Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 46


__ADS_3

Hari ketiga Elang dirawat dirumah sakit, Banyu dan Bumi sudah pulang terlebih dulu setelah mengetahui kondisi orang yang mereka sayangi sudah baik-baik saja, sementara Maya berniat menemani anaknya sampai keluar dari rumah sakit.


Kata dokter luka jahitannya akan mengering dalam kurun waktu tujuh hari, tapi mungkin rasa nyeri masih akan terasa jika pasien lelah atau stress dikarenakan jahitannya tidak hanya disatu lapisan kulit, banyak jaringan ditubuh yang juga ikut terluka.


Sudah tiga hari ini juga Rea menemani Maya dirumah sakit, membawakan kebutuhan wanita itu karena ia lebih memilih untuk menginap disana, sementara itu Axel datang membawa kabar bahwa pelaku penusukan adalah suami dari karyawan Arkan yang dendam karena merasa laki-laki itu ikut campur urusannya.


Rea sedikit terkejut mendengar penjelasan Axel begitu juga Elang, tapi polisi berkata kemungkinan ada motif lain karena beberapa minggu sebelum kejadian ada aliran dana yang cukup besar masuk ke rekening tersangka, tapi orang itu masih tidak mau memberi keterangan ke polisi dari mana dana itu berasal, setelah ditelusuri ke pihak bank, uang itu ditransfer secara tunai dan si pengirim sepertinya orang yang cerdik, ia tidak mengirim uang itu sendiri tetapi meminta bantuan seorang tukang ojek dengan memberi imbalan untuk mentransferkan uang itu ke rekening tersangka.


Rea sedikit merasa bingung, apa mungkin laki-laki itu adalah suami Wika, karena kemarin Arkan memang membantu wanita itu saat tau suami bawahannya itu melakukan KDRT sampai menyebabkan Wika kehilangan bayinya, sejenak dia sadar kalau sudah dua hari ini Arkan tidak menghubunginya, bahkan HP didalam tasnya tidak ia sentuh dari beberapa hari yang lalu.


Lidia datang bersama Jordan, wanita itu memeluk Maya sambil membisikkan kalimat maaf ketelinganya, melihat Lidia yang sangat merasa bersalah, Elang meminta agar wanita itu tidak memikirkan hal yang macam-macam karena ia sudah merasa kondisinya baik-baik saja, dan lagi Lidia yang tengah hamil 4 bulan membuat Elang merasa cemas dengan bayi didalam kandungan ibunda Rea itu kalau sampai wanita itu menjadi stress karena merasa bersalah atas apa yang menimpanya.


"Kami berencana mengadakan acara pengajian empat bulanan dan selamatan dirumah minggu depan," ucap Jordan.


"Jika sempat kami harap kalian bisa datang," imbuh Lidia.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Farhan datang bersama sekretarisnya yang terlihat membawa satu keranjang buah, meihat mantan istrinya dan suami barunya disana dia terlihat sedikit salah tingkah, apalagi ibu dari anak laki-lakinya juga berada disana.


Farhan menyapa semua orang yang ada disana kemudian mendekat kearah anaknya yang terlihat duduk bersandar pada ranjang pasiennya, menanyakan keadaannya apa sudah baik-baik saja, mereka mengobrol sebentar kemudian pulang satu persatu meninggalkan Rea dan Elang berdua dikamar , sementara Maya memilih keluar untuk mencari makan dan bebarapa kebutuhan pribadinya.


Rea duduk disamping ranjang kakaknya, ditangan Elang sekarang hanya terpasang selang infus berbeda dengan kemarin yang masih terdapat selang untuk memasukkan tambahan darah ke tubuhnya.


"Apa kamu mau makan atau minum sesuatu?"tanya Rea.

__ADS_1


"Tidak," Jawab Elang singkat.


Selama menemani Elang dirumah sakit baru sekarang mereka bisa berbicara berdua.


"Aku senang kamu sudah baik-baik aja," ucap Rea lirih. "Kenapa kamu melakukan hal seperti itu? kalau sampai kamu....," tenggorokan gadis itu tercekat, tidak bisa meneruskan kalimat yang ingin dia ucapkan.


"Apa kamu takut aku mati?"


Rea membelalakkan matanya merasa tidak suka dengan kalimat yang baru saja diucapkan kakaknya. Laki-laki yang terlihat masih pucat itu malah tersenyum melihat ekspresi wajahnya yang berubah.


"Aku yakin bahkan jika saat itu bukan aku yang tertusuk, kamu juga pasti akan tetap merasa cemas seperti sekarang."


"Kenapa kamu melakukan itu? menghadang hujaman pisau dan merelakan tubuhmu terluka untukku? kamu pasti tau jika sesuatu yang buruk terjadi padamu aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri seumur hidupku."


"Cepatlah sembuh, agar aku bisa memberikan apa yang ingin aku berikan kepadamu."


Rea berpikir dirinya pasti akan bimbang lagi jika tidak segera mengalihkan pembicaraannya dengan laki-laki yang pernah dicintainya itu, bahkan hal yang selama ini selalu berusaha dia hindari sekarang sedang terjadi, bertengkar dengan Arkan karena Elang.


"Apa yang ingin kamu berikan? hatimu?" tanya Elang sambil tersenyum menggoda.


"Nah kan benar baru aja," batin gadis itu dalam hati.


"Em.. bukan."

__ADS_1


"Ah sayang sekali kalau selain itu aku tidak tertarik," Elang memalingkan wajahnya.


"Aku akan memberikan Thomas untukmu," ucap Rea yang membuat Elang terkejut dan menatap adiknya lagi.


"Serius?"


"Aku sudah janji padamu, dan aku tau kamu juga masih mengingat janjiku untuk memberikan Thomas jika kamu bisa menungganginya."


"Tapi Jangan menyesal dan meminta Thomas kembali nanti, karena aku tidak akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku dengan mudah," ucap Elang dengan sedikit penekanan.


"Karena aku pernah melepaskanmu dengan mudah dan sekarang aku menyesal tidak bisa menjadikan dirimu milikku lagi."


"Tidak akan, aku akan membeli kuda baru," jawab Rea dengan sedikit gaya bicara yang dibuat-buat.


Oh ya kamu tau? Ken bekerja dirumah sakit ini, dia sekarang menjadi seorang dokter," cerita gadis itu ke kakaknya.


"Benarkah?" tanya Elang terkejut, ada sedikit rasa penasaran dihatinya.


"dia sepertinya belum menikah, tapi aku tidak tau apakah dia sudah punya kekasih atau belum, apa kamu tidak ingin mendekatinya? Dia benar-benar makin cantik, apalagi dengan jas putih yang dia pakai, jika aku laki-laki pasti sudah jatuh hati kepadanya," cerita Rea menggebu-gebu.


Elang hanya tertawa, tangannya ingin sekali mengacak-acak rambut adiknya tapi masih terasa sakit karena jarum infus yang sudah berhari-hari menancap disana.


Karena membahas Ken mereka lalu mengobrol tentang teman-teman dan kenangan saat masih duduk di bangku SMA, tentu saja minus membicarakan hubungan dan kenangan mereka yang terlalu manis dan pahit untuk diingat.

__ADS_1


Mereka tenggelam dalam nostalgia sampai Maya kembali dan mengajak mereka menyantap makanan yang ia beli, setelah makan Rea memilih pulang ke apartemennya untuk beristirahat sejenak dan berjanji akan kembali lagi nanti.


__ADS_2