Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Bab 145 MBYDL : EndVer1 Bag.12


__ADS_3

Rengkuhan cinta yang hilang selama tiga bulan kembali Arkan dan Rea dapatkan, layaknya pasangan pengantin baru, mereka menikmati setiap belaian dan cumbuan penuh nafsu satu sama lain. Seolah ingin mengisi hati mereka yang sempat mengering dengan aliran kasih sayang lagi.


Memejamkan mata sambil membuat suara-suara seksi nan memabukkan ditelinga Arkan, Rea sampai tak sempat menghitung berapa kali laki-laki yang sangat dicintainya itu membawanya terbang, menuju titik tertinggi dalam derajat yang manusia sebut kenikmatan surga duniawi.


"Aku mencintaimu, kamu milikku, hanya milikku!"


Ucapan cinta Arkan membuat Rea kembali membumbung tinggi, tak ada satupun wanita di dunia ini yang tidak akan bahagia mendapat cinta yang begitu besar dari seorang laki-laki. Keduanya kembali saling mencumbu, tak peduli tubuh mereka yang telah bermandikan peluh akibat pergulatan di atas ranjang itu yang telah mereka ulangi lebih dari tiga kali.


Mencium kembali bibir istri nakalnya, Arkan tersenyum melihat Rea terlihat memejamkan mata kelelahan akibat perbuatannya. Gadis itu menelusupkan kepalanya, memeluk erat tubuh Arkan, mencari kenyamanan yang baru ia sadari hanya Arkanlah yang bisa memberikannya.


"Maaf untuk belum bisa menjadi pasangan yang baik, tapi aku akan berusaha, aku mencintaimu," bisik Rea.


"Maaf , aku juga belum bisa menjadi laki-laki yang sempurna untukmu, belum bisa menjadi imam yang baik untuk keluarga kecil kita, tapi aku janji akan terus memperbaiki diri," jawab Arkan.


Rea mengangkat wajahnya, tersenyum sambil membelai lembut pipi pria tampan miliknya itu.


"Aku belum memberimu selamat, selamat atas penghargaanmu Arkana sayang," ucapnya dengan nada yang dibuat-buat.


Arkan yang gemas kembali mencium bibir gadis itu, " Terima kasih, tapi aku mau meminta hadiah kepadamu, bukankah aku layak mendapat hadiah?"


Menegakkan badan, Rea menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya."Katakan apa yang kamu minta! aku pasti akan memberikannya."


"Yakin kamu bisa memberikannya? aku minta segera!"


"Apa? saham RBB market? aku akan memberikan semuanya untukmu!" canda Rea.


"Dasar nakal, aku sudah tahu dari Ax dan aku tidak menginginkan itu, ada yang jauh lebih aku inginkan." Arkan menarik selimut Rea lalu menarik tubuh istrinya kembali ke pelukannya.


"Lalu ingin apa? katakan! jangan membuat aku penasaran!"


"Bayi, aku mau Arkan junior," ucap Arkan sambil kembali menciumi seluruh bagian wajah Rea.


"Ish, dasar! Bangun! aku lapar, sampai kapan kita mau terus di kamar, aku belum mengecek apa Bening dan Embun sudah makan." Rea melepaskan pelukan Arkan dan berlari masuk ke kamar mandi.


***


Setelah berganti baju mereka naik kembali ke rooftop hotel dimana Arkan menyiapkan acara makan malam untuk merayakan kembalinya mereka berdua. Terkejut, Rea melihat Axel juga berada disana, laki-laki itu tersenyum ke arahnya sambil menggendong Embun.


Arkan meninggalkan Rea yang berdiri terpaku, bagaimanapun rasa bersalah ke Axel masih menggelayuti hatinya. Arkan mengambil Bening yang berada di gendongan sang pengasuh lalu mengajak bercanda Embun.


Perlahan Rea mendekat, melempar senyuman ke kakak tirinya itu, ia meraih tangan Embun yang berada di gendongan Ax, menggoyang-goyangkan tangan mungil anaknya.

__ADS_1


"Ar, aku pernah berjanji akan mengatakan sesuatu setelah kalian kembali bersama, melihat kalian sekarang aku pikir inilah waktu yang tepat untuk aku berbicara."


Rea heran dengan ucapan Axel, ia menatap wajah laki-laki itu kemudian berpaling menatap suaminya yang juga terlihat mengernyitkan dahinya.


"Mulai sekarang biarkan Embun sepenuhnya menjadi anakmu dan Rea, tolong jangan berpikir aku ingin lari dari tanggung jawab untuk tidak mau mengasuhnya, tapi ini adalah keputusan yang sudah benar-benar aku pikirkan, tidak baik juga jika kelak saat dia sudah besar menjadi bingung kenapa memiliki satu ibu dan dua ayah, apalagi kalau dia sampai tahu bahwa dia terlahir karena suatu kesalahan." Tercekat, baik Rea dan Arkan tahu bahwa pasti sangat berat untuk Axel berbicara seperti itu.


