Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 59


__ADS_3

"Dengar Kejora! Aku tidak suka, jika kau menyebut nama pria lain. Dan aku paling tidak suka, apa yang menjadi milikku disentuh oleh orang lain. Kau mengerti?" Mars berkata dengan sangat tegas, dan tak terbantahkan.


Kejora hanya diam, dengan wajah yang bingung.


"Jawab aku, apa kau mengerti?"


"A-aku tidak mengerti," Jawab Kejora.


Mars berdecak dengan kesal, karena seperti biasanya kalau berbicara dengan Kejora membutuhkan ekstra kesabaran yang tinggi. Tanpa membuang waktu, Mars kembali mencium bibir istrinya. Tangannya dengan terampil membuka satu persatu, kancing kemeja milik Kejora. Hingga terbuka semua, dan mulai bermain dikedua aset milik istrinya.


"Emh ..." Leguhan keluar begitu saja dari bibir Kejora, yang sudah terbuai oleh sentuhan tangan tuan Mars.


Setelah beberapa saat, dan mulai tersadar kalau saat ini tubuh atasnya sudah tidak terbungkus oleh pakaian. Dengan sekuat tenaga Kejora memberontak, lalu mengigit bibir tuannya dengan keras.


"Shit!" umpat Mars, setelah melepaskan ciumannya.


"Tuan, aku mohon lepaskan aku! Aku tidak mau khilaf lagi." Pinta Kejora.


"Kau tidak mau khilaf lagi, tapi sekarang aku yang khilaf." Mars kembali menyusuri bibir tipis milik istrinya, ********** dengan penuh gairah yang membara.


"Tuan, lepaskan aku! Kenapa anda itu hobi sekali khilaf? Dan kenapa anda marah-marah padaku, hanya karena Rian ingin menciumku?" Serentetan pertanyaan keluar dari Kejora, saat tuan Mars melepaskan ciumannya. "Anda itu egois, dan ini semua tidak adil bagiku." Protes Kejora.


"Egois? Tidak adil?" Mars menghentikan gerakan tangannya, yang hendak melepaskan bawahan yang dikenakan oleh Kejora.

__ADS_1


"Ya, anda bisa bebas berciuman dengan wanita lain. Dan sebentar Lagi akan menikahi wanita yang paling anda cintai. Lalu aku, nasib aku bagaimana? Aku ...." Kejora menghentikan ucapannya, dan mulai menitikkan air matanya.


Melihat Kejora menangis, membuat hati Mars ikut merasa sakit. Mars langsung memeluk Kejora dengan erat. "Apa kau cemburu, saat melihat aku mencium Monica?" Bisik Mars.


"Aku tidak cemburu, hanya saja aku merasa ini tidak adil bagiku." Sahut Kejora, sambil menghapus air matanya.


Mars menghela napasnya, saat mengetahui kalau Kejora tidak cemburu padanya. Dan itu berarti istrinya itu belum mencintainya. Mars tidak pernah menyangka, akan sesulit ini mengambil hati wanita. Di tambah lagi dengan kedatangan kekasih lama Kejora, maka akan semakin sulit mendapatkan hati istrinya. Dan satu-satunya cara untuk mengikat Kejora, hanya dengan membuatnya hamil. Dan itu pasti akan dilakukan oleh Mars saat ini juga.


"Tuan, kau mau apa?" Kejora terjengkit, saat tuan Mars menarik bawahan yang dikenakannya. Hingga membuat tubuh bawahnya polos, tanpa sehelai benang pun. "Aku tidak mau tuan, aku ..." Kejora menutup bibirnya, agar tidak menjerit. Saat tuan Mars, bermain di bawah sana.


"Kau yakin tidak mau?" Mars semakin menggoda Kejora.


"Tuan, aku ... Ah ...." Kejora melepaskan desahannya begitu saja.


"Aw ... " Pekik Kejora, saat lagi-lagi merasakan sesuatu memasukinya. Rasanya masih sakit, sama seperti saat pertama kali mereka bercinta.


Mars mengecup bibir Kejora, agar istrinya itu merasa rileks. Dan memulainya secara perlahan. Suara desahan dan erangan, memenuhi seluruh penjuru kamar. Hawa panas menyelimuti seluruh tubuh mereka, yang sedang terbakar oleh gairah yang membara.


"Percayalah padaku, Kejora." Bisik Mars, disela-sela permainannya.


"Mempercayai anda?" Kejora mengulangi perkataan tuan mars, sambil menggigit bibir bawahnya. Menahan kembali suara desahan yang lagi-lagi akan keluar dari bibirnya.


"Cukup percaya, dan buka hatimu untukku." Pinta Mars, lalu mengecup kening Kejora dengan sangat lembut.

__ADS_1


Kejora tidak terlalu mendengarkan perkataan Tuan Mars, karena begitu terhanyut pada permainan yang dilakukan tuannya itu.


Entah sudah berapa lama waktu yang mereka habiskan untuk bercinta. Dan saat ini, Mars melihat Kejora yang sudah tertidur lelap di samping dirinya.


"Tidurlah sayang." Mars mengecup bibir Kejora. "Dan cepatlah hadir." Ucap Mars, sambil mengusap perut rata Kejora. Lalu memeluk istrinya itu dengan erat, dan ikut tertidur di samping Kejora. Dengan sejuta harapan yang tersimpan dihatinya.


Nb : Maaf ya kalau sedikit agak² haredang 🙏


...🌺🌺🌺...


•﷽‎,•


Menghitung hari menuju Ramadhan. Ya..kurang lebih bbrp jam Ramadhan menjelang.


Sya'ban ibarat gerbang untuk menyambut tamu mulia. Apa yang kita persiapkan?


Bebersih hati, jiwa dan raga...


Mom memohon maaf lahir dan bathin atas semua hal yang tidak berkenan dan menyinggung perasaan selama kita berinteraksi.


Baarakallahu fiikum, semoga Allah Subhaanahu wata'ala memudahkan setiap urusan kita dan melapangkan rezeqi kita.


Aamiiin yaa mujibassailin

__ADS_1


Salam takzim


__ADS_2