Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 105


__ADS_3

"Karirmu sebagai dokter tidak mungkin dipertaruhkan untuk membantu kami keluar dari masalah ini," ucap Rea.


"Coba kamu pikir apa yang akan orang pikirkan? seorang dokter spesialias kandungan melakukan hal teledor, membuat pasiennya hamil dari dua laki-laki yang berbeda, tidak!" lanjut Rea sambil mendekat ke arah keluarga besarnya yang tengah duduk memikirkan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini.


"Lantas Apa kamu akan jujur bahwa salah satu anakmu adalah anak hasil perkosaan?" pertanyaan Kinanti seolah menampar Rea.


"Maaf bukan maksudku berkata seperti itu, mungkin masalah kalian akan selesai dengan sebuah kejujuran sekarang, tapi pikirkan bagaimana kelak perasaan anakmu dan Axel kalau dia tau bahwa dia anak dari hasil___," Ken tidak dapat meneruskan kalimatnya.


"Bagaimanapun hal ini sudah tersebar di internet, artikel tentang masalah ini akan tersimpan di sana selamanya, apa kita tega membiarkan anak yang tau apa-apa kelak mengetahui fakta menyakitkan tentang kelahirannya?" lanjut Kinanti.


Rea pun terdiam, tersadar bagaimana mungkin dia tidak memikirkan hal itu sama sekali, ada benarnya yang dikatakan Kinanti bagaimana jika anaknya besok bertanya kenapa terlahir kembar namun berbeda rupa dan bahkan memiliki ayah yang berbeda.


"Aku tetap tidak ingin kamu mengorbankan diri untuk masalahku Ken, aku juga tidak ingin kalian terlibat masalah ini, maaf," lirih Rea ke semua orang yang ada disana.


Lidia berdiri lalu memeluk anak gadisnya, ia tau gadis itu hampir menangis, Lidia menepuk pundak Rea dan memapahnya untuk duduk di sofa.


"Menurutku memang alasan Ken lah yang paling masuk akal untuk situasi ini," ucap Elang.


"Apa kamu mau menghancurkan karir calon istrimu?" bentak Rea ke sang kakak.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? diam saja? membiarkan orang berpikiran macam-macam ke dirimu?" Axel terlihat paling emosi diantara orang yang sedang berada di sana, bukan tanpa alasan Ax bersikap seperti itu, dia merasa semua ini adalah kesalahannya.


"Tenang lah Ax!" ucap Arkan "Aku masih tak habis pikir siapa yang tega mengusik ketenangan keluarga kita, yang pasti kita harus menemukan orang itu, tindakannya benar-benar kelewatan."


"Aku akan meminta orang untuk menyelidikinya." Axel menatap Rea dengan perasaan bersalah yang sangat dalam.

__ADS_1


Semua menjadi semakin rumit karena pesan yang berisi rekaman suara Ken tadi, jika saja rekaman itu tidak ada, mungkin mereka bisa menjelaskan bahwa hubungan Rea dan Axel sebatas kasih sayang kakak ke adiknya. Akhirnya malam itu mereka tidak mendapatkan solusi sama sekali untuk masalah ini.


"Aku mempermalukan semua orang," lirih Rea di pelukan sang suami.


"Ini bukan salahmu, jangan terlalu memikirkan hal ini, pikirkan saja bebe dan bubu, dan biarkan kami yang mencari jalan keluar," bisik Arkan sambil menciumi helaian rambut di ujung kepala istrinya penuh cinta.


***


Ken murka, bagaimana bisa ucapannya ke pasien yang bersifat privasi bisa menyebar ke orang luar, bersama Elang dan dua orang laki-laki anak buah kekasihnya Ken mengecek setiap sudut ruangan praktiknya, mencari apakah ada alat penyadap yang sengaja dipasang disana, Nihil. Sama sekali tidak ditemukan.


Sekarang mau tidak mau kecurigaan Kinanti tertuju pada perawat yang selalu menemaninya setiap melakukan praktik, gadis itu mengecek nama perawat yang mendampinginya saat jadwal Rea melakukan pemeriksaan kandungan. Tiga nama perawat telah dia kantongi, namun untuk menanyakan ke mereka Ken harus menyusun sebuah rencana dulu, karena tidak mungkin dia menuduh sembarangan.


