Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 66


__ADS_3

Saat ini Kejora sedang duduk di sebuah ruangan yang sangat luas, dengan beberapa orang berpakaian hitam-hitam yang berjaga disekitarnya. Ia menatap sekelilingnya dengan bingung, lalu menatap kembali pada pria yang saat ini duduk di samping dirinya.


"Kak, kita ada di mana? Dan kenapa kakak membawaku kesini?" pertanyaan yang sejak tadi ditahan oleh Kejora, kini meluncur dengan sangat mudah dari bibirnya.


"Kita ada di kediaman pribadiku." Jawab Aries, sambil menggenggam tangan Kejora. "Dan aku membawamu kemari, karena aku sangat merindukanmu." Aries memang sangat merindukan Kejora, dan sudah beberapa hari ini ia berusaha menemui wanitanya itu. Namun semua akses untuk menemui Kejora, ditutup oleh Tuan Mars Graham. Bahkan untuk masuk ke lantai apartemen tempat Kejora tinggal, Aries tidak bisa menembusnya karena penjagaan yang sangat ketat.


Kejora menghela napasnya, sambil melepaskan genggaman tangan Kak Aries secara perlahan. Berusaha untuk duduk menjauh dari mantan kekasihnya itu. Sungguh perkataan tuan Mars tadi pagi, sudah membuat Kejora sadar akan statusnya saat ini. Status sebagai seorang istri, yang tidak memperbolehkan dirinya dekat-dekat dengan pria lain.


"Kak, aku mohon antarkan aku pulang." Pinta Kejora. "Aku harus pergi, karena aku harus --"


"Menghadiri pernikahan suamimu?" Sela Aries, dengan senyum sinis dibibirnya.


"Deg .... "


Kejora menatap Kak Aries, dengan wajah yang terkejut. Karena kak Aries mengetahui tentang pernikahan tuan Mars dengan Monica.


"Kau tidak perlu terkejut seperti itu! Aku bisa mengetahui apa pun, yang ingin aku ketahui." Ucap Aries, menjawab kebingungan Kejora.

__ADS_1


Kejora terdiam dengan kepala yang tertunduk. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi.


"Kejora, tinggalkan suamimu yang brengsek itu. Dan ikutlah bersamaku! Aku akan membawamu tinggal di luar, dan kita bisa memulai semuanya dari awal." Pinta Aries, mendekat dan menggenggam kembali tangan Kejora.


"Aku tidak bisa, kak ...." Lirih Kejora.


"Kenapa tidak bisa?" Aries mulai meninggikan suaranya. "Suamimu itu menikah lagi dengan wanita lain! Apa kau tidak sadar akan hal itu?" geram Aries.


"Aku sadar kak, tapi aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja." Ucap Kejora.


"Kau tidak bisa meninggalkannya, karena kau sudah mencintai si brengsek itu?" Aries berkata dengan sinis.


Kejora tidak tahu harus menjawab apa, karena ia sendiri juga bingung dengan perasaannya. Tapi yang Kejora tahu, saat ini ia tidak bisa meninggalkan Tuan Mars begitu saja.


Melihat diamnya Kejora, membuat hati Aries menjadi sakit. Ia sudah menebaknya, kalau hati Kejora memang sudah berpaling darinya. Tapi Aries tidak peduli akan hal itu. Karena yang terpenting baginya saat ini adalah, menjauhkan Kejora dari pria brengsek seperti Mars Graham. Aries tidak terima, jika wanita yang sangat ia cintai disakiti oleh pria lain.


"Dengar Kejora! Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka kau harus ikut bersamaku!" Aries mencengkram erat tangan Kejora, dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


"Kak, sakit ...." Lirih Kejora, yang merasakan tangannya dicengkeram erat oleh Kak Aries. Kejora sangat takut, melihat sorot mata milik pria yang pernah menjadi kekasihnya itu. Sorot mata itu begitu menakutkan, hingga membuatnya tidak bisa mengenali lagi sosok yang dulu selalu menjadi pahlawan baginya.


...🍀🍀🍀...


Four Seasons Hotel Jakarta


Di tempat lainnya, Mars yang baru mengetahui kabar penculikan Kejora. Langsung melempar semua barang-barang yang ada didepan matanya. Ia menatap Gaun pengantin yang sudah disiapkannya, dan cincin pernikahan yang sudah dipilih kejora dengan tatapan penuh kemarahan. Berani-beraninya seorang Aries Pratama menculik istrinya, dan membuat semua kejutan yang sudah ia siapkan susah payah menjadi berantakan seperti ini.


"Tom, bagaimana bisa!" Bentak Mars.


"Maaf tuan, tapi pada saat itu. Tuan Aries, membawa banyak sekali pengawal, dan kami --"


"Aku tidak butuh penjelasan darimu! Sekarang juga temukan Kejora! Kalau tidak, kau pasti tahu akibatnya." Ancam Mars, dengan tatapan membunuhnya.


"Baik, tuan." Tom langsung bergerak cepat, untuk mencari keberadaan Nyonya Kejora.


"Aries Pratama!" Geram Mars, dengan kedua tangan yang terkepal erat.

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian.


"Tuan, Nyonya Kejora sudah ditemukan." Ucap Tom, dengan napas terengah-engah. Karena ia langsung berlari kencang, saat mengetahui keberadaan Nyonya Kejora.


__ADS_2