Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 77


__ADS_3

Untuk yang under 18+ Na sarankan jangan membaca part ini dan part selanjutnya 😁 Silahkan yang masih under age bacanya yang sesuai usianya saja. Tapi kalau masih nekat baca terserah kleyaaannnn, Yang penting Na udah kasih WARNING ⚠


❤❤❤❤❤


Mempelai dan para keluarga masih berada diruangan pesta sambil mengobrol setelah acara selesai, kecuali Lidia dan Jordan yang sudah pulang karena seharian meninggalkan bayi mereka dirumah dengan pengasuh.


Berdiri memakai heel hampir tiga jam lamanya tak ayal membuat kaki Rea pegal, beberapa kali ia terlihat memijat betisnya.


Tak selang berapa lama satu persatu keluarga beranjak pergi meninggalkan pengantin baru yang masih disana, sebelum pergi Rea memilih berjalan mendekat ke arah pelaminannya, ia seolah masih tidak percaya bahwa dirinya sudah menyandang gelar sebagai Nyonya Arkana sekarang.


Laki-laki yang akan menghabiskan seumur hidup dengannya mendekat memeluk pinggangnya dari belakang membisikkan kalimat cinta kepadanya, Rea menyandarkan kepalanya kedada Arkan lalu menggenggam tangan laki-laki itu, bibirnya tersenyum meraih satu tangan suaminya kemudian mendaratkan ciuman lembut disana, gadis itu merasa sangat bersyukur dan bahagia.


Menjadi orang terakhir yang pergi dari lokasi pesta, mereka keluar dari ruangan sambil bergandengan tangan, Rea melingkarkan tangannya di lengan suaminya, berjalan dengan bergelayut manja sampai ke parkiran mobil, mereka memang sudah memutuskan untuk pulang kerumah mereka sendiri setelah pesta, tapi Rea meminta semua hadiah dan barang-barangnya dibawa kerumah mertuanya.


Sampai dirumah Rea ingin bergegas masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri, Arkan terlihat hanya memakai kemeja putih karena laki-laki itu sudah menanggalkan jas yang dia kenakan, saat akan menaiki anak tangga Arkan memberikan jas miliknya ketangan Rea tanpa aba-aba membopong tubuh istrinya menuju kamar mereka.


Rea yang terkejut hanya bisa tertawa mengalungkan tangannya ke leher Arkan sambil masih memegang jas milik suaminya.


"Kenapa kamu bisa sangat tampan ha?" tanyanya.


Arkan tersenyum membalas pertanyaan istrinya dengan sebuah pertanyaan juga "Apa kamu baru sadar?"


Entah kenapa gadis itu merasa malu, ia tertawa sambil membenamkan wajah kedada suaminya.


Arkan membaringkan tubuh istrinya dikasur, dengan posisi badan diatas Rea ia membelai pipi gadis itu sambil berbisik mesra "Sayang, apa kamu lelah?"


"Bagaimana denganmu?" Rea malah melempar balik pertanyaan dari suaminya.


Arkan menggelengkan kepalanya sambil mengulas senyum manis dibibirnya.


"Aku ingin melakukannya denganmu malam ini, jika kamu tidak keberatan," ucapnya lembut membuat Rea merasa sangat dicintai dan dihargai oleh suaminya.

__ADS_1


"Tapi bagaimana kalau mandi dulu, aku merasa bau," Rea menangkup pipinya terlihat malu.


"Apa mau mandi bersama?"


Pertanyaan dari suaminya malah membuat pipi gadis itu semakin memerah. Tangannya menunjuk rambut diatas kepalanya "Aku masih harus menghilangkan bekas hair spray dirambutku, bagaimana kalau kamu mandi duluan?"


Arkan tersenyum sambil berdiri dari posisinya, melepas kancing kemejanya satu persatu didepan istrinya, gadis itu sudah terlihat gugup, bukan...bukan, ini bukan kali pertama dia melihat laki-laki itu bertelanjang dada, tapi entah kenapa kali ini ia merasa berbeda.


