
Setengah jam kemudian.
Mars dan beberapa pengawal pribadinya yang sudah sampai ditempat rahasia. Langsung masuk kedalam, begitu melihat para penjaga yang biasa berjaga di luar sudah tidak ada di tempatnya.
"Tom ...!" Mars berteriak memanggil sahabat, sekaligus orang kepercayaannya.
"Tuan, aku disini." Sahut Tom, saat mendengar suara tuan Mars memanggilnya.
Mars yang mendengar suara Tom, langsung berjalan menuju sebuah ruangan. Ia membuka pintu tersebut, dan melihat Tom beserta anak buahnya sudah terikat.
"Sial!" Umpat Mars, saat sadar ia sudah ketinggalan satu langkah oleh si domba itu. "Cepat bebaskan mereka!" Perintah Mars, pada anak buah yang di bawanya.
"Tuan, akhirnya anda datang juga." Tom yang sudah terbebas dari ikatannya, kini bisa bernapas dengan lega.
"Sejak kapan kalian dilumpuhkan?" tanya Mars.
"Sesaat setelah anda menutup ponselnya. Tiba-tiba ada beberapa orang, yang berpakaian hitam masuk ketempat kita." Jawab Tom.
Mars yang merasa kesal, langsung menghubungi seseorang. Setelah selesai berbicara, Mars langsung menutup ponselnya.
"Apa yang dititipkan oleh Aries?" Tanya Mars.
"Eh, bagaimana anda bisa tahu?" Tom balik bertanya.
__ADS_1
"Tom ....!" Sentak Mars.
Membuat Tom langsung terdiam, lalu menarik napasnya. Ia bersiap-siap untuk mengatakan apa yang diperintahkan oleh Tuan Aries Pratama.
"Planet Merah! Jika kau berani melukai wanitaku lagi, maka di detik itu juga aku akan mengambil dan membawa Kejora pergi jauh darimu!" Tom berkata, sambil menunjuk Tuan Mars.
"Cih ... dia pikir aku takut pada ancamannya." Sinis Mars.
"Aku tahu, kau tidak akan takut pada ancaman ku! Tapi harus kau ingat dengan jelas! Aku bekerja tidak sendirian, ada orang yang akan selalu siap membantuku." Tom kembali melanjutkan perkataannya, lalu tertawa terbahak-bahak.
"Tom ...! Berani kau menertawakan aku?" Bentak Mars.
"Tidak tuan, aku tidak berani. Aku hanya memperagakan semua yang dibicarakan dan dilakukan oleh tuan Aries. Karena tuan Aries mengatakan, kalau aku salah sedikit saja menyampaikan pesannya. Maka aku akan diculik oleh mereka." Tom berusaha menjelaskan pada tuannya.
"Black shadow." Gumam Mars, mengepalkan kedua tangannya dengan erat. "Dia pikir aku takut!" Mars tertawa mengejek.
"Oh ya, satu lagi!" Seru Tom.
"Apalagi?" Geram Mars.
"Aku tahu sepak terjang dan kehebatan Three Devils. Tapi itu dulu, saat kalian masih bersama dan saat Boy Arbeto tidak menghilang. Jadi jangan kau remehkan peringatan aku." Ucap Tom, sambil berkaca pinggang.
"Apa dia juga berkacak pinggang?" Seru Mars, dengan wajah yang kesal.
__ADS_1
"Tentu saja." Jawab Tom. Padahal yang sebenarnya, Tuan Aries sama sekali tidak berkacak pinggang. Tom hanya ingin merasakan bagaimana rasanya, menjadi orang yang berani dan angkuh di depan Tuan Mars.
Mars tersenyum sinis, lalu berjalan keluar dari tempat tersebut.
"Tuan, ada satu pesan lagi dari tuan Aries." Tom mengejar tuannya.
"Ya ampun, apa lagi!" Mars sudah semakin emosi.
"Tuan Aries bilang, kau harus mencari seseorang yang pintar untuk jadi orang kepercayaan anda." Tom menyampaikan pesan terakhir, dari tuan Aries. Namun setelah mengatakannya, wajah Tom berubah pucat saat menyadari arti dari pesan tersebut.
"Dia memang benar, seharusnya aku sudah memecatmu dari dulu! Dan mencari orang yang lebih handal untuk berada di sampingku." Mars terus berjalan, tanpa mempedulikan ekspresi dari Tom.
"Tuan, tunggu dulu!"
Tom yang tidak mau dipecat, langsung mengejar tuan Mars. Ia berusaha menyakinkan tuannya, kalau pesan terakhir dari tuan Aries adalah tuduhan yang tidak masuk diakal. Karena Tom adalah orang paling handal, dan paling setia di samping tuan Mars.
Sementara itu Mars, sama sekali tidak mempedulikan perkataan Tom. Ia terus berjalan cepat, dengan satu tujuan. Yaitu pulang ke Apartemen untuk bertemu dengan Kejora, dan menyekap bintang dihatinya itu seharian penuh.
...🍀🍀🍀...
Bandara Soekarno-Hatta.
Seorang pria berkacamata hitam, tampak sedang duduk di dalam ruangan tunggu VIP. Ia terlihat sedang mendengar informasi dari orang yang berdiri disampingnya. Pria itu kemudian tersenyum, lalu mengambil ponselnya. Ia menatap wajah wanita cantik, yang ada di dalam ponsel tersebut dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1