Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 87


__ADS_3

Rumah Sakit Internasional.


Bug


Suara pukulan yang begitu keras, menggema di seluruh ruangan lantai dua rumah sakit. Tampak seorang pria terjatuh di atas lantai, dengan luka sobek di bibirnya. Pria itu tampak bersusah payah untuk bangun, sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya.


"Bagaimana bisa Kejora menghilang?" Bentak Mars, dengan wajah yang diselimuti oleh amarah.


"Maaf, tuan ...." Tom menundukkan kepalanya.


"Cih, aku tidak butuh kata maaf mu! Sekarang juga kau cari Kejora sampai ketemu!" Bentak Mars.


"Baik, tuan." Tom melangkahkan kakinya, hendak pergi dari tempat tersebut.


"Tunggu!"


Suara panggilan dari Tuan Mars, sontak membuat Tom menghentikan langkahnya.


"Kau panggil tim Delta, dan suruh mereka mengecek seluruh CCTV di sepanjang perjalanan kalian tadi!" Perintah Mars.


Tom terkejut lalu dengan susah payah menelan salivanya. "Tamat sudah riwayat ku." Gumam Tom dalam hati.

__ADS_1


"Tom!" Sentak Mars, karena melihat tidak ada respon dari asisten pribadinya.


"Baik tuan. Aku akan menghubungi tim Delta." Sahut Tom, dengan gugup.


"Lalu kenapa kau masih disini? Cepat pergi!" Mars begitu emosi melihat Tom yang hanya diam ditempatnya.


"Baik tuan." Dengan tergesa-gesa, Tom berjalan keluar dari rumah sakit. Wajahnya sangat ketakutan, saat membayangkan nyawanya yang sedang berada di ujung tanduk.


Sementara itu Mars, yang masih berdiri di depan pintu rawat Katie. Sedang menendang apa pun yang ada di sekitarnya.


"Argh ...." Mars berteriak dengan keras. "Kau tidak bisa pergi dariku kejora, aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia sekalipun." Geram Mars.


...🍀🍀🍀...


Bandar Udara Internasional Ngurah Rai.


Kejora yang sudah sampai di bandara, langsung berjalan bersama dua orang pengawal yang mengikutinya dari Jakarta. Salah satu pengawal tersebut, menghubungi orang suruhan Nona Venus yang bertugas menjemput mereka.


Dan setelah menemukan orang suruhan Nona Venus, kedua orang anak buah Tom menyerahkan Nyonya Kejora. Karena mereka harus segera kembali ke Jakarta, agar Tuan Mars tidak curiga.


"Nona, mari ikut kami." Ucap salah satu orang suruhan Venus, setelah melihat kedua pengawal Nona Kejora pergi.

__ADS_1


Kejora menganggukkan kepalanya, lalu mengikuti dua orang yang berjalan didepannya. Sambil sesekali menengok kebelakang, dan melihat dua orang pria lainnya yang bertubuh kekar.


"Kenapa perasaan aku tidak enak?" Gumam Kejora, dalam hati. Sambil terus berjalan mengikuti kedua orang tersebut, dengan perasaan yang tak menentu.


...🍀🍀🍀...


Sementara itu di tempat yang lainnya, disebuah bangunan yang terlihat kokoh dengan penjagaan yang ketat. Terlihat Mars yang sedang berdiri di sebuah ruangan, dengan raut wajah yang penuh amarah dengan rahang yang mengeras. Ia menatap tajam pada Tom, yang tergeletak di atas lantai dengan wajah yang dipenuhi oleh bekas pukulan dan darah yang keluar dari hidung dan mulutnya.


Tadinya Mars mengira, yang membawa pergi Kejora adalah anak buah Aries yang sempat di lumpuhkan oleh Tom. Maka dari itu Mars, menghubungi tim Delta untuk mencari keberadaan Kejora. Tapi Mars begitu terkejut, saat tahu kejadian yang sebenarnya. Bahwa orang kepercayaannya, yang membawa kabur Kejora.


"Katakan! Di mana Kejora berada?" tanya Mars, dengan tatapan membunuhnya. Untuk kali ini Mars benar-benar tidak bisa memaafkan tindakan Tom, yang membawa Kejora pergi dengan menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Graham.


"A-aku ..." Tom tidak bisa menjawab pertanyaan tuannya. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya, tanpa berani menatap Tuan Mars.


"Kau benar-benar mengecewakan aku! Agrh ..." Mars ingin memukul Tom, namun gerakan tangannya ditahan oleh beberapa anak buahnya.


"Tuan, dia bisa mati jika anda memukulnya lagi." Ucap salah satu anak buahnya. "Dan untuk masalah Nyonya Kejora, bukankah kita sudah tahu kalau Nyonya Kejora berada di Bali. Sehingga kita bisa dengan mudah mencarinya di sana."


"Kau bilang mudah, tapi sampai detik ini kalian tidak --- " perkataan Mars terhenti saat salah satu anggota Delta memanggilnya.


"Tuan, lihatlah ini!" pria itu memperlihatkan rekaman CCTV di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai yang sudah berhasil diretasnya.

__ADS_1


__ADS_2