Arkan kemudian melepas celananya, Rea yang melihat hanya bisa tertawa. Arkan mendekat menindih badannya kemudian mencium bibirnya semakin lama semakin dalam, Rea melebarkan manik matanya saat merasakan sesuatu mengenai perutnya, dengan lembut ia melepaskan tautan bibir suaminya.


"Mandi dulu sana!" ucap Rea sambil beranjak dari atas tempat tidur, tangannya meraih remote AC di nakas untuk menurunkan suhu kamar mereka.


"Kenapa aku merasa sangat panas?" gerutu Rea sambil memencet benda persegi berwarna putih ditangannya.


Arkan terlihat tertawa sambil memungut pakaiannya dari lantai, ia lalu masuk ke dalam kamar mandi.


"Habislah aku malam ini," bisik Rea sambil mengingat adik suaminya yang sudah menegang tadi.


Gadis itu tersenyum sambil geleng-geleng kepala membaca beberapa pesan dari teman-temanya yang lagi-lagi secara bergantian meledek dirinya.


Seusai mandi Arkan memilih duduk bersandar diranjang, menghidupkan televisi yang sama sekali tidak dia tonton, matanya melihat kearah pintu kamar mandi dimana istrinya berada, laki-laki itu menghitung sudah lebih dari lima belas menit gadis itu berdiam diri didalam sana.


Sementara Rea masih terpaku menatap pantulan tubuhnya sendiri di depan cermin kamar mandi. Pikirannya sudah melayang kemana-mana, bagaimana kalau dia sampai membuat kesalahan, bagaimana kalau suaminya itu tidak puas karena dirinya yang belum punya pengalaman sama sekali.


Rea menangkup pipinya sendiri merutuki pikirannya, bukankah ini juga akan menjadi pengalaman pertama kalinya untuk Arkan, kenapa harus segugup ini pikirnya.


Akhirnya dia memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi, gadis itu menutupi lingerie berwarna lavender yang dia pakai dengan piyama bermodel kimono dengan warna yang senada, sekilas tersenyum kearah suaminya, Arkan sudah tidak bisa memalingkan matanya dari wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.


Rea berjalan kemudian duduk didepan meja riasnya, menyisir rambutnya yang tergerai sesekali berdoa agar Arkan tidak sampai tau kalau dia sedang merasa gugup.


Laki-laki itu turun dari kasur, Rea melihat suaminya mendekat kearahnya dari pantulan cermin meja rias didepannya, dia semakin salah tingkah.

__ADS_1


Arkan yang seperti sudah tidak sabar menarik gadis itu dari depan meja rias, menghadapkan badan Rea kearahnya, merengkuh tubuh istrinya agar menempel lebih dekat kepadanya.


“Kenapa kamu seperti menghindar? bukankah kamu sendiri kamarin yang bilang ingin segera punya Ale versi kita.” Ucap Arkan.


"Aku tidak menghindar, hanya ------" Rea tidak bisa meneruskan kalimatnya karena sebuah kecupan sudah membungkam bibirnya.


Arkan mulai mencium bibir Rea, lama kelamaan mulai menggigit lembut agar istrinya membuka katupan bibirnya, ia menelusupkan lidahnya bermain dirongga mulut sang istri sesekali membelit lidah dan melahapnya penuh gairah.


Tangan Rea merengkuh tengkuk Arkan, merasakan sebuah emosi tak tergambarkan yang sebenarnya ingin dia ledakkan malam itu juga, gadis itu mengusap dan sesekali menarik rambut suaminya, ikut menggerakkan lidahnya didalam sana meladeni permainan panas dari Arkan, sesekali terlihat seringai senyum dari bibir keduanya.


Sudah sering mereka melakukan ciuman seperti yang mereka lakukan sekarang, tapi malam ini berbeda. Entah mengapa ciuman mereka lebih terasa bergelora, mungkin karena mereka sadar sudah bisa bebas melakukan sesuatu yang lebih dari hanya sekedar saling menautkan bibir satu sama lain.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersumbang Eh salah Bersambung 🤣

__ADS_1


__ADS_2