Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 158 Season 3


__ADS_3

"Don't B! Aku dan Dad Aiden sudah berjanji pada mom Dila tidak akan mencari bajingan itu." Cegah Mars.


"Yang berjanji itu kau! Bukan kami!" Boy menaikkan kedua alis matanya. "Kau pulang saja dan tunggu kabar dariku!" Boy tersenyum penuh arti.


Mars yang sempat bingung kini membalas senyuman Boy dengan seringai tipis dibibirnya, saat mengerti maksud perkataan sepupunya.


"Cepat kau pulang! Dan perlakuan Bintang dengan baik! Jangan sampai wanita itu kabur lagi dan membuat aku repot." Boy segera melangkahkan kakinya keluar dari klub tersebut bersama dengan Agam.


"Kejora! Nama istriku Kejora!" teriak Mars dengan geram, karena lagi-lagi Boy mengubah nama Kejora dengan seenak hatinya.


Boy yang mendengar teriakan Mars hanya menjawab dengan lambaian tangan dan senyum tipis dibibirnya, namun senyuman itu langsung menghilang saat mengingat keadaan Venus adik sepupunya.


"Flower aku berjanji akan mencari bajingan itu sampai ke ujung dunia sekalipun." Boy menyeringai dengan sorot mata yang tajam dan mematikan.

__ADS_1


...🍀🍀🍀...


Setelah selesai berbicara dengan Boy dan Agam, Mars secepat mungkin pulang ke apartemennya untuk menemui Kejora. Saat ini perasaan bersalahnya pada Venus sedikit terobati saat mengingat kedua sepupunya akan mencari bajingan itu, dan itu artinya sebentar lagi ia bisa balas dendam pada pria yang sudah membuat Venus hamil.


"Kejora....!" panggil Mars dengan debaran jantung yang begitu cepat, ia sudah tidak sabar menemui istri cantiknya yang sudah dua bulan ini ia terlantarkan karena sibuk dengan perasaan bersalahnya pada Venus. "Kejora.... " Mars membuka pintu kamarnya namun tidak ada siapapun di dalamnya.


Mars yang merasa aneh karena tidak menemukan keberadaan Kejora di dalam kamar, dengan segera mencari istrinya di seluruh ruangan yang ada di apartemen.


"Kenapa ponselnya tidak diangkat!" Mars yang merasa sangat khawatir, langsung berlari ke ruang kerjanya untuk melihat rekaman CCTV. "Apa-apaan ini?" Mars melihat dengan sangat jelas orang yang sangat ia kenal, datang ke apartemennya satu jam setelah kepergiannya. "Apa yang dia lakukan di apartemenku?" Mars lalu melihat bagaimana orang tersebut pergi bersama Kejora entah ke mana.


Dengan segera Mars menghubungi anak buahnya, dan memerintahkan mereka untuk mencari Kejora di tempat yang berhubungan dengan rivalnya itu.


"Kalau dia berani membawa Kejora kabur lagi, maka aku tidak akan segan-segan menghabisinya!" Geram Mars dengan tangan yang terkepal erat, lalu segera keluar dari ruang kerjanya untuk mencari Kejora.

__ADS_1


Dan saat Mars membuka pintu apartemennya, betapa terkejutnya Mars saat melihat Kejora berdiri di samping pria yang sangat ia benci yang bernama Aries alias manusia domba.


"Kau!" Mars mencengkram kerah pakaian Aries dengan tatapan membunuh. "Berani sekali kau membawa istriku!" Mars bersiap-siap ingin melayangkan tinjunya.


"Mars jangan!" Kejora menahan lengan Mars yang ingin memukul kak Aries, dan segera memeluk suaminya dengan erat.


"Lepas Kejora! Aku ingin menghajar bajingan ini karena sudah berani membawamu." Mars dengan perlahan berusaha melepaskan tangan Kejora dari pinggangnya, ia tidak ingin bersikap kasar karena takut melukai Kejora dan baby Galaxy yang ada di perut istrinya.


"Tenang Tuan Mars Graham! Aku hanya mengajak istri tercintamu untuk makan malam, apa itu salah?" tanya Aries dengan senyum sinis di bibirnya.


"Tentu saja salah! Karena kau membawa Kejora tanpa seijinku." Mars menatap Kejora yang masih memeluknya dengan erat, dan saat itu juga wajahnya cemas saat menyadari sesuatu yang salah. "Sayang lepaskan! Kasihan baby Galaxy tergencet seperti ini."


Kejora yang baru tersadar jika perut buncitnya terhimpit, dengan segera melepaskan pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2