
"Tuan Anda baik-baik saja?" tanya wanita itu, menghampiri pria yang sedang berusaha menggapai dinding. Ia segera membantu pria tersebut karena tidak tega melihatnya yang kesusahan untuk berdiri.
"Venus, kau kah itu?" Tom mencoba menajamkan penglihatannya yang mulai kabur.
"Tuan Anda mabuk? Kamar Anda yang mana? Biar aku yang mengantar Anda." Wanita itu menopang tubuh pria tersebut.
"Kamar?" Tom mengerutkan keningnya. "Ya, kamar..." ujar Tom dengan seringai tipis di bibirnya, ia segera menarik tangan Venus dengan cepat.
"Tuan lepaskan aku!" teriak wanita itu saat dirinya di bawa paksa masuk ke dalam sebuah kamar.
Venus yang sedang berjalan menuju kamar Tom, langsung menghentikan langkahnya saat melihat seorang wanita masuk ke dalam kamar sahabatnya itu. Walaupun hanya melihat sekilas tapi Venus sangat yakin yang masuk ke dalam kamar Tom adalah wanita, karena terlihat dari pakaian dan rambutnya yang panjang.
Venus yang sempat terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya, memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut. Namun belum sempat Venus melangkahkan kaki, tangannya justru ditarik oleh seseorang.
...🍀🍀🍀...
Apartemen Casa Grande.
__ADS_1
"Venus...." Teriak Mars dengan sangat keras, ia terbangun dari tidurnya dengan napas yang tersengal-sengal.
"Mars.. kau kenapa?" Kejora yang ikut terbangun karena mendengar teriakkan suaminya, langsung mendekati Mars yang terlihat ketakutan.
"Venus.. aku merasakan sesuatu yang buruk terjadi padanya." Mars bangun dari tempat tidurnya, dan segera mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Venus.
Sementara Kejora yang masih mengantuk melihat jam yang ada di atas nakas.
"Kenapa teleponnya tidak diangkat." Mars yang khawatir menjadi semakin cemas.
"Mars mungkin saja Venus sudah tidur? Kau lihat ini sudah jam satu malam." Ucap Kejora menghampiri suaminya lalu mencoba menenangkannya.
Kejora yang melihat wajah Mars yang begitu cemas, menjadi bingung harus berbuat apa.
"Mars coba kau hubungi Tom! Bukankah dia ada di Bali dan menginap di hotel yang sama dengan Venus?" ujar Kejora.
"Ya sayang kau benar." Mars kemudian mencoba menghubungi ponsel Tom.
__ADS_1
"Bagaimana sayang?" tanya Kejora saat melihat Mars yang berjalan mondar-mandir dengan sesekali mengumpat.
"Sial! Tom juga tidak mengangkatnya." Umpat Mars dengan sangat kesal. "Kemana mereka? Kenapa tidak ada satu pun yang mengangkat ponselnya." Mars merasa sangat frustasi, lalu ia teringat pada Eva asisten pribadi adiknya.
"Shit.....!" Mars mengumpat dengan keras saat nomer ponsel Eva tidak aktif.
Sementara Kejora yang sedang berdiri di dekat Mars, sontak terkejut saat mendengar suaminya yang berteriak dengan penuh amarah.
"Sayang maaf...." Mars yang tersadar sudah membuat Kejora terkejut, langsung memeluk Istri tercintanya itu.
"Mars tenanglah! Aku tahu kau sedang khawatir pada Venus, tapi dengan cara kau yang seperti ini justru membuatmu tidak bisa berpikir dengan jernih." Kejora mengusap bidang dada suaminya dengan perlahan.
Mars menganggukkan kepalanya, lalu mencoba untuk berpikir dengan jernih. Ia kembali mencoba menghubungi ketiga orang yang ada di Bali itu, dan berharap salah satunya mengangkat ponsel darinya.
"Aku harus ke Bali." Ucap Mars saat tidak ada satu orang pun yang mengangkat ponsel darinya. Ia langsung mengirim pesan pada anak buahnya untuk menyiapkan pesawat pribadi milik keluarga Graham.
"Tapi Mars ini--"
__ADS_1
"Aku harus pergi sayang, aku benar-benar khawatir dengan keadaan Venus." Ujar Mars berjalan menuju walk in closet.