
Pagi itu disebuah rumah yang terlihat sangat asri seorang gadis sedang duduk tertunduk diruang tamu, merapatkan kakinya menaruh kedua tangannya diatas pahanya. Orang tuanya sedang memarahinya habis-habisan, bahkan ayahnya ingin memukulkan sebuah stick golf jika tidak dicegah istrinya.
"Kamu benar-benar bikin malu keluarga, mencoreng nama baik papa dan mama."
"Sudahlah pa yang penting dia udah pulang dan baik-baik saja," bujuk istrinya
"Kamu tau betapa malunya papa harus meminta maaf kepada keluarga Pak Jordan, kalau kamu memang dari awal tidak mau dijodohkan seharusnya bilang, bukannya kabur dihari pernikahnmu seperti itu."
Pria paruh baya itu membanting stick golf nya kemudian pergi meninggalkan ruang tamu rumahnya.
"Selin, sudah ayo masuk kekamar pasti kamu belum makan kan?" tanya mamanya.
Gadis itu menangis sejadi-jadinya kemudian memeluk wanita yang bertanya padanya itu, meminta maaf berkali kali
***
"Nanti malam kita ke club lagi yuk, aku masih penasaran dengan sesuatu," ajak Axel ke rekan kerja sekaligus temannya yang sedang duduk bersama didalam ruang kerjanya.
"Penasaran soal apa? tiga hari ini kamu selalu ngajak aku ke club yang sama," Jawab temannya
"Ada pokoknya"
"Apa kamu masih frustasi karena ditinggal kabur calon istrimu? sampai ingin pergi ke club tiap malam?"
"Sialan kenapa membahas itu lagi? Aku sudah tidak peduli dengan perjodohan konyol itu"
"Lalu apa yang membuatmu antusias ke club tiap malam?"
Axel hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan temannya.
"Bagaimana hasil inspeksi mendadakmu ke Mall? Apa semua orang terkejut dengan kedatangamu?"
"Aku yang terkejut, menemukan dua orang gadis sedang bertengkar"
"Hahahaha apa mereka tengah merebutkan seoarang pria?"
"Aku tidak tau tapi salah satunya adalah gadis yang aku cari"
"Kenapa tidak mencoba datang lagi ke mall siapa tau dia suka jalan-jalan atau berbelanja disana"
"Betul juga, kenapa aku ga kepikiran," jawab Axel
***
Selena adalah anak gubernur dikota tempat tinggal Rea, biasa dipanggil Selin oleh orang-orang yang sudah mengenalnya dengan akrab, sementara mantan calon suaminya yang bernama Axel adalah Putra bungsu pengusaha besar bernama Jordan. Dia sekarang tinggal dikota yang sama dengan Selena karena sedang mengelola bisnisnya.
__ADS_1
Perjodohan mereka memang didasari kepentingan pribadi dari masing-masing keluarga, Axel sempat tertarik kepada Selena karena dia gadis yang cantik, tapi karena kabur meninggalkannya dihari pernikahan mereka, Axel sekarang benci setengah mati kepada gadis itu.
***
Selena sedang berbaring di tempat tidur, memikirkan bahwa ternyata orang yang dicintainya akan segera menikah, muncul beberapa ide gila di dalam pikiran nya untuk membuat Arkan gagal menikah dan menjadi miliknya.
Gadis itu mengambil sebuah kertas menuliskan sebuah surat kemudian mengambil beberapa obat tidur dilacinya, meminumnya dalam jumlah melebihi dosis, kemudian membanting lampu tidur kamarnya, berpura-pura jatuh pingsan.
Mamanya masuk kedalam kamar ingin mengantarkan makanan untuk anaknya sekita terkejut dan berteriak melihat anaknya tak sadarkan diri, wanita itu menemukan surat yang di tulis anaknya kemudian meminta bantuan pembantunya untuk menelpon ambulance dan membawa anaknya ke rumah sakit.
Arkan masih sibuk bekerja dikantornya tiba-tiba seseorang datang ingin menemuinya, laki-laki itu terkejut saat diberi tau karena orang yang datang adalah utusan dari ibu Selena. Orang itu memberi tau kalau selena masuk rumah sakit karena mencoba bunuh diri.
"Lalu apa urusannya denganku?" tanya Arkan
"Saya hanya menyampaikan pesan sesuai perintah, " jawab orang itu
Arkan sama sekali tidak bergeming dia melanjutkan pekerjaannya dan akan menjemput Rea pulang kerja seperti biasa.
Didalam mobil Arkan bercerita kepada Rea soal Selena yang katanya mencoba bunuh diri. Sontak Rea terkejut.
