Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 123


__ADS_3

Area 18 ++


Warning!! Yang ga kuat baca mending skip dari pada ntar emosi jiwa. Harap digaris bawahi novel ini hanya cerita fiktif belaka hasil kehaluan authornya. Jangan dianggap serius, kalaupun jadinya baper atau emosi jiwa silahkan jauhkan diri dari benda-benda berharga.


Tapi tetep Na sarankan dibaca 😂😂😂


_


_


_


_


Perlahan Rea melangkahkan kakinya ke dalam unit apartemen itu, berjalan masuk melihat setiap bagian ruang yang dilewatinya, apartemen itu sudah lengkap dengan perabotan menandakan bahwa sang pemilik memang berniat untuk tinggal disana.


Rea membuka pintu yang sudah jelas adalah satu-satunya kamar yang berada di apartemen itu, dirinya menangkap sosok Axel yang tengah berdiri memandang jauh ke gedung diluar apartemen, Laki-laki itu terlihat hanya memakai kemeja berwarna putih dan celana panjang berwarna biru tua, dimana jas yang ia lepas terlihat teronggok di atas sofa yang ada di dalam kamar itu.


Rea mensejajari Axel, melihat kekasihnya datang Ax tersenyum, memeluk pundak Rea untuk merapat ke dirinya, mereka kemudian saling pandang seolah mengagumi keelokan wajah masing-masing, perlahan Rea memejamkan matanya saat Axel sedikit menundukkan kepalanya, bibir mereka bertemu, ciuman hangat itu lama kelamaan menjadi liar dan panas.


***


"Lakukan Ax!" bisik gadis gila itu.


Rea lebih merapatkan tubuhnya ke Axel, perlahan tangannya membuka kancing kemeja laki-laki di hadapannya. Ax masih tidak percaya bahwa Rea akan mau melakukan hal ini dengannya, bahkan saat dia masih belum bercerai dengan sang suami.


"Re___" lirih Ax, tentu saja dia sudah benar-benar menahan untuk tidak menerkam gadis yang sangat dicintainya itu.


"Aku dulu pernah merudapaksamu, apa kamu tidak takut jika aku melakukannya lagi?"


Rea membelai dada bidang laki-laki yang sudah setengah telanjang itu, netranya tajam menatap mata Axel.


"Maka dari itu sekarang buat aku menikmatinya Ax," ucapnya.


"Apa kamu tidak akan menyesal?" Axel masih terus ingin memastikan keputusan Rea yang berkata ingin bercinta dengannya, "Katakan padaku untuk berhenti sebelum aku benar-benar hilang kendali!"

__ADS_1


Rea membelai pipi kakak tirinya itu sambil lirih berucap "Aku menginginkan ini Ax, Aku rela dirimu menjamah tubuhku."


"Bagaimana jika Arkan melihat bekas yang aku tinggalkan di tubuhmu?"


"Aku tidak akan mengizinkan dia menyentuhku sampai bekas yang kamu tinggalkan hilang dengan sendirinya," Jawab Rea sambil melucuti pakaiannya sendiri.


Axel merengkuh pinggang gadis itu dengan sebelah tangannya, menatap mata Rea yang jelas hanya ada pantulan bayangan dirinya di sana.


"Jika seperti itu maka akan aku tinggalkan bekas yang dalam agar tidak segera hilang dari tubuhmu."


Rea tersenyum sambil merangkum pipi Axel, gadis itu memejamkan matanya saat benda kenyal milik Axel menempel dengan benda kenyal miliknya lagi.


Laki-laki itu mencium bibirnya, berawal lembut penuh cinta, tapi lambat mulai menggigit lalu memasukkan lidahnya untuk membelit dan mengabsen deretan gigi milik Rea, menggelitik rongga mulut dan saling bertukar saliva, tak ada rasa jijik lagi diantara mereka berdua.


Axel mengangkat tubuh gadis itu, dengan bibir yang masih bertautan membaringkannya lembut ke ranjang, ia melepaskan pakaian luar Rea, sesaat Axel berdiri untuk melepaskan ikat pinggang dan celananya, ia lantas naik ke atas ranjang, mengungkung tubuh putih mulus itu dengan badan kekarnya.


