Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 188 Season 3


__ADS_3

"Kau jangan berani macam-macam padaku!" Venus berusaha keras untuk lepas dari pelukan Aries.


"Macam-macam padamu?" Aries tersenyum lalu segera menggendong Venus dengan sekali gerakan.


"Aw .. apa yang kau lakukan? Cepat turunkan aku!"


Venus begitu terkejut saat ia merasakan tubuhnya terangkat keatas dan wajahnya tepat berhadapan dengan wajah Aries.


Sedangkan Aries sama sekali tidak mempedulikan perkataan Venus, ia membawa wanita itu ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya dengan perlahan.


"Beristirahatlah!" Aries mengusap perut Venus tanpa bertanya lebih dulu boleh atau tidak ia menyentuhnya.


"Singkirkan tanganmu!" Venus menghempaskan tangan Aries dengan kasar.


Aries menghela napasnya lalu memilih untuk merebahkan dirinya di samping Venus.


"Hei .. aku sudah bilang jangan tidur di sini." Venus menatap Aries yang berbaring dengan kedua mata yang tertutup.


"Ijinkan aku sebentar saja untuk beristirahat." Aries berkata tanpa membuka kedua matanya yang sudah terasa sangat berat.

__ADS_1


"Tapi Aries ...."


Venus terdiam saat melihat wajah Aries yang terlihat kelelahan, dan tak lama setelah itu Venus mendengar suara napas teratur yang keluar dari pria itu.


"Memangnya apa saja yang dilakukannya? Sampai dia terlihat kelelahan seperti itu."


Venus menelisik pria yang tidur disebelahnya dengan sangat intens, ia tidak menyangka jika pria yang selalu berdebat dengannya kini menjadi suaminya.


"Lihat! Baru beberapa jam dia menjadi suamiku sudah membuat aku kesal, bagaimana aku menjalaninya selama satu tahun?" Venus menatap kaki Aries yang masih mengenakan sepatu.


Dengan perlahan Venus mendekati Aries dan melepaskan sepatu pria itu, karena ia tidak mau tempat tidurnya kotor oleh sepatu Aries.


Mendengar pintunya di ketuk dari luar, Venus segera turun dari atas tempat tidur lalu berjalan menuju pintu kamarnya.


"Maaf menganggu Anda Nyonya Venus." Mark membungkukkan badannya untuk menghormati istri atasannya.


"Tidak apa-apa Mark, ada apa?"


"Apa Tuan Aries ada?" tanya Mark dengan tidak enak hati karena merasa menganggu Nona Venus.

__ADS_1


"Ada, itu dia." Venus menunjuk kearah tempat tidur. "Bangunkan saja."


Mark menatap tuannya yang terlihat tidur dengan sangat nyenyak, dan saat melihat wajah damai tuan Aries membuat Mark tersenyum tipis, sudah lama sekali ia tidak melihat tuan Aries tertidur dengan nyenyak seperti saat ini.


"Tidak perlu Nyonya dan aku mohon jangan membuat Tuan Aries terbangun, karena ini pertama kalinya aku melihat tuan tertidur dengan nyenyak."


"Tertidur dengan nyenyak? Memangnya selama ini dia tidak bisa tidur dengan nyenyak?" Venus mengerutkan keningnya.


"Iya Nyonya, selama dua bulan ini setiap malam tuan selalu bermimpi tentang seorang wanita yang menangis sambil menggendong bayinya, dan setiap bangun tidur Tuan Aries akan mengalami morning sickness yang sangat parah."


Mark lalu menceritakan pada Nona Venus kejadian beberapa bulan yang lalu, dan bagaimana akhirnya tuan Aries tahu kalau dia mengidap couvade syndrom. Sebuah Sindrom kehamilan simpatik yang terjadi karena adanya ikatan simpati yang kuat dengan sang wanita. Tentunya saja yang diceritakan oleh Mark pada Nona Venus tidak semuanya, karena Mark tidak memberitahu kalau setelah bertemu dengan Nona Venus dan mendekati hari pernikahan mereka tuannya itu bahkan tidak bisa tertidur saat malam hari.


Venus yang mendengar semua keterangan dari Mark, menatap tak percaya pada wajah pria yang kini sedang tertidur pulas di atas tempat tidurnya.


"Sebesar itu kah ikatan yang ada diantara kami sampai Aries bisa merasakan dalam mimpinya?" Venus mengusap perutnya dengan perlahan. "Mungkin kata yang lebih tepat adalah Aries dan anaknya terikat dengan sangat kuat."


"Nyonya aku permisi dulu, aku ingin memberi kabar pada tuan Gideon kalau tuan Aries sedang beristirahat." Mark lalu mengundurkan diri dari tempat tersebut, setelah mendapatkan anggukan kepala dari Nyonya Venus.


"Beruntung sekali Twin mempunyai ayah yang begitu menyayangi dan menginginkannya, seperti Dad Aiden yang begitu menyayangi aku." Dan tanpa sadar Venus menitikkan air matanya sambil terus menatap wajah Aries.

__ADS_1


__ADS_2