"Benarkan apa yang aku bilang seperti drama yang aku tonton" Rea sudah memanyunkan bibirnya sebal.
"Kalau didrama yang kamu tonton apa yang akan dilakukan si pria?" tanya Arkan penasaran.
"Lalu bagaimana dengan kekasih pria itu?"
"Ya dia merelakan kekasihnya bersama perempuan itu," jawab Rea kesal
Arkan tersenyum melihat Rea yang sudah memutar tombol AC untuk membuat udara di mobil menjadi lebih dingin, gadis itu sudah kepanasan, sudah mulai terbakar api cemburu lagi .
"Kamu tau kan aku ga bakal kayak pria dalam drama itu?" Arkan berbicara sambil menatap kearah gadis itu.
"Tapi aku penasaran apa yang akan dilakukan kekasih pria itu jika ada dikehidupan nyata" Arkan menggoda Rea
"Kamu mau tau apa yang ingin dia lakukan?" tanya Rea
"Iya"
"Putar balik mobilmu, ayo kita ke rumah sakit dimana Selena dirawat"
"Mau apa?" Arkan kaget mendengar permintaan Rea
"Katanya ingin tau, buruan"
Sesampainya dirumah sakit Rea bertanya dimana kamar rawat Selena, dia berpura-pura cemas seolah-olah adalah saudara pasien, meminta informasi tentang keadaan Selana, Arkan sudah tertawa sendiri melihat tingkah Rea.
__ADS_1
Didepan pintu kamar Selena, Rea melihat seorang bodyguard, gadis itu mendekat
"Katakan Arkan ingin bertemu," bisik Rea
Bodyguard itu masuk menyampaikan apa yang dikatakan Rea. Kemudian membuka pintu mempersilahkan gadis itu masuk.
"Kamu disini saja, dengarkan apa yang akan aku katakan didalam, aku akan membuat dia menyesali perbuatannya," ucap Rea ke Arkan
Arkan hanya menurut karena dia memang benar-benar tidak tertarik mau Selena bunuh diri atau apa.
Selena sudah tersenyum tetapi kaget karena Rea yang masuk kedalam, begitu juga ibunya yang sedang menemaninya.
"Kamu?" Selena membelalakkan matanya
"Bu Andrea" ucap mamanya "ada apa anda kesini?" lanjutnya
"Saya calon istri Arkan, laki-laki yang sedang anak ibu coba untuk dapatkan"
Sontak ibu Selena terkejut menoleh ke anaknya. Arkan tersenyum di luar mendengar kalimat Rea.
"Saya tau anda sangat sayang dan mencintai putri anda, tapi anda tidak perlu ikut campur urusan anak muda, sampai meminta bawahan anda ke kantor menyampaikan pesan ke calon suami saya keadaan putri anda yang mencoba bunuh diri, bahkan obat yang dia minum belum sampai masuk ke kerongkongannya" Rea menatap ke ibu dan anak itu bergantian.
Wajah Selena sudah pucat.
"Dan kamu berhentilah bertindak bodoh untuk mendapatkan apa yang memang dari awal bukan milikmu, cukup kabur dari pernikahanmu sendiri, jangan merusak hubungan orang lain" Rea sudah melotot ke arah Selena kemudian berpaling menatap mama Selena yang terkejut dengan apa yang dia katakan.
"Dan anda, apa tidak bisa mendidik anak anda dengan benar, atau anda memang sengaja membiarkan ini agar Selena menjadi terkenal, pertama kabur dihari pernikahannya, kedua anak anda sekarang sedang mencoba menjadi perebut kekasih orang lain, kalau itu yang anda inginkan, saya akan membawa wartawan kemari sekarang juga, dan besok pagi saya pastikan anda akan melihat wajah suami anda di semua media masa"
Mama Selena langsung berdiri dan memarahi anaknya, dia merasa malu kemudian meninggalkan Selena sendiri bersama Rea, bodyguard nya pergi membuntuti di belakang.
Arkan masuk kedalam, membuat Selena bertambah kaget.
"Apa yang ingin coba kamu lakukan Sel?" tanya Arkan
"Aku..." Selena belum sempat meneruskan kalimatnya
"Aku tidak akan pernah datang kepadamu lagi setelah ini, aku sudah bilang tidak bisa menerima perasaanmu, jadi berhentilah sampai disini, carilah laki-laki yang lebih segalanya dari aku"
Arkan kemudian mengajak Rea keluar, memegang tangannya erat.
"Aku belum selesai Ar," bisik Rea
"Sudah tidak usah meladeni dia lagi," jawab Arkan sambil terus berjalan menggandeng Rea
"Kamu sudah cukup membuat dia malu" bisik Arkan dalam hati
__ADS_1