
Kinanti berjalan menyusuri koridor rumah sakit setelah menyelesaikan tugasnya seperti biasa, gadis itu memijat pundaknya sendiri secara bergantian, meskipun hari ini hanya dua operasi yang dia tangani tetap saja dia baru pulang dari Bali dua hari yang lalu, badannya masih terasa agak lelah.
Ken hampir saja berbelok menuju ruang dokter mengambil tasnya untuk pulang ketika Ranu datang dari arah berlawanan, laki-laki itu tersenyum kepadanya. Bahkan saat tau gadis yang dicintainya sudah menjalin hubungan dengan laki-laki lain, Ranu masih tetap berharap untuk mendapatkan hati Kinanti, ia sadar gadis itu juga sempat menaruh perasaan ke dirinya, namun hubungan yang hampir terjalin itu terganjal ibu yang terlalu mengatur hidup Ranu.
Ken tersenyum menerima tawaran Ranu untuk mengajaknya mengobrol sebelum pulang, mereka memang sudah lama tidak duduk berdua dan berbincang seperti dulu, hubungan mereka merenggang semenjak Ranu membawa Ken menemui ibunya dan gadis itu merasa sakit hati saat ibunda Ranu meremehkan dirinya yang hanya anak adopsi.
"Apa kamu akan segera menikah?" tanya Ranu saat melihat cincin di jari manis Kinanti.
Gadis itu mengangguk, berkata bahwa akhir minggu ini keluarga Elang akan pergi menemui orang tuanya untuk membicarakan hubungan mereka.
"Apa kamu merasa cocok dengan keluarganya?"
Pertanyaan Ranu seolah menyingkap kembali keraguan Ken yang sebenarnya sudah mulai hilang, tidak bisa dipungkiri bahwa keluarga Elang memang jauh diatas keluarganya, sempat terlintas dipikiran Kinanti apakah pantas dia menikah dengan seorang pewaris perusahaan besar, bagaimana harus mengimbangi gaya hidup mereka kelak, namun melihat kesungguhan Elang semua pikiran itu berusaha Ken lenyapkan.
"Aku mencintainya, jadi aku harus menerima semua yang ada pada dirinya, keluarganya menerimaku apa adanya, bahkan orang tuanya tau aku hanya anak adopsi dan mereka tidak mempermasalahkan itu."
Ucapan Kinanti seolah menyindir Ranu, padahal memang begitu adanya, baik Farhan ataupun Maya dan Banyu tidak pernah mempermasalahkan siapa yang akan menjadi pasangan hidup Elang.
Ken berdiri dari posisinya menatap Ranu dengan pandangan sedikit iba. "Ran, aku tidak ingin mengguruimu atau seolah menjadi orang yang lebih berpengalaman tentang hal ini, tapi menurutku jika kamu benar-benar ingin menjalani hubungan yang lebih serius dengan seorang wanita, mulai sekarang kamu harus menjelaskan ke ibumu bahwa kamu sudah dewasa untuk memutuskan kebahagiaan dan masa depanmu sendiri."
Kinanti tersenyum lalu pergi meninggalkan Ranu yang tertegun seorang diri mencerna ucapannya tadi.
***
Seorang pria terlihat duduk di meja kerjanya sambil memandangi foto dan kertas-kertas yang disodorkan oleh orang suruhannya, mata dan bibirnya sama-sama tersenyum licik.
"Jadi maksudmu, beberapa bulan ini kamu diminta oleh pemilik SKY hotel untuk membuntuti gadis ini," tanya laki-laki itu yang ternyata adalah pria paruh baya yang sempat berurusan dengan Axel.
Adam masih tidak terima dengan perlakuan Axel saat mengambil alih SKY hotel, ia bahkan telah berlutut dan minta maaf saat Axel tau dirinya lah yang memecat Rea dari pekerjaannya dengan alasan perintah dari gubernur, yang semua orang masih tidak tahu sebenarnya Adam lah dalang penusukan yang malah salah sasaran dan melukai Elang di pesta pernikahan Lidia beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
Laki-laki itu terlalu licik, ia menyelidiki semua tentang Rea, gadis yang membuat Axel benar-benar murka kepadanya, saat Adam tau Rea sudah memiliki kekasih, laki-laki itu meminta anak buahnya menggali informasi lebih dalam. Dengan sedikit iming-iming Adam meracuni pikiran suami Wika, staff Arkan. Adam menyuruh suami bawahan Arkan itu untuk melukai Rea dengan alasan Arkan yang ikut campur urusan rumah tangganya.
