Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 176 Season 3


__ADS_3

Aries yang baru tersadar dari pingsannya, dengan perlahan membuka kedua matanya yang terasa sangat perih dan berat.


"Aku di mana?" tanya Aries dengan wajah yang bingung.


"Kau ada di ruang istirahat ku, dan jangan berpura-pura menderita amnesia." Sinis Boy.


Aries terdiam dan mencoba mengingat apa yang terjadi padanya hingga berada di ruangan tersebut bersama dengan Boy dan Agam, dan wajahnya berubah pucat saat ia mengingat apa yang membuatnya pingsan. Namun itu hanya sesaat, saat ia menyadari tidak ada siapa pun di ruangan itu selain mereka bertiga.


"Syukurlah semua ini hanya mimpi." Aries mengusap dadanya, saat melihat hanya ada Boy dan Agam yang ada di ruangan tersebut. Tidak ada Venus, Kejora, apalagi manusia planet. "Oh ya ampun, aku menghamili Venus? Yang benar saja?" Aries tertawa hambar.


"Apanya yang hanya mimpi?" Mars yang duduk di pojok ruangan langsung berjalan menuju ranjang Aries.


"Ma-Mars ...." Aries terkejut saat melihat rivalnya ada di ruangan tersebut, itu artinya Venus dan Kejora juga ada di ruangan ini. "Ve-Venus ...." pekik Aries saat matanya menatap sosok wanita cantik yang tengah duduk di samping Kejora, dan ketika Aries melihat perut Venus entah mengapa kepalanya terasa berputar, dan pandangannya menjadi gelap hingga membuatnya kembali tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Yah dia pingsan lagi." Boy menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mengira kalau pemimpin Black Shadow mudah sekali pingsan." Agam pun ikut menggelengkan kepalanya.


"Dia itu pria yang lemah." Cibir Mars.


"Kak Aries bukan pria yang lemah, mungkin dia masih shock dengan apa yang terjadi." Bela Kejora.


"Kau dari tadi membelanya terus." Mars merasa cemburu karena istrinya selalu saja membela Aries.


"Sudah kalian jangan berdebat, lebih baik kita sekarang berpikir agar domba itu tidak pingsan lagi." Ucap Boy.


"Lebih baik Venus keluar dulu! Karena yang aku lihat Aries akan pingsan setiap kali melihat Venus." Saran Agam.

__ADS_1


Boy dan Mars menganggukkan kepalanya, lalu menyuruh Kejora dan Venus keluar dari ruangan. Dan setelah menunggu beberapa menit akhirnya Aries kembali sadar dari pingsannya.


"Kalian ...." Aries yang sudah tersadar menatap pada Boy, Agam, dan Mars. "Tolong jelaskan apa yang sebenernya terjadi? Bagaimana bisa kalian menuduh ku menghamili Venus?" Aries benar-benar bingung saat teringat bahwa ia di tuduh sudah menghamili Venus Graham, padahal seingat dirinya ia tidak pernah sekalipun menyentuh Venus.


"Kau bilang menuduh!" Mars hendak menyerang Aries, namun Boy dan Agam menahan langkahnya.


"Kalau tidak menuduh lalu apa namanya? Jangankan menyentuh Venus, bahkan aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya kecuali hubungan kerjasama antara perusahaan aku dengan perusahaan Genereeg." Ucap Aries dengan tegas, ia tidak terima di tuduh seperti itu tanpa dasar yang jelas.


"Dasar domba." Mars yang sangat emosi melayangkan pukulannya tepat di wajah Aries.


Aries yang tidak terima membalas pukulan Mars, dan terjadilah baku hantam untuk ke tiga kalinya bagi Aries.


Boy dan Agam yang melihat kedua orang itu bertarung hanya bisa menghela napasnya dengan kasar, Boy pun segera menyuruh Agam untuk mengambil laptop miliknya yang berisi rekaman CCTV milik Venus.

__ADS_1


Dan beberapa saat kemudian.


"Sudah selesai?" tanya Boy setelah melihat Aries dan Mars terduduk di atas lantai, jangan tanyakan bagaimana kondisi Aries karena sudah pasti wajahnya semakin tidak dapat dikenali.


__ADS_2