Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Bab 151 EndVer2 MBYDL : 06


__ADS_3

Mohon baca BAB 133 bagi yang belum mengerti 🥰


Cerita Arkan dan Rea SUDAH TAMAT, ini ending versi KEDUA untuk Axel dan jelas SUDAH BERBEDA ALUR CERITA.


_


_


_


_


_


Pergi dari kehidupan semua orang tak semudah yang Rea pikirkan. Ia masih harus bertemu Arkan untuk berbagi peran mengasuh Bening, untuk Embun satu bulan ini demi menutup akses Axel untuk bertemu dengannya, Rea memilih menghubungi sang mama untuk mengambil Embun jika sang papi merindukannya.


Lidia dengan senang hati melakukannya, karena pada intinya wanita itu ingin anaknya berhenti berhubungan dengan Axel. Meskipun keputusan bercerai dengan Arkan, sang menantu yang sangat Ia sayangi membuat Lidia sedih, tapi wanita itu sadar, mana mungkin ada laki-laki yang sudi berhubungan lagi dengan sang istri yang telah berselingkuh.


Alih-alih menasehati Rea atau menghibur anaknya, Lidia memilih membiarkannya. Beruntung, Rea masih memiliki Laras, wanita yang sejak kecil selalu memperhatikan dan sangat menyayangi dirinya. Bahkan saat Rea dan Arkan bercerai, Laras tetap menyayangi Rea seperti anaknya sendiri.


Seperti hari itu, di taman belakang rumah Andi, Rea duduk di kursi sambil melihat Bening dan Embun yang tengah berlarian di atas rumput.


Menepuk punggung Rea, Laras duduk mensejajari mantan menantunya itu.


"Mereka mulai aktif berlarian ke sana kemari," ucap Laras melihat kedua cucunya tertawa-tawa riang.


Rea hanya tersenyum, sepertinya Arkan tidak menceritakan ke mamanya bahwa alasan sebenarnya dari perceraian mereka adalah karena dirinya berselingkuh dengan Axel.


"Re, mama sebenarnya sangat kecewa, kenapa kalian memilih untuk bercerai, bukankah masih bisa diperbaiki? Mama sangat menyesal karena mama gagal mendidik Arkan, membuat dirinya sampai melakukan hal tercela yang membuatmu sangat terluka."


Laras meneteskan air mata, membuat Rea merasa sangat bersalah.


"Tidak ma, tidak. Aku mohon jangan berkata seperti itu, aku yang salah ma, semua ini bukan salah mas Arkan atau mama, ini salahku." Rea memeluk Laras, keduanya benar-benar dirundung duka.


Sementara Arkan hanya bisa melihat kedua wanita yang saling berpelukan itu dari kejauhan.


"Acara penghargaan dari Kementrian diundur bukan?" tanya Rea basa-basi ke Arkan.


"Hem, satu minggu lagi karena jadwal yang berbenturan. Re, apa kamu tidak ingin makan siang dulu?"


Entah kenapa Arkan seolah enggan melihat Rea pergi. Menggeleng dan mengulas senyum, Rea memilih langsung pergi setelah mengantar Bening dan Embun menginap bersama sang Papa.


Setelah dari sana, Rea Berniat pergi ke rumah sakit untuk berkonsultasi dengan Kinanti, sayang Rea lupa bahwa kakak iparnya itu tengah honeymoon ke luar negeri dan baru akan kembali minggu depan.


"Sial! bagaimana mungkin aku sampai lupa, Rea please fokus!" Ia marah kedirinya sendiri.


Rea memilih menunggu antrian dokter dengan bermain ponsel, membaca ulang pesan dari Axel kemudian menghapusnya, Ia baru sadar bahwa foto profil Ax adalah foto bayangan mereka berdua saat berlibur bersama di Bali waktu itu.


[ Apa kamu benar-benar tidak ingin menemuiku lagi? ]


[ Re, aku sangat merindukanmu ]

__ADS_1


[ Apa kamu baik-baik saja ]


[ Tolong, aku mohon balas pesanku ]


[ Aku mencintaimu ]


Deretan pesan dari Axel yang baru masuk ke ponselnya membuat hati Rea semakin nyeri. Ia sampai tidak sadar bahwa namanya sudah dipanggil berkali-kali oleh perawat untuk masuk ke dalam ruang dokter.


"Saya pernah satu bulan tidak menstruasi dok, saya sudah berpikir saya hamil, tapi ternyata tidak, saat saya menemui dokter Ken, dia bilang penyebabnya kemungkinan stress, setelah diresepkan vitamin dan obat, beberapa hari setelahnya tamu bulanan saya datang, maka dari itu saya datang kemari lagi," ucap Rea.


"Anda sudah menikah bukan? apa anda sudah mencoba memakai alat test kehamilan?" tanya sang dokter.


