Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 125 Season 2


__ADS_3

"Iya Nona." Jawab Tom, menarik napasnya secara perlahan untuk mengurangi kegugupannya.


"Kalau begitu sampaikan pada Mars keadaan aku baik-baik saja." Jawab Venus dengan ekspresi datarnya. "Tom apa ada lagi yang ingin kau katakan?" Venus menatap Eva yang masuk ke dalam ruangannya.


"Tidak ada, hanya saja-" Jantung Tom berdebar dengan kencang dan rasa panas tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Hanya saja apa, Tom?" Venus menerima berkas yang diberikan oleh Eva.


"Lusa apa kau bisa datang ke tempat kita biasa nongkrong?" tanya Tom.


"Aku tidak bisa, Tom. Karena lusa aku harus berangkat ke Bali."


"Oh begitu." Tom menghela napasnya lalu terdiam.


"Tom, apa ada lagi yang ingin dibicarakan?"


"Tidak ada." Jawab Tom. "Tapi Venus...." Tom menghentikan ucapannya, setelah mendengar suara sambungan telepon yang terputus.


Tom menatap layar ponselnya dengan rasa kecewa di hatinya, tapi rasa kecewa itu berubah menjadi senyuman yang lebar di bibirnya.


"Bali, I'm coming." Seru Tom dengan penuh semangat, kini saatnya bagi Tom untuk berjuang dan mendapatkan Venus walau apa pun yang terjadi.


Sementara itu di dalam ruang kerja Venus, ia dengan segera membaca isi surat perjanjian kerjasama antara Perusahaan Genereeg dengan Perusahaan Avago Technologies.


Bruk

__ADS_1


Venus menggebrak meja setelah membaca semua isi perjanjian yang ada di dalam berkas tersebut. Venus sangat kesal karena di dalam surat perjanjian itu terdapat poin yang memberatkannya, jika ia memutuskan kerjasama secara sepihak dengan Perusahaan tuan Aries.


"Sial! Kalau tahu akan jadi begini aku tidak akan menerima kesepakatan tersebut." Gumam Venus.


"Nona anda baik-baik saja?" tanya Eva dengan wajah yang sedikit takut, karena sejak tadi Eva melihat nona nya itu emosi.


"Aku tidak apa-apa, kau pergilah!" perintah Venus.


"Baik Nona."


Setelah melihat Eva pergi dari ruangannya, Venus membuang begitu saja surat perjanjian yang ada di atas meja.


Sebenarnya Venus tidak punya masalah yang berat dengan tuan Aries, tapi entah mengapa sejak pertama kali mereka bertemu kekesalan dan pertengkaran selalu terjadi begitu saja. Dan yang paling membuat Venus kesal adalah pria itu ternyata mantan kekasih Kejora, orang yang sempat menculik Kejora saat di Bali, hingga menyebabkan hubungan dirinya dengan Mars renggang selama satu bulan lebih.


"Aku lupa memberikan pelajaran pada Aries, karena sudah berani menculik Kejora." Gumam Venus dalam hati, lalu tersenyum sinis saat menemukan sebuah ide untuk membalas perbuatan Aries.


Apartemen Casa Grande.


"Mars kau bisa diam tidak!" ucap Kejora dengan wajah yang kesal, karena sejak tadi Mars mengelus dan mengecup perutnya berulang kali, pahanya kini terasa sangat pegal karena Mars yang rebahan dengan wajah yang menghadap ke perutnya.


"Tidak bisa." Jawab Mars cuek.


Kejora menghela napasnya lalu hendak berdiri dari duduknya.


"Kau jangan pergi!" Mars menahan pinggang Kejora.

__ADS_1


"Aku haus Mars."


Dengan segera Mars membalik kepalanya kebelakang, lalu mengambil gelas yang ada di atas meja.


"Minumlah!" Mars kembali sibuk dengan perut Kejora yang sudah menjadi candu baginya.


Dengan kesal Kejora menaruh gelas itu di samping kiri.


"Mars paha aku keram dan pegal." Keluh Kejora.


Mars sontak mengangkat kepalanya lalu duduk di samping Kejora.


"Kenapa kau baru bilang?" tanya Mars dengan penuh kekhawatiran.


"Bukankah aku sudah mengatakannya sejak tadi?" Kejora memutar bola matanya dengan jengah, karena bisa-bisanya Mars melupakan apa yang ia keluhkan sejak tadi.


"Aku tidak dengar sayang." Mars memijat paha Kejora karena merasa bersalah.


"Ish, bagaimana kau bisa dengar! Kalau kau sibuk berbicara dengan baby yang ada di perutku." Gerutu Kejora.


"Hah, benarkah aku berbicara dengan baby kita?"


"Ya ampun Mars." Kejora yang kesal reflek mencubit perut suaminya.


"Aku hanya bercanda sayang." Mars terkekeh geli saat melihat kekesalan istrinya. "Wajahmu itu sangat menggemaskan jika sedang kesal."

__ADS_1


"Gombal!" Kejora mencubit kembali perut Mars, lalu menatap wajah suaminya dengan intens saat teringat sesuatu. "Mars usia Venus itu sama dengan mu bukan?" tanya Kejora.


__ADS_2