Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 102


__ADS_3

Dengan perlahan Mars menurunkan Kejora, ia sudah tidak sabar untuk memulai percintaan panas mereka, setelah selama satu bulan lamanya ia berpuasa, akhirnya malam ini Mars bisa merasakan sentuhan dan kehangatan Istrinya.


"Mars, itu kan B?" seru Kejora, menunjuk kearah tangga sambil menahan bersin yang ingin keluar dari hidungnya.


"B? Di mana?" Mars menatap kearah yang ditunjuk oleh Kejora. Dan di saat ia tengah mencari sosok Boy, tiba-tiba terdengar suara bersin dan juga decitan pintu. Reflek Mars menatap kebelakang, dan tidak menemukan keberadaan Kejora. "Sial, aku ditipu." umpat Mars dalam hati.


"Kejora... buka pintunya!" Mars mengetuk pintu kamar dengan keras.


"Aku tidak mau .. hacih...." Teriak Kejora, dari dalam kamar sambil bersin-bersin.


"Oh come on Kejora, buka pintunya!" pinta Mars, mengetuk pintu kamar dengan lebih keras.


"Aku tidak mau! Dan kau harus ingat satu hal! Aku memang bodoh, dan otak aku memang mesum. Tapi aku tidak mau kau ajak ****** selagi hatiku masih terluka.. hacih." Kejora kembali bersin-bersin.


"Sayang, kau boleh menghukum aku dengan cara apa pun. Tapi untuk saat ini, aku mohon buka pintunya!" Mars berdecak dengan kesal, karena ia merasa frustasi miliknya sudah bangun minta untuk segera dipuaskan.


Hening tidak ada jawaban dari dalam kamar Kejora, membuat Mars terus mengumpat dengan mengusap wajahnya kasar. Dengan langkah gontai mau tidak mau Mars turun kembali ke lantai satu.


"Woy bro, kenapa cepat sekali?" sindir Boy, saat melihat Mars berjalan dengan langkah yang gontai, dan wajah yang memerah.


"Diamlah!" Sahut Mars dengan ketus. "Kamar tamu di mana?" Mars menatap sekeliling ruangan.

__ADS_1


"Kau itu sebenarnya ingin bertanya kamar tamu, atau letak bathroom?" sindir Boy.


"B ...." Geram Mars.


Boy pun akhirnya tertawa terbahak-bahak, setelah melihat wajah frustasi sepupunya. Tanpa banyak bicara lagi, Boy menunjuk kamar tamu untuk Mars.


"Aku kira kau itu wanita yang bodoh yang mudah di rayu, tapi sepertinya kau wanita yang hebat. Dan sepupuku itu tidak salah memilih wanita, walaupun kau sedikit aneh dan gila." Gumam Boy dalam hati, lalu kembali tertawa saat mengingat bagaimana wajah frustasi sepupunya. Boy tahu dengan jelas, rasanya seperti apa saat menahan gairah yang sudah meninggi, dan itu rasanya sangat tidak enak dan membuat pusing kepala.


Sementara itu di dalam kamar tamu, lebih tepatnya lagi di dalam bathroom. Mars yang sudah melepaskan hasrat dengan caranya sendiri, kini menatap cermin yang ada di hadapannya. Ia tidak pernah menyangka, Kejora bisa membodohinya seperti tadi.


"Apa yang sudah dilakukan oleh Boy dan Agam pada Kejora? Kenapa istri bodohnya dengan otak mesum tingkat tinggi, bisa berubah menjadi lebih berani dan tidak bodoh, hanya dalam waktu satu bulan."


Mars yang masih bingung, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia kini harus menyiapkan cara yang lain, untuk bisa menaklukkan istrinya dan membawanya pergi dari vila terkutuk ini.


Keesokan harinya.


Suasana pagi hari di vila, terasa sangat dingin. Mars yang masih berada di dalam selimut, enggan bangun dari atas tempat tidurnya. Namun saat ia teringat kembali misinya datang ke vila ini, dengan segera Mars bangkit dari tidurnya dan bergegas untuk mandi.


"Di mana Kejora?" tanya Mars, saat melihat hanya ada Boy yang duduk di kursi makan.


"Dia sedang bermain dengan burung." Jawab Boy dengan asal.

__ADS_1


"Bermain dengan burung? Maksudmu?" Mars mengerut keningnya.


Boy yang merasa sarapan paginya terganggu dengan pertanyan Mars, langsung menatap sepupunya dengan tajam. Namun tatapan tajam itu, berubah menjadi tatapan penuh kelicikan.


"Apa kau tahu? Istrimu selama tinggal di sini pekerjaan hanya memainkan burung orang lain. Dia tiap pagi mengusap burung itu dan menciumnya tanpa rasa jijik."


"Burung orang lain? Jangan bilang burung-" Mars menghentikan perkataannya, lalu melihat arah padangan Boy yang mengarah ke miliknya.


"What? Kau gila B, kau melihat semua itu tapi kenapa kau diam!" Geram Mars, dengan wajah yang memerah karena marah.


"Aku bisa apa? Istrimu itu gila, dia bilang rindu dengan milikmu makannya ia mencari milik pria lain." Sahut Boy dengan ekspresi datarnya, sambil menahan tawanya.


"Damn! Sekarang di mana Kejora?" tanya Mars dengan sangat geram.


"Dia ada di halaman belakang." Jawab Boy, dengan santai.


"What di halaman belakang? Kau itu benar-benar iblis, B! Aku akan memberikan pelajaran padamu nanti." Mars berlari ke halaman belakang. ia tidak pernah menyangka istri polosnya itu bisa berubah menjadi wanita yang mengerikan.


Sementara Boy yang masih duduk di kursi makan, langsung tertawa terbahak-bahak setelah melihat kepergian Mars.


"Dasar otak mesum! Hanya karena tadi malam kau gagal bercinta, membuat pikiranmu menjadi kotor." Cibir Boy, lalu kembali memakan sarapan paginya.

__ADS_1


Dan di halaman belakang, Mars yang sangat marah kini seperti orang yang kesetanan, saat melihat Kejora yang sedang menunduk di depan seorang pria yang sedang berdiri.


"Kejora!" Bentak Mars. Dan tanpa banyak berkata, Mars melayangkan pukulan pada pria yang berani menganggu istrinya.


__ADS_2