Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 128 Season 2


__ADS_3

"Maafkan aku tuan Aries, aku tidak sengaja." Ujar Venus berpura-pura panik. "Entah mengapa tangan aku ini selalu reflek memukul pria yang tidak tahu diri." Sindir Venus.


"What? Kau mengatai aku pria yang tidak tahu diri?" geram Aries.


"Bukan aku yang mengatakannya, tapi Anda sendiri yang baru saja mengatakannya." Jawab Venus dengan santai.


"Ck, Dasar wanita aneh dan menyebalkan!" umpat Aries.


"Terima kasih pujiannya, tuan Aries." Sahut Venus santai, matanya menatap pada Eva dan memberikan kode untuk mengambil minuman yang sudah ia siapkan tadi.


Eva yang mengerti segera mengambil minuman yang ada di tangan pelayan yang sejak tadi berdiri dibelakang mereka.


"Dan minuman ini anggap saja sebagai permintaan maaf dari ku." Venus mengambil salah satu minuman yang di bawa oleh Eva.


Aries menatap minuman yang diberikan oleh Venus dengan tatapan curiga.


"Aku tidak mau! Karena minuman itu pasti sudah dicampur sesuatu olehmu." Tuduh Aries.


"Oh ya ampun, tuan Aries. Anda tega sekali menuduhku seperti itu!" ucap Venus dengan mimik wajah yang sedih. "Mana mungkin aku melakukan hal itu! Kalau Anda tidak percaya biar aku yang meminumnya." Venus mendekatkan gelas itu ke bibirnya.


"Tunggu!" Aries merebut minuman itu dari tangan Venus, lalu menyerahkannya pada Mark. "Habiskan!" Perintah Aries.


"What?" wajah Mark langsung pucat. "Tapi tuan-"


"Habiskan!" Aries menatap tajam pada anak buahnya.


"Ba-baik tuan." Mark langsung menghabiskan minuman itu dan berharap di menit berikutnya ia tidak mati.

__ADS_1


"Bagaimana tuan Aries? Apa sekarang Anda percaya padaku?" Venus memberikan gelas minuman yang tersisa pada Tuan Aries, untung saja ia pintar dengan mencampur obat itu pada gelas yang terakhir.


Aries menerima gelas tersebut dan hendak meminumnya.


"Nona Venus...."


Teriak seorang pria dari arah samping, membuat Aries dan Venus menatap ke si pemilik suara.


"Tom!" pekik Venus dengan wajah yang terkejut. "Sedang apa kau di sini?" Venus menatap Tom dari atas sampai bawah, hendak memastikan orang yang dilihatnya adalah Tom sahabatnya.


"Aku... aku kebetulan ada pertemuan juga di Bali." Bohong Tom.


Venus menganggukkan kepalanya lalu kembali menatap pada tuan Aries.


"Tuan Aries kenapa Anda belum minumannya?"


Aries yang tadi sempat terdiam saat melihat Tom datang kini menatap pada Venus.


Venus pun bersorak bahagia di dalam hatinya, saat melihat Aries hendak meminum minumannya, namun rasa bahagia itu hilang begitu saja saat sesuatu yang tidak ia duga justru terjadi.


"Tom apa yang kau lakukan!" pekik Venus saat melihat Tom justru mengambil minuman milik Aries dan langsung menghabiskannya.


"Aku haus Nona." Sahut Tom lalu tersenyum pada Venus.


"Tapi Tom, minuman itu....!"


"Minuman itu kenapa Nona?" Sela Aries. "Apa Anda menambahkan racun di dalamnya?"

__ADS_1


Gleg


Tiba-tiba saja Tom merasa sangat susah menelan salivanya.


"Ti-tidak! Mana mungkin aku memberi racun di dalamnya." Venus tersenyum kaku sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Dasar Tom bodoh!" umpat Venus dalam hati.


Aries menghela napasnya. "Baiklah Nona Venus aku masuk dulu." Aries kemudian menatap pada Tom sambil menggelengkan kepalanya.


Venus pun hanya bisa menatap punggung tuan Aries, dengan perasaan kesal di hatinya.


"Tom kenapa kau mengambil minumannya!" ketus Venus.


"Memangnya kenapa, Ve? Jangan bilang minuman tadi benar ada racunnya?" tanya Tom dengan wajah yang pucat.


"Tentu saja tidak! Aku hanya mencampur minuman tersebut dengan sesuatu yang akan membuatmu sibuk bolak-balik ke dalam toilet." Sahut Venus lalu berjalan masuk ke dalam hotel.


"What?" pekik Tom, dan tiba-tiba saja ia merasakan perutnya begitu mulas. "Sial!" Tom segera berlari masuk ke dalam hotel untuk mencari toilet.


Sementara itu Aries yang sudah berada di dalam lift, langsung tertawa terbahak-bahak saat mengingat kejadian tadi.


"Tuan, jadi kau sudah tahu minuman tersebut di campur sesuatu oleh nona Venus?" tanya Mark.


"Ya." Jawab Aries masih dengan tawa dibibirnya.


"Kalau Anda sudah tahu, kenapa Anda tetap ingin meminumnya?"


Tawa Aries langsung terhenti.

__ADS_1


"Dan satu lagi, saat gelas minuman yang pertama kenapa Anda memberikannya padaku? Kenapa tidak membiarkan Nona Venus saja yang meminumnya? Apa Anda khawatir-"


"Mark! Kau bisa diam tidak!" Aries segera keluar dari dalam lift, meninggalkan Mark yang masih bingung dengan sikap tuan Aries.


__ADS_2