Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 185 Season 3


__ADS_3

Sejak perbincangan antara dirinya dengan Venus tentang Aries yang menyebut namanya disaat percintaan mereka, Kejora memilih untuk menjaga jarak dengan Aries di saat mereka bertemu di acara pertemuan keluarga besar Graham dan Gideon, yang membahas rencana pernikahan Aries dan juga Venus.


Kejora awalnya terkejut saat mendengar Venus menerima lamaran Aries, entah apa yang dipikirkan oleh Venus sehingga dia merubah keputusannya. Karena sejak pembicaraan terakhir mereka beberapa hari yang lalu, baik Venus dan Kejora tidak pernah lagi terlibat pembicaraan serius, mereka hanya mengobrol biasa dan bertukar cerita tentang kehamilan mereka masing-masing.


"Kau kenapa?" Mars memeluk istrinya yang tengah berdiri di balkon kamar mereka.


Kejora hanya diam lalu membalik tubuhnya untuk menatap wajah suaminya.


"Mars apa kau bahagia Venus menikah dengan Aries?" tanya Kejora tanpa menjawab pertanyaan suaminya.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Mars mengerutkan keningnya.


"Aku hanya ingin bertanya saja, karena sejujurnya aku takut kau menyetujui pernikahan mereka hanya karena kau ingin mengerjai kak Aries."

__ADS_1


Mars terdiam sesaat sambil menatap intens wajah istrinya. "Apa kau begitu mengkhawatirkan manusia domba itu?"


"Mars ...." Kejora menghela napasnya. "Bagaimana bisa kau bertanya seperti itu? Apa kau meragukan cintaku?" Kejora membelai wajah suaminya dengan perlahan. "Aku mencintaimu Mars Graham, tidak ada nama pria lain di hatiku selain namamu."


"Benarkah?" Mars menautkan kedua alisnya.


Kejora menganggukkan kepalanya dengan senyum dibibirnya.


"Jadi aku mohon jangan lagi cemburu pada Aries, dan jangan lagi ada permusuhan diantara kalian." Pinta Kejora.


Sejujurnya Kejora sudah lelah dengan permasalahan Mars dengan Venus yang berkaitan dengan Aries, ia lelah dikaitkan terus oleh masa lalu mereka.


"Aku tidak bisa jika tidak cemburu pada manusia domba atau pun dengan pria lainnya, karena bagiku kau sangat berharga dan aku takut kehilanganmu." Mars mengecup kembali bibir istrinya, lalu ********** dengan gerakan perlahan. "Tapi aku berjanji, tidak akan ada lagi permusuhan diantara aku dan Aries." Ucap Mars setelah melepaskan ciuman panas mereka.

__ADS_1


"Benarkah? Kau berjanji?" tanya Kejora dengan senyum diwajahnya.


Mars menganggukkan kepalanya. "Tapi jika dia yang mencari masalah lebih dulu denganku, maka aku tidak akan tinggal diam." Ujar Mars dengan sangat tegas dan sorot mata yang tajam.


Kejora tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, ia berjanji tidak akan melarang Mars jika memang Aries yang lebih dulu memulai pertengkaran dengan Mars.


"Oh ya sayang, tadi aku lihat banyak sekali susu ibu hamil. Apa kau tahu itu milik siapa? Karena mereknya bukan yang biasa aku dan Venus minum." Kejora sempat melihat banyak sekali dus susu untuk ibu hamil, yang tergeletak begitu saja di atas meja makan.


"Entahlah aku tidak tahu." Mars mengangkat kedua bahunya dengan acuh.


"Ish, suami aku ini kalau ditanya jawabannya selalu tidak tahu." Kejora mencubit gemas pipi Mars.


"Karena aku memang tidak tahu sayang, dan yang aku tahu hanyalah satu yaitu membawamu keatas ranjang." Mars menggendong tubuh Kejora yang terasa lebih berat, lalu merebahkannya di atas tempat tidur. "Boleh aku menengok Baby Galaxy?" Mars mengerlingkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2