
Kejadian itu berawal pada saat Kejora berbohong pada Nyonya Veronica yang merupakan ibu tirinya. Ia sengaja berbohong demi menyelamatkan ayahnya yang sedang sakit, dan begitu nyonya Veronica tahu dirinya berbohong, ia langsung diseret dan dimasukkan ke dalam gudang kecil yang sangat kotor dan penuh dengan debu sampai membuatnya bersin-bersin tanpa henti.
Dan bukan hanya itu saja, Kejora bahkan tidak diberi makanan dan minum hingga membuatnya hampir mati kelaparan. Semua kejadian yang menakutkan itu sangat membekas di ingatan Kejora, hingga membuatnya reflek akan bersin-bersin ketika sedang berbohong.
Mars yang mendengar semua cerita Kejora menjadi sangat geram pada Nyonya Veronica, bisa-bisanya wanita jahat itu memperlakukan istrinya dengan begitu kejam.
"Hei, kau jangan menangis." Mars mengusap air mata Kejora saat melihat wanitanya menangis tersedu-sedu. "Kita akan pergi ke dokter untuk mencari cara agar kau bisa sembuh dan tidak lagi bersin-bersin saat berbohong." Ucap Mars. "Ya walaupun sejujurnya aku lebih suka jika kau tetap seperti ini, setidaknya aku bisa tahu jika kau sedang berbohong padaku." Mars tertawa sambil mengerlingkan matanya.
"Mars...." Kejora memukul bahu suaminya dengan sedikit kesal.
Mars yang masih tertawa langsung menangkap tangan mungil istrinya. "Aku mencintaimu Kejora, sangat mencintaimu." Mars mengecup bibir istrinya.
Mereka pun saling ******* bibir satu dan lainnya dengan penuh rasa cinta.
"Mars boleh aku bertanya padamu?" tanya Kejora saat ciuman mereka terhenti.
Mars menganggukkan kepalanya sambil mengelus perut Kejora, entah sejak kapan kegiatan mengelus perut Kejora menjadi candu baginya.
"Sejak kapan kau mencintaiku?"
__ADS_1
Mars terdiam sesaat lalu mengangkat kedua bahunya.
"Mars katakanlah!" pinta Kejora bergelayut manja pada lengan suaminya.
Mars tetap diam sambil terus mengusap perut Kejora.
"Mars kau itu menyebalkan!" Kejora mencebikkan bibirnya.
"Hey begitu saja kau marah!" Mars menarik hidung Kejora lalu mengecup pipinya.
"Aku tidak marah, hanya saja aku ingin tahu sejak kapan kau mencintaiku? Karena seingat aku kau begitu membenciku apalagi pada kedua warna mataku." Ucap Kejora.
"Kau salah sayang, aku tidak membenci kedua warna matamu tapi aku sangat menyukai kedua warna matamu ini." Mars menatap lekat kedua mata indah milik Kejora.
Mars menghela napasnya, lalu mencium sekilas bibir Kejora.
"Dulu aku tidak suka dengan kedua warna matamu, karena warna mata yang kau miliki membuat hati dan akal sehatku seperti ditarik masuk ke dalamnya." Mars mengecup satu persatu mata milik Kejora. "Aku terlalu takut untuk mengartikan rasa tertarik itu, dan mengalihkannya dengan perasaan tidak suka dan benci."
Kejora menganggukkan kepalanya, lalu kembali menatap suaminya. "Jadi itu artinya kau sudah mencintai aku sejak lama?" tanya Kejora dengan senyum dibibirnya.
__ADS_1
Mars lagi-lagi menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.
"Mars...." pekik Kejora dengan sangat kesal, karena Mars tidak juga mengatakan sejak kapan pria itu mencintai dirinya.
"Kenapa kau begitu penasaran?" tanya Mars saat melihat Kejora yang merajuk.
"Tentu saja aku penasaran," ketus Kejora. "Jadi katakan padaku sejak kapan? Dan aku berjanji kau boleh bertanya apa pun tentangku sebagai gantinya." Kejora berusaha membujuk Mars.
"Ck, untuk apa aku bertanya tentangmu? Apa kau lupa aku tahu semua tentangmu?" Mars tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya juga sih." Gumam Kejora, karena suaminya itu sudah tahu semua tentangnya bahkan ukuran pakaian dalam miliknya saja Mars tahu. "Eh tunggu dulu! Kau kan belum tahu siapa cinta pertamaku." Ucap Kejora.
"Cinta pertama mu itu si domba! Mana mungkin aku tidak tahu." Sinis Mars dengan perasaan cemburu dihatinya.
"Ish, kak Aries itu kekasih pertamaku, bukan cinta pertamaku."
Mars mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan ucapan Kejora. "Bukankah cinta pertama dan kekasih pertama itu sama aja?"
Kejora menggelengkan kepalanya. "Tentu saja berbeda, karena kekasih pertama belum tentu orang yang kita cintai pertama kali." Jawab Kejora. "Apa kau tahu Mars? Cinta pertamaku itu namanya sama persis dengan namamu, yaitu Mars...." Kejora tersenyum, lalu menceritakan kejadian saat dirinya ditolong oleh murid laki-laki yang bersekolah di British School Jakarta.
__ADS_1
Mars mendengar semua cerita Kejora dengan wajah yang terkejut, ia tidak menyangka jika Kejora masih mengingat kejadian dulu saat pertama kali mereka bertemu. Dan bahkan Kejora mengatakan dirinya itu cinta pertama bagi Kejora.
Catatan penting : Mom mohon maaf sudah dua hari ini, entah kenapa setiap mom up dan sudah ada notif, tapi begitu di buka blank tidak bisa dibaca. Mom sudah kontak admin, hanya saja dari pihak admin mengatakan jangan memakai VPN, dan ketika admin cek ternyata bisa di buka. Jadi mungkin ada yang bisa buka dan ada yang tidak bisa buka. Jujur mom masih bingung dengan jawaban admin, entah sampai kapan kaya gitu. Tapi kalau masih terus seperti itu, mom akan kontak admin lagi hari Senin. Untuk part kali ini mom sengaja tulis ~ Part 120 karena menyesuaikan dengan yang double kemarin. Sekian pemberitahuan dari mom dan terima kasih 🙏🥰