Tanpa sadar suami Wika telah diperalat, bahkan saat tertangkap setelah kejadian penusukan yang malah salah sasaran itu, Adam mengancam akan membunuh suami Wika jika membeberkan identitasnya, tentu saja ia memberikan setumpuk uang untuk menutup mulut laki-laki itu.
Seolah belajar dari kesalahannya, Adam tidak ingin menggunakan cara berbahaya lagi, ia lebih memilih untuk menggunakan cara lain, laki-laki itu beberapa bulan ini mencari informasi tentang kehidupan pribadi Axel, ia berencana menjatuhkan reputasi laki-laki yang memecatnya dengan tidak hormat itu dari pada mencoba melukai orang yang dicintai Axel lagi.
"Jadi menurutmu Axel masih menyukai gadis ini, meskipun gadis ini sudah menikah?" tanya Adam.
"Benar Pak, awalnya saya pikir karena anak perempuan Farhan Pradipta adalah saudara tirinya maka Tuan Axel sangat perhatian kepada gadis itu, tapi melihat Tuan Axel yang panik saat gadis itu menghilang dan ternyata berada ke Bali saya pikir dia masih memiliki perasaan yang lebih dari sekedar hubungan keluarga," ucap bawahan Adam.
"Bahkan beberapa kali saya melihat mereka pergi berdua, dan anehnya mereka sempat ke Singapore dan menemui dokter kandungan bertiga," lanjutnya.
"Singapore? bertiga? " Adam membelalakkan matanya.
Bawahannya mengangguk, lantas melanjutkan kembali penjelasannya dan menunjuk beberapa foto diatas meja. "Seperti yang Anda lihat gadis itu tengah hamil."
"Coba cari informasi lebih lanjut, untuk apa Axel terlalu baik kepada perempuan yang jelas-jelas punya suami itu. Ini akan jauh lebih menarik jika ternyata Axel berselingkuh dengan anak Farhan Pradipta, apalagi jika anak yang dikandung gadis ini adalah anaknya." Adam tertawa terbahak-bahak seolah mendapatkan kartu As untuk menjatuhkan orang yang sangat dia benci.
Bawahannya mengganggukkan kepala, kemudian pamit pergi dari sana. Untuk membalas sakit hatinya Adam berencana menjatuhkan Axel sampai laki-laki itu kehilangan semuanya dan tidak akan diterima kembali dalam dunia bisnis.
***
Sementara Johan yang pernah dipercaya Axel untuk mengikuti Rea ternyata anak buah Adam, laki-laki itu terlihat sedang berada di dalam mobilnya mengawasi gerak-gerik Rea.
Ia menatap ponselnya, melihat foto yang dikirimkan seseorang kepadanya, foto dimana Axel berada di toko perhiasan milik Rea dan memakaikan kalung ke leher gadis itu. Sebuah pesan masuk kedalam ponselnya, dengan cepat ia membukanya.
[Nama yang kamu kirimkan ada jadwal periksa di poli kandungan dua minggu lagi]
Johan lantas membalas pesan itu.
__ADS_1
[Kabari aku jika dia terlihat datang ke rumah sakit]
Ia meletakkan ponsel ke dashboard mobilnya, mengikuti Rea yang terlihat membawa keluar mobilnya dari rumah sang mertua bersama seorang anak kecil. Johan mengernyitkan dahinya menerka lagi siapa anak kecil yang sedang bersama gadis yang harus dia mata-matai itu.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Baca Novel di Mangatoon dan Noveltoon gratis guys, so jangan lupa apresiasi Nasya dengan tekan LOVE ❤ LIKE👍 KOMEN 💋 bagi VOTE kalian jika berkenan.
Add Favorite Novel ini juga ya
Terima kasih
LOVE YOU A TON
__ADS_1