
Saat Elang dan Arkan masuk kedalam kamar terlihat Rea sudah duduk bersandar di ranjangnya sambil tersenyum ke arah Laras dan Lidia, gadis itu menatap dua orang laki-laki yang mendekat kearahnya, wajahnya terlihat masih pucat memandang ke arah Arkan tetapi sekejap mata beralih menatap kakak laki-lakinya.
“Maaf pasti sudah membuatmu kuatir,” ucapnya.
Elang terlihat sedikit bingung karena gadis itu malah menyapa dirinya lebih dulu dibanding orang yang dia cintai, tapi kemudian dia sadar kalau Rea mungkin masih marah kepada Arkan.
“Hei Ar, sejak kapan kamu pulang dari Inggris?” tanya Rea tiba-tiba.
Sontak laki-laki itu terkejut memandang ke arah Lidia dan Laras dengan raut wajah bingung. Laras kemudian menggandeng anaknya untuk keluar ruangan disusul Lidia.
“Tadi dokter sudah datang memeriksa karena Rea tiba-tiba menanyakan kakeknya dan Elang, kemudian dokter menejelaskan mungkin Rea mengalami sejenis amnesia tapi dokter bingung karena apa, mama bilang dia tidak terbentur saat jatuh pingsan, tapi mama ingat minggu lalu kepalanya sempat terbentur saat dia masih didalam penjara, lalu dokter mengajukan beberapa pertanyaan ke Rea, dan dokter berkesimpulan dia seperti itu karena memiliki trauma atau luka batin,” cerita Laras.
"Dokter juga bilang bisa jadi Elang dan kakeknya adalah orang yang paling dia cintai, atau bisa juga dia merasa sangat bersalah dengan kedua orang itu sehingga alam bawah sadarnya membuat dia mengingat dua orang itu," imbuh Lidia.
“Dia tidak ingat sudah bertunangan denganmu, dia juga tidak ingat tentang apa yang menyebabkan dia masuk rumah sakit,” ucap Laras lagi.
Arkan sudah terlihat sangat kebingungan, membuat kedua wanita didepannya merasa kasihan.
“Aku akan menemui dokter dan bertanya langsung,” ucap Arkan yang sudah akan beranjak pergi dari sana.
Lidia langsung mencegah calon menantunya itu “Tidak perlu, dokter bilang ini hanya sementara, dia pasti akan mengingat lagi semuanya kalau emosinya sudah stabil.”
“Berapa lama? Berapa lama aku harus menunggu?,” laki-laki itu terlihat sudah sangat Frustrasi.
“Sabar Ar, ini juga pasti berat untuk Rea, kamu memutuskan menikahi wanita lain tiba-tiba, siapa wanita yang tidak terluka batinnya kalau calon suaminya yang sangat dicintainya memilih menikahi wanita lain, jadi sudah biarkan luka batin Rea sembuh dengan sendirinya,” ucap Laras sambil berlalu masuk kedalam kamar.
Lidia menepuk pundak Arkan kemudian mengikuti Laras masuk ke dalam , wanita itu sudah hampir tertawa karena aktingnya dan Laras.
❤❤❤❤❤
Beberapa menit yang lalu
Rea membuka matanya, Lidia menggenggam tangan anaknya erat dan bertanya apa yang gadis itu rasakan, Rea berkata dirinya baik-baik saja, Laras yang berdiri disamping Lidia yang sedang duduk terlihat tersenyum , wanita itu meraih ponselnya untuk menghubungi anak laki-lakinya, tapi tangan Rea memegang pergelangan tangannya, mencegah apa yang akan dilakukan Laras.
"Ada yang ingin aku minta ke mama dan tante," ucapnya lirih.
Lidia dan Laras terlihat saling pandang, mereka bingung mendengar permintaan aneh dari Rea, tapi karena gadis itu memasang wajah memelas akhirnya kedua wanita itu mengiyakan permintaannya.
❤❤❤❤❤
Arkan masuk kekamar Rea, memandangi gadis yang dicintainya itu sedang tertawa dan bercanda dengan Elang.
"Kata Elang kamu sudah punya kekasih, kapan-kapan ajak aku bertemu pacarmu ya, aku ingin tau seperti apa tipe gadis yang kamu sukai," ucap Rea sambil tersenyum ke arah Arkan. Laki-laki itu hanya terdiam memandang ke arah Elang.
"Hem...," jawabnya.
Lidia dan Laras memilih untuk pergi dari ruangan itu karena mereka merasa Rea sudah baik-baik saja, sementara Arkan masih memandangi kekasihnya yang sibuk berbincang dengan kakaknya dan seperti tidak menghiraukan dirinya yang berada disana.
Elang terlihat mengedipkan matanya kearah Rea kemudian berdiri, berpamitan untuk pulang dulu kerumah dan berjanji akan kembali lagi nanti, sebelum keluar kamar Elang menepuk pundak calon adik iparnya seperti berusaha memberi kekuatan, saat sudah benar-benar diluar Elang tertawa sambil menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan apa yang Rea perbuat ke Arkan.
Arkan memandangi Rea yang masih duduk diatas ranjang pasiennya, kemudian berdiri mendekat.
"Apa kamu baik-baik saja?"
Gadis itu menganggukkan kepalanya "kata Elang aku memakan strawberry. Apa aku sudah gila? aku tidak ingat untuk apa aku melakukannya, apa kamu tau alasan aku melakukannya?"
Arkan duduk diatas ranjang Rea tidak menjawab pertanyaan gadis itu malah balik bertanya "apa kamu benar-benar tidak ingat? aku bahkan sudah hampir sepuluh bulan kembali dari Inggris, dan kita ---,"
Ucapan Arkan terpotong saat perawat masuk untuk memeriksa kondisi Rea, ia turun dari ranjang memilih pamit untuk keluar sebentar.