Bibirnya mulai berlari ke ceruk leher gadis itu, menciuminya penuh napsu, sesekali menghembuskna napas panas yang membuat Rea menggeliat, lidahnya menggelitik telinga gadis itu, gemas, ia menggigit cuping telinga Rea, gadis itu mendesau lirih membuat libido Axel semakin meninggi.


Ax beralih ke dua benda favorite semua laki-laki di dunia, apalagi kalau bukan dua buah daging tak bertulang dengan dua bulatan kecil di atasnya, masih terbalut kain penutupnya, Axel menggigit aset milik Rea itu dari luar, tangganya mulai merayap kebelakang punggung mencari pengait kain hitam berenda itu, dengan sekali sentak benda itu lepas dan Ax membuangnya kesembarang tempat.


Nakal, lupa dengan statusnya yang masih bersuami, tangan Rea menggenggam milik Axel yang sudah menegang di balik celana boxer yang laki-laki itu kenakan, membelainya lembut lalu menggelitik dengan jemarinya, Axel melenguh, mengangkat kepalanya dari dada Rea menikmati setiap sensasi yang diberikan gadis itu kepadanya.


"Aku tak tahan," ucapnya seraya berdiri melepaskan kain penutup terakhir dari badannya, tangannya lalu melepas underwear terakhir dari tubuh Rea, sehingga mereka sekarang sama-sama memandang tubuh polos satu sama lain.


Ax menggangkat tubuh Rea untuk menggesernya sedikit ke atas, tanpa permisi ia menyerang bagian inti gadis itu dengan lidahnya, menggeliat, menjambak rambut Axel, dan mendesau adalah balasan Rea atas perbuatan laki-laki itu ke tubuhnya.


"Ax oh Ax____," Rea mulai meracau tak terkendali, pinggangnya menegang, tubuhnya melenting bersamaan dengan cairan hangat yang keluar membasahi intinya.


Tak ingin memberi jeda untuk kenikmatan yang baru direngkuh kekasihnya, Axel menindih tubuh gadis itu dan dengan sekali sentak memasukkan miliknya ke inti Rea. Ax sedikit mendongakkan kepalanya, merasakan sensasi hangat mencengkeram dari inti yang baru diterobosnya, perlahan ia mulai menggerakkan pinggangnya, membuat suara desahan lolos dari bibir gadis yang tubuhnya sedang dia kuasai itu.


Axel semakin mempercepat gerakannya, membuat Rea hampir kembali mencapai klimaksnya kembali, ia mengunci tubuh Axel dengan melingkarkan tangannya ke punggung laki-laki itu.


Mereka kembali menautkan bibir satu sama lain, sampai Rea melepaskannya untuk meracau kembali.


"Ax, aku sudah tidak tahan, Ax_____"

__ADS_1


"Wait me baby, Oh...I'm coming!"


Axel mulai menggerakkan pinggangnya lebih cepat sebelum mengerang panjang saat miliknya berhasil mengeluarkan cairan hangat ke dalam inti Rea yang merupakan bukti terpuaskan napsu yang ia tahan.


Ax memeluk tubuh Rea, menciumi kening gadis itu yang sudah bermandikan peluh karena pergulatan mereka.


"Terima kasih, aku mencintaimu Re," bisiknya.


Rea tak membalas ucapan laki-laki itu karena ia masih berusaha mengatur napasnya yang memburu.


***


Axel terbangun mendapati dirinya tertidur dengan masih menggunakan pakaian lengkap, setelah Rea datang dan mereka berciuman tadi mereka hanya saling berpelukan di atas ranjang, entah mengapa berada di dalam pelukan Rea membuatnya nyaman, dan dengan mudah tertidur. Ax meraih ponselnya, melihat sebuah pesan yang ditinggalkan Rea sekitar tiga puluh menit yang lalu.


[ Ax , aku pergi dulu maaf aku tidak tega membangunkanmu ]


Laki-laki itu menggosok mukanya kasar, bagaimana mungkin dia bisa bermimpi seperti itu di sore hari.


"Sial!" umpatnya berkali-kali merutuki pikiran kotornya.


_


_


_


_


_


_


Hayo lho yang udah negative thinking 🤣🤣🤣 MIMPI guys CUMA MIMPI ✌✌✌


Jangan lupa komen Like dan Vote ya 🥰

__ADS_1


__ADS_2