
"British School?" seru Kejora dengan jantung yang berdegup dengan kencang.
"Ya, aku dan Mars sekolah di British School." Ucap Venus.
Jantung Kejora semakin berdetak tidak karuan, dan memikirkan apa mungkin Mars cinta pertamanya adalah Mars suaminya.
"Dan ini foto three Devil." Venus menunjuk foto Mars, Boy, dan Agam di dalam kelas. "Dan ini Mars saat ia mendapatkan penghargaan sebagai juara satu umum di sekolah kami."
"Cinta pertamaku."
Kejora yang terkejut dengan apa yang dilihatnya, reflek mengusap foto Mars yang mengenakan pakaian seragam sekolah. Dan tanpa terasa air mata menetes di kedua pipinya tanpa bisa ia tahan, bukan air mata kesedihan namun air mata kebahagiaan saat tahu cinta pertamanya adalah suaminya sendiri.
"Kakak ipar kau kenapa?" Venus yang melihat Kejora menangis, dengan cepat merangkul wanita yang duduk di sampingnya. "Apa Mars melakukan sesuatu padamu?" selidik Venus.
Kejora yang masih menangis terus mengusap foto Mars tanpa menjawab pertanyaan Venus, membuat Venus semakin bingung dan berinisiatif menghubungi ponsel Mars.
"Apa yang kau lakukan pada Kejora sampai dia menangis?" tanya Venus tanpa tedeng aling-aling begitu sambungan telepon terhubung.
"Menangis?" Mars mengerutkan keningnya lalu teringat akan sesuatu. "Berikan ponselmu pada Kejora!" perintah Mars.
Venus menghela napasnya, lalu memberikan ponselnya pada Kejora.
"Kejora!" panggil Mars lewat sambungan telepon.
"Emm..." Kejora menyahut dengan suara terisak.
"Apa kau sudah melihatnya?" tanya Mars, yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya.
__ADS_1
"Emm..." tanpa sadar Kejora menganggukkan kepalanya sambil terus menangis.
"Sekarang kau sudah tahu jawabannya sejak kapan aku mencintaimu." Ucap Mars.
"Emm... " Kejora kembali menganggukkan kepalanya, padahal Mars tidak bisa melihat jika Kejora saat ini sedang menganggukkan kepalanya.
"Lalu kenapa kau menangis?"
Kejora mengusap air matanya lalu menarik napasnya. "Aku menangis karena aku bahagia kau adalah cinta pertamaku." Lirih Kejora.
Venus yang mendengar perkataan Kejora langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.
"Aku bukan hanya cinta pertamamu, tapi suami mu yang pertama dan terakhir." Ucap Mars dengan senyum di bibirnya.
Kejora lagi-lagi menganggukkan kepalanya, dengan tangis yang semakin keras.
"I love you too." Balas Mars. "Cepatlah kau datang ke kantor ku! Aku tidak sabar ingin memelukmu." Pinta Mars.
Dan tanpa mengatakan apa pun, Kejora langsung memberikan ponsel Venus dan pergi begitu saja dari Mansion Graham. Meninggalkan Venus yang tampak terbengong dengan apa yang dilihat dan didengarnya.
"Apakah aku bisa mendapatkan dan merasakan kisah cinta manis seperti mereka." Gumam Venus sambil menghela napasnya, lalu melihat jam dipergelangan tangannya. "Gawat aku terlambat!" Venus berlari menuju pintu keluar Mansion.
...🍀🍀🍀...
Hotel Ritz Carlton.
Hari ini seperti yang telah disepakati sebelumnya, Venus pun datang ke hotel Ritz Carlton untuk melakukan pertemuan bisnis dengan tuan Aries. Lama Venus menunggu pria yang menyebalkan itu, sampai akhirnya tuan Aries datang bersama orang kepercayaannya.
__ADS_1
"Maaf aku terlambat." Ucap Aries yang sudah duduk di depan Venus.
Venus terdiam lalu menatap jam di pergelangan tangannya.
"Lima belas menit! Anda terlambat lima belas menit dan sudah membuat aku mengalami kerugian yang sangat besar." Ucap Venus dengan tegas dan raut wajah yang datar tanpa ekspresi.
"Berapa kerugian yang Anda alami? Aku akan menggantinya." Balas Aries tak kalah tegas, ia tahu dirinya bersalah karena sudah terlambat datang, tapi ia juga sudah meminta maaf dan semua itu memang tidak disengaja olehnya.
"Tidak perlu, karena aku tidak butuh uang Anda! Tapi lain kali jika Anda terlambat, maka aku tidak akan segan-segan untuk memutuskan hubungan kerjasama kita. Karena aku tidak suka berbisnis dengan seseorang yang tidak bisa menghargai waktu." Ketus Venus panjang lebar.
"Kau-"
"Ini laporannya." Venus memotong perkataan Aries dan menyerahkan sebuah berkas di atas meja.
Aries yang hendak marah berusaha menahan emosi yang ada dihatinya, dan mengambil berkas yang ada di atas meja. Dan setelah setengah jam pertemuan tersebut, tanpa basa-basi dan tidak mengikuti perjamuan makan lebih dahulu, Venus memutuskan pergi dari tempat tersebut.
Sementara Aries yang duduk diam di kursinya, menatap punggung Venus yang menjauh dengan segala pemikiran yang ada di otaknya.
"Mark cari tahu semua info tentang Venus Graham! Aku tunggu lima belas menit dari sekarang!" perintah Aries pada tangan kanannya.
"Baik tuan." Ucap Mark.
"Aku akan lihat sejauh mana tingkat kesombongan dan keangkuhan wanita itu!" gumam Aries dengan seringai licik dibibirnya.
...💐💐💐...
🍃 untuk part berikutnya sudah masuk ke season dua, mom akan menceritakan tentang Venus, Tom, dan Aries tanpa menghilangkan Mars dan Kejora yang sedang menunggu baby mereka lahir. Dan karena novel mom masih eror, setiap mom up akan mom tambah dengan bab pengumuman supaya part yang mom tulis bisa kebuka. Sekian penjelasan dari Mom dan terima kasih 🙏🥰😘
__ADS_1