__ADS_1
Rea meminta tolong perawat membukakan pintu kamarnya yang mengarah ke balkon, dia berkata ingin menghirup udara luar, perawat itu membantu Rea berdiri dan membawakan tiang dengan infus yang masih penuh cairan didalamnya karena baru saja diganti.
"Jangan berdiri terlalu lama ya mba, nanti kalau pusing langsung balik kedalam, mba bisa pencet tombol emergency biar ada perawat yang langsung masuk untuk membantu," pesan perawat itu ke Rea.
Gadis itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih, memastikan perawat itu sampai keluar dari kamarnya, kemudian Rea termenung menatap jauh pemandangan gedung dari lantai dua puluh empat kamar rawat VVIPnya.
"Apa yang harus aku lakukan ke gadis itu untuk membalas perbuatannya, bahkan membuat dia benar-benar tidak bisa berjalan tidak akan sebanding."
Rea menghembuskan napasnya, masih memandang jauh pemandangan dari balkon, ia manatap langit melihat burung-burung yang terbang, bibirnya tersenyum dia merasa bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup. Ia mendengar suara pintu kamar terbuka tapi tidak ingin menengok siapa yang datang karena Ia tahu pasti Arkan yang masuk kedalam.
Benar, kekasihnya yang sedang pura-pura dia lupakan itu berjalan mendekat setelah meletakkan kantong plastik berisi makanan yang baru dia beli diatas meja, karena disebelah kiri terhalang tiang infus yang melekat ditangan gadis itu Arkan memilih berdiri disamping kanan Rea.
Arkan tersenyum menumpuk kedua tangannya dibesi pembatas balkon, Rea hanya memandang kekasihnya itu sekilas kemudian mengalihkan pandangannya ke awan yang terlihat bersembunyi dibalik gedung didepannya.
"Apa kamu benar-benar sama sekali tidak mengingat bahwa kita punya hubungan lebih dari sekedar teman?" tanya Arkan yang sudah memutar badannya, menyandarkan punggungnya ke besi pembatas balkon sambil menatap Rea.
"Hem.... aku tidak ingat sama sekali, bahkan jika aku lupa harusnya jantungku berdetak saat melihatmu, tapi aku sama sekali tidak merasakannya bukankah itu berarti aku tidak memiliki perasaan apa-apa ke kamu."
Jawaban Rea terdengar sangat kejam ditelinga Arkan, laki-laki itu tersenyum getir kemudian masuk kedalam untuk mengambil earphone milik mamanya yang dia lihat tergeletak disofa diatas sebuah buku yang dibaca mamanya saat menunggui Rea.
Ia memasang earphone itu ke ponselnya kemudian mulai mencari lagu di playlist music miliknya, berdiri kembali disamping Rea, memasangkan salah satu earphone ke telinga gadis itu sementara bagian satunya dia pakai sendiri ditelinganya.
Rea sedikit terkejut dengan lagu yang dia dengar, gadis itu memandang heran ke arah Arkan yang menatapnya sambil tersenyum.
"Dari mana dia tau aku sangat menyukai lagu ini?" pikir Rea.
Ternyata Arkan sering mendengar lagu itu diputar kekasihnya saat mereka berdua berada diapartemen Rea, beberapa kali lagu itu seperti menjadi backsound saat mereka sedang bermesraan dan berciuman, bahkan di dalam mobil Rea lagu itu berada di most played list miliknya, jadi mana mungkin Arkan tidak tau.
Lagu itu adalah lagu cinta Rea untuk Arkan, lagu yang menggambarkan isi hatinya dan tanpa Rea tau sepertinya Arkan sudah menyadarinya sejak lama.
❤❤❤❤❤
It feels like, I've seen you in my dreams
Rasanya seperti, aku telah melihatmu dalam mimpiku
Rasanya seperti, kita lebih dekat daripada yang terlihat
I'm sorry that I misjudged you
Maafkan aku salah menilaimu
Until you wiped my tears off away
Sampai kamu menghapus airmataku
It feels like, I've seen you in my dreams
Rasanya seperti, aku telah melihatmu dalam mimpiku
It feels like, there's no one in between
Rasanya seperti, tidak ada jarak diantara kita
I'm sorry that I love you
Maaf aku mencintaimu
I can't help the way I feel for you
__ADS_1
Aku tidak bisa menahan perasaanku untukmu
Dream, you make my dreams feel so much real
Mimpi, kamu membuat mimpiku terasa sangat nyata
Dream, you make my world feel so much real
Mimpi, kamu membuat duniaku terasa sangat nyata
You make me feel like I'm awake
Kamu membuatku merasa seperti sudah bangun
You make me feel like I'm awake
Kamu membuatku merasa seperti sudah bangun
It feels like, I've seen you in my dreams
Rasanya seperti, aku telah melihatmu dalam mimpiku
Rasanya seperti, kita lebih dekat daripada yang terlihat
I'm sorry that I miss you
Maaf aku merindukanmu
But I feel so restless without you
Tapi aku merasa sangat gelisah tanpamu
Sumber : Tearliner - In My Dreams (Feat. Love X Stereo) Love Alarm OST Lyrics
https://sinkpop.blogspot.com/2019/09/tearliner\-in\-my\-dreams\-feat\-love\-x.html
Lirik Lagu Korea
-
-
-
-
-
-
Terima kasih sudah membaca ❤❤
Jangan lupa
LIKE 👍
KOMEN 💋
VOTE 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1