya menjawab dengan anggukan kepala. "Kau tidurlah! Aku akan ada disini menjagamu." Mars mengusap rambut Katie.


Mendapat perlakuan hangat dari Mars, bibir Katie pun tersenyum. "Mars, dimana Kejora? Dari tadi aku tidak melihatnya."


"Kejora sudah pulang." Jawab Mars dengan singkat.


"Oh." Katie tersenyum tipis, lalu pandangan matanya menatap langit-langit ruangan. "Mars, apa kau bahagia menikah dengan Kejora?"

__ADS_1


Mars tidak menjawab pertanyaan Katie, dan lebih memilih membetulkan selimut ditubuh wanita cantik itu.


__ADS_2