
Setelah menghabiskan makanan yang ada di piring masing-masing, Venus langsung menatap intens pada sahabatnya.
"Tom katakan padaku ada apa ini? Karena tidak biasanya kau seperti ini." tanya Venus, mengambil gelas yang ada di atas meja lalu meminumnya.
"Ve, aku mencintaimu...."
Venus yang sangat terkejut, sampai menyemburkan air yang sedang di minumannya hingga mengenai wajah Tom.
"What? Kau bercanda, ya?" Seloroh Venus dengan tawa dibibirnya.
"No, I am serious." Tom mengusap wajahnya yang terkena cipratan air dari mulut Venus. "Aku mencintaimu Venus Graham."
Deg
Seketika itu juga Venus terdiam, ia menatap tak percaya pada apa yang didengarnya.
"Venus aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu, dan rasa cintaku ini semakin lama semakin besar padamu." Tom menggenggam kedua tangan Venus. "Jadi Venus Graham apa kau mau menerima cintaku?"
Venus yang masih tidak percaya dengan yang didengarnya, masih diam seribu bahasa dan tak tahu harus berkata apa, ia pun menatap ke dalam mata Tom untuk mencari kebohongan disana, namun Venus tidak menemukan kebohongan di kedua mata itu.
__ADS_1
"Tom...." Venus menarik kedua tangannya dan balik menggenggam erat kedua tangan pria yang selama ini menjadi sahabatnya. "Tom kau adalah pria yang baik dan aku sangat menyayangimu...."
Tom tersenyum lebar saat Venus mengatakan menyayanginya.
"Tapi rasa sayangku itu adalah rasa sayang sebagai seorang sahabat dan tidak lebih dari pada itu." Lirih Venus.
Deg
Senyum d wajah Tom menghilang dan berganti dengan raut wajah kekecewaan.
"Kenapa Ve? Kenapa kau tidak bisa melihat aku sebagai seorang pria dewasa yang mencintaimu? Lagi-lagi kau hanya menganggap aku sebagai seorang sahabat? Apa karena aku tidak pantas untuk mu? Apa karena kekayaan ku tidak sebanding dengan kekayaan keluargamu?" Tom yang kecewa melepaskan genggaman tangan Venus.
"Kalau begitu bisakah kau menyayangiku sebagai seorang pria yang mencintai wanitanya, bukan sebagai seorang sahabat?" pinta Tom.
Venus menggeleng dengan lemah sambil menundukkan kepalanya.
"Aku tidak bisa." Lirih Venus.
"Kenapa tidak bisa? Bukankah kau belum mencobanya?" Tom berusaha menyakinkan Venus.
__ADS_1
"Bukan masalah mencobanya, tapi ini tentang sebuah hubungan dan aku tidak ingin persahabatan kita rusak hanya karena kita mencoba sebuah hubungan yang baru. Dan ini juga tentang hati, rasa, dan kau tahu betul semua itu tidak bisa dipaksakan." Venus menarik tangannya dari tangan Tom. "Maafkan aku...." lirih Venus.
Tom tersenyum sinis lalu matanya menatap intens wajah Venus.
"Kata maaf tidak bisa mengobati rasa sakit dan kecewa yang ada di hatiku." Ucap Tom dengan sinis.
"Tom aku--"
Tom menaruh jari telunjuk di bibirnya, mengisyaratkan agar mereka diam. Suasana di restauran itu seketika menjadi sangat sunyi, karena Tom dan Venus tidak lagi saling berbicara. Suasana romantis di restauran tersebut kini terasa hambar karena kedua orang tersebut tidak lagi menikmati sisa acara makan malam mereka.
Beberapa saat kemudian.
"Tom aku tahu saat ini hatimu terluka, tapi suatu hari nanti aku harap luka ini akan sembuh dan menemukan cinta yang lain." Venus menunjuk dada Tom sebelum masuk ke dalam mobil.
"Aku harap begitu." Sahut Tom dengan senyum getir dibibirnya.
"Best friends forever...." Venus mengulurkan jari kelingkingnya.
Tom sempat terdiam sesaat lalu mengaitkan jari kelingking mereka. "best friends forever." sahut Tom dengan terpaksa.
__ADS_1
Venus tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya, meninggalkan Tom yang masih berdiri menatap kepergian mobil Venus dengan luka yang menganga di hatinya. Pupus sudah harapan dan tujuan hidupnya selama ini untuk bisa memiliki Venus disaat wanita pujaannya itu menolak cintanya.