Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 52


__ADS_3

"Jangan! Eh, bukan itu maksud aku. Maksud aku itu -- "


Belum sempat meneruskan perkataannya, Kejora kembali berteriak saat tubuhnya diangkat oleh tuan Mars.


"Tuan, turunkan aku!" Kejora sudah mulai ketakutan, saat tuan Mars membawanya ke atas tempat tidur.


"Diam dan jangan bergerak!" Mars menghimpit tubuh Kejora, hingga membuat kulit mereka saling bersentuhan. Karena tidak ada pembatas yang dikenakan oleh mereka, selain pakaian dalam milik Kejora.


"Aw .... " Pekik Kejora, yang lagi-lagi merasakan sesuatu yang keras menyentuh bagian bawahnya. Membuatnya merasakan sesuatu, yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. "Tuan apa kau -- " perkataan Kejora terhenti, saat merasakan sesuatu yang kenyal menempel dibibirnya. "Oh my God, apa ini yang namanya ciuman?" Gumam Kejora, dengan jantung yang berdegup kencang. Matanya menatap wajah tuan Mars, yang terlihat sedang memejamkan kedua matanya.


Mars yang sedang mencium bibir Kejora, mulai menggigit bibir bagian bawah istrinya. Agar mendapatkan akses, untuk menelusurinya lebih dalam.


"Emh ..." Kejora melenguh, saat bibirnya digigit oleh Tuan Mars


Merasakan mendapat celah dari bibir Kejora, dengan cepat Mars memasuki dan menelusuri rongga mulut istrinya. Merasakan setiap rasa yang ada di dalamnya, rasa yang semakin membangkitkan gairahnya.


"Kenapa kau diam saja?" Mars bertanya, setelah melepaskan pangutannya. Karena sejak awal mencium bibir Kejora, ia tidak mendapatkan balasan sedikitpun dari istrinya.


"Aku ... memangnya aku harus berbuat apa?" Kejora menundukkan kepalanya.


"Jangan bilang kau tidak pernah berciuman?" Selidik Mars.

__ADS_1


Kejora menganggukkan kepalanya, dengan tersipu malu.


Mars langsung tersenyum bahagia, saat mengetahui dirinya yang pertama kali mencium Kejora. Bukan kekasih pertama Kejora, yang bernama Aries itu.


"Kau begitu manis," Mars berkata dengan sangat pelan. Tangannya mengusap bibir Kejora dengan penuh kelembutan.


"Apa tuan, kau mengatakan apa?" tanya Kejora, karena tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan oleh tuan Mars.


"Nothing ...." Mars hendak mencium kembali, bibir Kejora.


"Jangan tuan! Kita tidak boleh melanjutkan ini!" Kejora menahan tubuh tuan Mars.


"Kenapa? Kenapa tidak boleh?" Mars menatap tajam pada Kejora.


"Karena pernikahan kita tidak dilandasi oleh cinta." Jawab Kejora, dengan gugup dan takut.


"Apa maksudmu?" Mars menautkan kedua alis matanya.


Kejora menghela napasnya. "Apa tuan mencintai aku?" tanya Kejora.


Mars langsung terdiam, menatap wajah Kejora dengan intens. "Kalau aku jawab iya, mau ditaruh di mana wajahku ini." Mars bergumam dalam hati. "Tentu saja tidak." Jawab Mars, dengan tegas.

__ADS_1


"Nah itu dia, karena tuan tidak mencintai aku. Jadi kita tidak bisa melakukannya." Sahut Kejora.


"Sial! Kenapa jadi begini." Umpat Mars, dalam hati. Menyesali jawabannya sendiri.


"Tuan pasti tahu, jika kita melakukan making love, harus dengan orang yang kita cintai? Sedangkan tuan tidak mencintai aku, jadi --"


"Apa kau tidak mencintaiku?" potong Mars.


"Tidak." Jawab Kejora, dengan singkat dan jelas.


Mars terdiam sambil menunggu sesuatu. "Kenapa kau tidak bersin-bersin?" Mars menatap hidung Kejora.


"Untuk apa aku bersin?" Kejora balik bertanya, dengan wajah yang bingung.


"Sial! Dia berkata jujur." Umpat Mars, dalam hati. Mencengkram tangan Kejora dengan kuat.


"Tu-tuan, tanganku." Kejora mulai ketakutan, saat melihat wajah tuan Mars yang terlihat marah. "Tolong lepaskan aku, tuan! Kalau kita begini terus, aku takut khilaf." Ceplos Kejora, dengan jujur.


Hati Mars yang tadinya panas karena emosi, langsung berubah dingin saat mendengar celotehan Kejora.


"Kalau begitu, kita bikin khilafmu menjadi kenyataan." Mars menekan tubuh Kejora, sambil ******* bibir istrinya. Memaksa Kejora, untuk membalas ciumannya. Tangannya pun tidak tinggal diam, dan mulai menyentuh setiap inci tubuh Kejora. Melepaskan pengait bra, dan mulai bermain di kedua aset milik istrinya.

__ADS_1


"Emh, tu-tuan. Hentikan!" Kejora mulai mendesah tidak karuan, saat tuan Mars terus menyentuh tubuhnya. Menciptakan sebuah rasa, yang membuat tubuhnya seperti terbakar sesuatu. Hatinya berkata untuk menghentikan semua ini, namun tubuh dan otak kotornya justru meminta dirinya untuk diam dan menikmati semuanya.


Mendengar suara desahan dari bibir Kejora, membuat Mars semakin bernafsu untuk berbuat lebih. Dan sebentar lagi, wanita yang ada dibawahnya itu akan menjadi miliknya.


__ADS_2