"Ax...," Arkan yang ingin menyampaikan pendapatnya langsung terdiam mendapati Axel meenggelengkan kepalanya.


Ax menatap wajah Embun, bayi itu tersenyum sambil menepuk pipinya. Rea hanya bisa menerima saat Ax memberikan sang anak ke dalam pelukannya.


"Pa..pi," ucap Embun.


Mereka semua kaget dan sekaligus senang mendengar ucapan Embun, apalagi saat bayi itu mengulanginya berkali-kali.


"Papi." tawa mungil Embun sambil mengucapkan kata papi menghangatkan hati semua orang, terutama Axel, netra laki-laki itu bahkan terlihat berkaca-kaca mendengar kata yang terucap dari bibir mungil anaknya.


"No...no, no papi, call me uncle, OK!" ucap Axel sambil memegang tangan Embun lalu menciumnya.


"Papi." Bening yang berada di gendongan Arkan juga mengucapkan kata papi, anak itu bahkan menarik baju Axel, meminta laki-laki itu untuk menggendongnya.


"Kamu tetap papi mereka Ax, sampai kapanpun," ucap Arkan sambil menepuk pundak kakak iparnya itu.


Rea yang tak kuasa menahan sesak di dadanya terlihat meneteskan air mata, gadis itu berpaling sambil mencoba menghapus buliran air matanya, Arkan yang sadar langsung memeluk tubuh istrinya, menghapus pipi istrinya yang basah, mencium pipi Embun yang berada di gendongan Rea kemudian kening istrinya.


***


Axel terlihat akan menaiki lift ke ruang kerjanya di Sky Hotel sambil memikirkan kabar yang ia dengar di lobby tadi, bahwa seorang pengantin wanita yang akan menikah beberapa jam lagi di ballroom utama kabur dari kamarnya, semua keluarga pengantin menjadi panik. Ax mejadi teringat tentang Selena yang kabur meninggalkannya dulu, laki-laki itu tersenyum geli.


Lift tiba-tiba berhenti dan terbuka, Ax melihat seorang gadis terburu-buru masuk. Mata Ax menatap penampilan gadis itu dari atas ke bawah. Bibir Ax tersenyum melihat pakaian yang dikenakan gadis itu.


"Apa kamu yang akan menikah di ballroom utama?"


Gadis itu berbalik dan terkejut, menatap Axel dengan mimik wajah ketakutan, ia menunduk lalu menggelengkan kepala.


"Sial!" umpatnya yang sadar mengenakan kebaya.


"Menikahlah! jangan kabur seperti ini," ucap Ax.


"Tidak mau," ucap gadis itu sambil bersiap untuk kembali kabur.


Axel mendekat, menekan lift agar kembali berjalan, ia manarik tangan gadis itu, sontak gadis itu meronta ketakutan, karena terus meronta akhirnya Axel membopong tubuh gadis itu ke pundaknya layaknya sebuah karung semen.

__ADS_1


"Jika tidak mau menikah katakan dari awal, jangan kabur! apa kamu sadar bahwa perbuatanmu bisa merubah jalan hidup seseorang," ucap Ax.


Gadis itu terus meronta, tapi Axel terus berjalan sambil membawanya.


***


Dibawah pohon yang rindang beralaskan tikar, Arkan berbaring di atas pangkuan Rea yang sibuk membelai rambutnya mesra, sesekali gadis itu menunduk menciumi pipi dan kening suaminya bergantian.


Mereka berdua tengah kabur dari acara liburan bersama staff RM Jewelry, memisahkan diri dari rombongan, Rea dan Arkan mewujudkan keinginan yang pernah diucapkan Rea, pergi piknik dan membiarkan Arkan tidur di pangkuannya.


"Apa kamu bahagia?" Mendongak menatap Rea yang tengah menunduk menatapnya, Arkan membelai pipi gadis itu.


"Sangat, aku selalu bersyukur karena Tuhan mengirimkan dirimu untukku."


"Aku sadar kita bisa bertengkar lagi kapanpun, tapi janji tidak boleh melakukan hal-hal gila!" pinta Arkan sambil mengulurkan jari kelingkingnya.


Rea menyambut uluran jari sang suami mengaitkannya erat lalu menggoyang-goyangkannya, mereka tertawa dan Arkan kembali memejamkan matanya dipangkuan sang istri.


Begitulah akhir kisah mereka, dan akan selalu ada masalah ataupun pertengkaran di dalam mahligai rumah tangga keduanya. Namun, sebagaimana janji Rea dan Arkan, mereka akan bertengkar, meyelesaikannya kemudian berpelukan kembali.


TAMAT



_


_


_


_


_


_


_


yuhuuuu ending versi pertamanya udah kelar ya guys, terima kasih buat yang masih setia baca, untuk ending versi kedua mungkin agak gila, jadi siapkan hati kalian dan kalau kalian udah puas sama ending versi pertama yasudahhh Na ga akan maksa buat baca ending versi kedua, karena baca Novel itu selera.


so, Thanks you so much

__ADS_1


Love dari Arkan dan Rea untuk kalian semua 🥰


__ADS_2