
"Aku akan mengantarmu pulang." Aries menggandeng tangan Kejora.
"Tidak perlu, kak. Aku bisa pulang sendiri." Kejora melepaskan tangannya dari genggaman Kak Aries.
"Kejora, ijinkan aku mengantarmu pulang. Karena kita harus melanjutkan pembicaraan kita yang belum selesai." Pinta Aries.
"Aku ..." Kejora menatap lekat wajah pria disampingnya itu, lalu menganggukkan kepalanya. Karena ia juga merasa pembicaraan mereka belum selesai.
Aries tersenyum lebar, lalu mengajak Kejora berjalan menuju mobilnya.
...🍀🍀🍀...
Setelah sampai di depan apartemen, Kejora turun dari dalam mobil Kak Aries. Lalu menatap kepergian mobil itu dengan padangan sendu dan juga bingung. Kejora melangkah kakinya, dengan langkah yang gontai. Karena teringat kembali kejadian yang baru saja menimpa dirinya, tuan Mars, dan juga Kak Aries.
Sementara itu di jalanan ibu kota, tampak sebuah mobil mewah yang berjalan dengan sangat cepat. Didalamnya tampak seorang pria tampan, yang sedang mencengkram kemudi mobil dengan sangar erat. Bahkan buku-buku jarinya tampak memutih, karena cengkraman tangannya yang sangat erat.
__ADS_1
"Sial!" Umpat Aries, sambil memukul kemudi mobil dengan keras. "Aku akan berusaha mengambil kembali Kejora, walau dengan cara apa pun." Geram Aries. Mengingat kembali pembicaraan antara dirinya dengan Kejora.
Flash back on.
"Kejora, jawablah dengan jujur. Apa kau masih mencintai kakak?" tanya Aries, menatap intens pada wanita yang sangat dicintainya itu. Setelah mobil yang dikendarainya, berhenti dipinggir jalan.
"Aku, aku tidak tahu kak." Jawab Kejora, dengan jujur.
Kejora merasa bahagia bisa bertemu kembali kak Aries, dan merasa nyaman dan aman jika berada di dekat mantan kekasihnya itu. Tapi untuk rasa cinta, ia tidak tahu apa masih mencintai kak Aries. Bahkan sebenarnya ia sendiri tidak tahu, apa itu cinta. Karena sejak awal bersama kak Aries, ia hanya tahu kak Aries adalah sosok pelindungnya disaat ia tidak memiliki siapapun. Maka dari itulah Kejora selalu menyebut kak Aries, kekasih pertamanya bukan cinta pertamanya.
"Apa kau mencintai suamimu?" tanya Aries, masih menatap Kejora dengan intens.
"Aku .... " Kejora terdiam, bingung ingin menjawab apa. Karena jika dulu ada yang bertanya apa ia mencintai tuan Mars, maka Kejora akan menjawab dengan cepat kalau ia tidak mencintai Tuan Mars. Tapi sekarang, ada sebagian hatinya yang merasa sakit saat melihat tuan Mars bersama Monica. Dan Kejora tidak tahu, apakah itu artinya ia cemburu. Dan jika ada rasa cemburu, bukankah karena adanya rasa cinta. Apakah ia sudah mencintai Tuan Mars, atau kah ini hanya perasaan tidak terima karena melihat suaminya jalan bersama wanita lain.
"Kejora ....!" Aries menggenggam tangan Kejora, karena melihat wanitanya hanya terdiam. "Aku tidak peduli, kau sudah menikah dengan tuan Mars Graham. Dan aku tidak peduli, perasaanmu padanya. Tapi satu pintaku! Aku mohon, beri aku kesempatan untuk menebus semuanya. Mari kita mulai dari awal, dengan membuka kembali lembaran baru cinta kita." Bujuk Aries.
__ADS_1
"Aku ... aku tidak bisa kak. Karena tuan Mars sudah berjanji pada ibunya, tidak akan pernah menceraikan aku." Kejora menundukkan kepalanya.
"Shit ....!" Umpat Aries dalam hati, tanpa melepaskan genggaman tangannya pada Kejora. "Tapi yang berjanji itu tuan Mars, kau tidak ikut berjanji untuk selalu bersamanya bukan?" tanya Aries harap-harap cemas.
Kejora menggelengkan kepalanya. Dan itu sukses membuat Aries tersenyum bahagia.
"Bagaimana? Apa kau mau memulai semuanya dari awal bersamaku? Kalau kau setuju, aku akan menyiapkan surat perceraian kalian." Ucap Aries, dengan menggebu.
"Aku .... " Kejora kembali terdiam.
"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang! Dan pikirkanlah baik-baik, permintaan aku ini." Aries mengecup tangan Kejora dengan penuh cinta.
Flashback off.
"Aku sudah mengorbankan semuanya, untuk bisa bersamamu. Waktuku, keluargaku, dan segala yang aku punya. Dan aku tidak akan mau kehilanganmu, hanya karena seorang pria yang baru masuk didalam kehidupanmu." Gumam Aries, menatap tajam jalanan yang ada di depannya.
__ADS_1