Semua saham baik di perusahaan Jordan dan Farhan anjlok, bahkan tagar boikot Sky plaza yang merupakan mall milik Axel muncul di media sosial, semua menjadi gaduh, tak hanya isu poliandri saja yang menyerang mereka, pemilik Sky hotel menjadi perebut istri orang juga gencar menerpa.


Ponsel Rea berbunyi berkali-kali, kebanyakan panggilan dan pesan masuk dari teman-temannya, bahkan Mia sang rekan bisnis juga terus menanyakan kebenaran berita yang membuat heboh para pengusaha dan merembet tersebar di dunia maya itu.


Tanpa Rea ketahui sang suami, Elang, Axel dan Ken bertemu untuk membicarakan solusi yang ditawarkan Ken kemarin.


"Apa kamu rela menghancurkan karirmu hanya demi membantu Rea?" tanya Arkan ke calon istri kakak iparnya itu.


Ken hanya menganggukkan kepala.


"Ini bukan hanya demi Rea, ini demi semua orang, demi Elang juga." Ken menggenggam tangan sang kekasih yang duduk di sampingnya.


"Kemungkinan terburuk aku akan dipecat, tapi aku masih bisa mencari pekerjaan di tempat lain, atau membuka praktik sendiri." Ken tersenyum seolah dipecat bukan masalah yang besar untuknya.

__ADS_1


"Tapi kalian, jika sampai perusahaan kalian hancur berapa ribu orang yang akan kehilangan pekerjaan, berapa banyak keluarga yang akan terkena dampak," lanjut Kinanti.


Ketiga laki-laki itu terdiam, mencerna ucapan Kinanti, gadis itu sebenarnya merasa sangat bersalah dan merasa harus ikut bertanggung jawab karena rekaman suara miliknya yang tersebar.


"Baiklah, tenang saja jika sampai kamu dipecat kamu masih akan menjadi istri seorang Langit Biru Pradipta, aku bisa membangunkan sebuah rumah sakit untukmu," ucap Elang ke Kinanti dengan mimik wajah sombong.


"Dan kami berdua siap menjadi investornya," imbuh Axel sambil menatap Arkan.


"Tentu saja, kami pasti akan ikut membesarkan rumah sakit yang Elang bangun untukmu," imbuh Arkan.


Mereka berempat tertawa, ada kelegaan dihati mereka masing-masing. Ke empatnya ingin segera melakukan klarifikasi untuk masalah pelik itu, karena bukan dari kalangan public figure mereka sebenarnya berencana membuat klarifikasi tanpa melibatkan media masa seperti televisi.


Namun sayangnya di sela obrolan mereka sebuah tayangan infotainment muncul, jelas membawa nama Lidia ibunda Rea yang seorang mantan artis, bagaimanapun Lidia masih berhubungan dengan dunia hiburan karena beberapa model asuhan di sekolah modelingnya berhasil menjadi model papan atas dan artis.


Berita mengejutkan dari artis sekaligus model yang sekarang vacuum dan merambah dunia usaha, sang anak digosipkan melakukan poliandri dan hamil dari dua laki-laki yang berbeda, saat ini baik Lidia yang coba kami hubungi tidak mau menyampaikan klarifikasi sama sekali, bahkan tagar boikot hotel dan mall milik laki-laki yang diduga selingkuhan anak dari Lidia merajai posisi tertinggi di sosial media.


"Sepertinya kita harus segera mengklarifikasi berita ini," ucap Elang "Apa kamu benar-benar siap? namamu bahkan wajahmu akan muncul dimana-mana." Ia memegang erat tangan Kinanti.


"Hem... aku siap, demi semua orang," jawab Ken dengan penuh keyakinan.


"Hubungi wartawan sekarang!" pinta Elang ke Axel.


Rea yang juga melihat berita itu dari rumah mertuanya memilih mematikan televisi, Laras yang duduk di sebelahnya hanya bisa menatap iba ke sang menantu.


"Mau kemana Re?" tanya Laras melihat menantunya berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Mau nemenin Noah main mah," ucapnya sambil berlalu pergi.


__ADS_2