Mars Untuk Kejora

Mars Untuk Kejora
Part 130 Season 2


__ADS_3

Keesokan harinya seluruh rekan bisnis dari Perusahaan Genereeg, melakukan meeting tertutup di salah satu ruangan hotel yang mereka tempati. Tom yang tidak bisa ikut masuk ke dalam ruangan tersebut, memilih untuk menunggu di depan ruangan dan meminta pelayan hotel untuk menyediakan kursi untuknya.


Dengan sabar Tom menunggu Venus sambil mengerjakan pekerjaan kantor yang diberikan oleh tuan Mars. Tom yang sangat serius mengerjakan semua pekerjaan kantornya, sampai tidak menyadari kalau satu persatu orang yang ada di dalam ruangan mulai keluar.


"Tom sedang apa kau di sini?" Venus berdiri di depan Tom, menatap sahabatnya yang tengah menatap kearah laptop.


"Ve.... " Tom yang terkejut melihat Venus dan Eva yang berdiri dihadapannya, langsung menutup layar laptop miliknya. "Aku sengaja menunggumu."


"Menungguku?" Venus mengerutkan keningnya.


"Ya, apa kau sudah selesai?" tanya Tom.


"Seperti yang kau lihat!" Jawab Venus.


"Bagus kalau begitu, karena aku ingin mengajakmu jalan-jalan." Sahut Tom dengan penuh semangat.


"Jalan-jalan? Tapi Tom aku--"


"Nona Venus ayo kita berangkat!" seru Aries, menghentikan langkahnya tepat di samping Venus, lalu menatap pada Tom dan Venus secara bergantian.

__ADS_1


"Oke, tunggu sebentar!" Venus lalu menatap pada Tom. "Aku harus pergi ke tempat proyek, jadi nanti malam saja kita pergi jalan-jalannya." Ucap Venus.


"Apa aku boleh ikut?" tanya Tom, karena ia tidak akan membiarkan Venus dan Aries terus bersama tanpa adanya pengawasan darinya.


"Tom aku ini sedang bekerja! Apa kau--"


"Aku rasa tidak ada salahnya jika kekasih anda ikut dengan kita." Sela Aries, menatap pada Tom yang terlihat tersenyum lebar.


"Dia bukan kekasihku." Ucap Venus lalu berjalan menuju pintu lift dan diikuti oleh Eva.


"Ve... tunggu!" Tom mengejar Venus, walaupun hatinya terluka karena lagi-lagi wanita itu hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat, tak menyurutkan semangat Tom untuk mendapatkan cinta Venus.


"Tuan, apa kita akan berdiri terus di sini?" tanya Mark.


Aries menatap sekilas pada Mark dengan tatapan kesalnya, lalu berjalan menuju pintu lift di mana Nona Venus dan Tom berada. Dan setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju.


Venus dan Aries bekerja secara profesional berkeliling di tempat proyek, bersama dengan orang kepercayaan mereka yang khusus menangani proyek tersebut. Sementara Tom, Eva, dan Mark berjalan di belakang tanpa ada yang berbicara sama sekali.


Di saat mereka semua sedang konsentrasi mendengarkan penjelasan dari kepala proyek, dari atas tampak sebuah material yang sedang di bawa terlepas dari pengaitnya.

__ADS_1


"Venus, awas diatasmu....!" Teriak Tom lalu berlari dengan cepat untuk menyelamatkan wanita pujaan hatinya.


Sementara Venus yang terkejut hanya bisa terdiam sambil menutup kedua matanya, saat melihat sesuatu yang besar hendak menimpa dirinya. Dan di detik berikutnya Venus merasakan tubuhnya di dekap sangat erat oleh seseorang hingga terguling kebawah.


Bruk


Suara benda berat yang terjatuh, terdengar begitu keras dan memekakkan telinga.


Beberapa saat kemudian dan setelah merasakan dekapan ditubuhnya terlepas, Venus pun memberanikan diri untuk membuka kedua matanya.


"Ve... kau baik-baik saja?" Tom yang sangat khawatir pada keadaan Venus, langsung memeluk erat wanitanya itu.


"A-aku baik-baik saja, Tom." Jawab Venus terbata-bata dengan tubuh yang bergetar hebat karena ketakutan, ia membalas pelukan Tom untuk menghilangkan rasa takut dihatinya.


"Kau jangan takut! Ada aku di sini!" Tom membelai rambut Venus dengan perlahan.


"Nona, anda baik-baik saja?" Eva berlari menghampiri Nona Venus untuk melihat keadaannya.


"Aku baik-baik saja." Ucap Venus lalu matanya menatap kearah sekitar, dan melihat sebuah besi panjang dan terlihat besar tergeletak tak jauh dari tempatnya berada. Venus tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika besi itu menimpa tubuhnya, dan yang pasti itu bisa membuatnya pulang-pulang ke Jakarta hanya tinggal sebuah nama.

__ADS_1


Di saat dirinya sedang termenung menatap besi tersebut, samar-samar ia mendengar suara Tuan Aries yang sedang berbicara dengan kepala proyek. Entah apa yang di bicarakan oleh Tuan Aries, tapi yang pasti Venus tidak peduli sama sekali. Karena yang terpenting baginya saat ini adalah segera pergi dari tempat tersebut.


__ADS_2