
Perusahaan Megatech.
Mars yang sedang menunggu Kejora di ruang kerjanya, menatap jam dipergelangan tangannya. Sudah setengah jam berlalu, tapi Kejora belum datang juga.
"Tuan, diluar ada -- "
"Suruh dia masuk!" tanpa sadar bibir Mars tersenyum lebar.
"Tapi tuan, dia .... "
"Aku bilang suruh -- " Belum sempat meneruskan perkataannya. Mars menatap seorang wanita cantik, masuk kedalam ruangannya.
"Sayang, aku merindukanmu." Monica langsung berlari ke dalam pelukan kekasihnya.
Mars yang sangat terkejut dengan kedatangan Monica, hanya bisa terdiam tanpa membalas pelukan wanita cantik itu. Wanita yang kini sudah berstatus sebagai mantan kekasihnya.
"Sayang, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu di acara pernikahan kita." Monica mulai menangis. "A-aku dijebak oleh mantan kekasihku, dia memaksa aku untuk ikut dengannya. Aku ... aku .... " Monica menangis dengan histeris.
__ADS_1
Mars yang baru tersadar dari rasa terkejutnya, langsung memerintahkan Tom untuk keluar dari ruangannya. Tom yang awalnya tidak mau meninggalkan tuannya berdua dengan Monica, mau tidak mau keluar dari ruangan tersebut setelah mendengar ancaman dari tuannya.
"Apa aku harus memberitahu, Venus?" gumam Tom, berjalan bolak-balik di depan pintu ruang kerja tuan Mars.
Sementara itu di dalam ruang kerja, Mars yang sedang duduk disebelah Monica. Mulai mendengarkan penjelasan dari wanita cantik itu, kenapa dia lari di hari pernikahan mereka.
"Kenapa baru sekarang kau datang kepadaku? Seharusnya kau datang setelah kau menyadari kau dijebak olehnya." Ucap Mars, dengan aura dinginnya. Setelah mendengarkan penjelasan dari Monica.
"Aku ditahan di rumahnya. Dia mengunci semua pintu, dan tidak membiarkan aku keluar sama sekali." Jelas Monica, dengan isak tangis dibibirnya.
Mars terdiam dan hanya menatap intens, pada wanita yang sangat dicintainya itu.
Monica tersenyum bahagia, saat Mars memeluknya dengan erat. Monica tidak menyangka akan semudah ini mendapatkan maaf dari Mars. Dan untuk kali ini, Monica tidak akan meninggalkan Mars. Tujuan dirinya harus tercapai, yaitu menjadi seorang nyonya Mars Graham. Dan berbekal air tangis buaya, Monica sudah bisa membuat Mars kembali padanya.
Sementara itu diluar ruangan. Tom yang masih berjalan mondar-mandir, tampak terkejut saat merasakan bahunya dipegang oleh seseorang.
"Maaf anda siapa?" Tom memperhatikan wanita yang memakai pakaian kaos berbalut cardigan, dengan sapu tangan yang menutupi area bibirnya. Dan tangan satunya yang memegang sebuah tempat makan.
__ADS_1
"Ini aku, Kejora." Lirih Kejora, kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri.
"Nyonya Kejora?" Tom menelisik wanita yang ada didepannya. "Astaga, nyonya Kejora. Aku hampir tidak mengenali anda."
"Hus ... jangan keras-keras." Kejora menaruh jari telunjuknya di atas bibir.
"Ah syukurlah, anda kemari. Cepatlah anda masuk!" Tom menarik tangan istri tuannya.
"Tunggu dulu, tuan Tom!" Kejora melepaskan tangannya, saat mendengar suara dari dalam ruangan.
Tom dengan segera menghentikan langkahnya, saat melihat nyonya Kejora menempelkan telinganya di pintu ruangan. Dan tanpa sadar, Tom juga mengikuti apa yang dilakukan oleh Nyonya Kejora. Sehingga mereka berdua sama-sama menguping pembicaraan yang terjadi di dalam ruangan.
"Jadi, kapan kau akan menikahiku?" Monica yang duduk di pangkuan kekasihnya, membelai rambut Mars dengan lembut.
"Aku tidak bisa menikahimu, karena aku sudah menikah dengan wanita lain."
"Kalau begitu ceraikan saja wanita itu! Agar kita bisa menikah." Rajuk Monica.
__ADS_1
"Aku tidak bisa bercerai dengannya, karena aku sudah berjanji pada Mom Dila tidak akan pernah berpisah dengan wanita itu." Ucap Mars, dengan tersenyum sinis.