Rea hanya menggelengkan kepala. Mustahil, tidak mungkin. Ia baru sadar, dan berharap apa yang ada dipikirannya tidak terjadi.


"Saya tidak merasakan tanda-tanda hamil."


"Kalau begitu coba kita USG saja dulu, silahkan!" sang dokter meminta Rea untuk naik ke atas ranjang. Wajah gadis itu terlihat sangat cemas.


"Anda hamil," ucap sang dokter sambil menggerakkan alat USG itu di atas perut Rea.


"Apa?"


"Lihat! sudah ada kantung janin yang terbentuk." tunjuk sang dokter.


Tidak mungkin, tidak, mustahil. ya Tuhan, kenapa? kenapa? Rea meracau di dalam pikirannya.


Dengan langkah gontai Ia menuju ke parkiran mobil. Duduk di dalam mobil cukup lama, Rea menunduk, Ia meletakkan kepalanya di atas kemudi, entah senang atau sedih, yang jelas Ia meneteskan air mata.


***


"Em... apa Rea tidak pernah datang ke kantor?" tanya Ax saat mereka berdua tengah berada di sebuah coffee shop.


"Entahlah Ax, dia hanya membalas pesanku dengan singkat, sepertinya dia tengah dirundung kesedihan karena perceraiannya, jadi aku enggan menghubunginya jika bukan masalah pekerjaan," jawab Mia.


"Oh ya, Uncle Jordan bilang ingin melamar secara resmi ke rumah, tapi aku belum memberi jawaban Ax, karena aku tidak ingin tergesa-gesa, aku ingin kita saling mengenal dulu." Mia tersenyum lantas menyesap ice latte miliknya, sementara Ax hanya terdiam.


"Mia, maaf! maaf, kamu gadis yang baik, aku menyukaimu, tapi aku tidak bisa melanjutkan perjodohan ini karena aku mencintai gadis lain," beber Ax.


Terkejut bukan main, Mia merasa kecewa karena jelas Jordan berkata bahwa anak laki-lakinya itu tidak memiliki sesorang kekasih.


Malam harinya Rea meminta bertemu dengan Arkan, Ia ingin membicarakan tentang anak mereka, Bening. Gadis itu berpamitan bahwa dia akan pergi ke Perancis untuk mengambil kursus design selama satu tahun.


"Jika boleh aku akan mengajak Bening, tapi jika tidak, izinkan aku meninggalkannya selama satu tahun denganmu," lirih Rea.


"Hem, pergilah, aku bisa membawa Bening ke sana jika Bening rindu, tapi bagaimana dengan Embun? apa kamu sudah bilang ke Papinya?"


"Aku akan memberitahu mama, biar mama yang memberitahu Ax. Terima kasih, maaf sepertinya aku tidak bisa melihatmu menerima penghargaan, meskipun sebenarnya aku sangat ingin Ar," ucap Rea lirih.


"Apa itu berarti kamu akan pergi dalam minggu ini?"


Mengangguk, Rea berniat menghilang sampai bayi yang Ia kandung lahir.

__ADS_1


Sebenarnya bukan Perancis tujuan Rea, Ia berbohong semata-mata hanya untuk mengelabuhi semua orang, Ia bahkan sudah berniat pergi tanpa menunggu Elang dan Kinanti pulang dari bulan madu mereka.


[ Maaf Ken, aku tidak memberitahumu dan Elang, aku pergi ya, jaga kakak tersayangku baik-baik, aku harap kalian sudah memberiku keponakan yang lucu saat aku kembali satu tahun lagi, aku sayang kalian ]


Ken dan Elang sama-sama terlihat sedih membaca pesan dari Rea, apalagi keduanya tahu Rea telah bercerai dengan Arkan saat sampai di Eropa.


***


Rea berjalan menuju gate penerbangan domestik, menatap sekeliling Ia menghembuskan napasnya seolah ingin melepas semuanya.


Sementara Ax yang diberitahu sang mama bahwa Rea akan pergi ke Perancis terlihat sangat terkejut, mencoba menghubungi ponsel Rea berkali-kali, gadis itu membiarkan ponsel yang Ia genggam terus bergetar.


Seperti orang gila Ax memacu mobilnya untuk mencari keberadaan Rea di Bandara. Ia Berlari ke gate international yang jelas Rea tidak mungkin berada disana, karena gadis itu tidak benar-benar pergi ke luar negeri.


"Re.. Re...Re...a," napasnya terengah, Ax mulai putus asa. Jahat, gadis jahat, kenapa kamu pergi tanpa berpamitan.


_


_


_


_


_


_


CATATAN :


Halo kak, terima kasih banget udah mau Baca sampai part ini, mungkin Na sampaikan aja ya alasan Na kenapa ceritanya banyak yang bilang ga nyambung sama sebelumnya.


1) Pertama, pada akhirnya setelah novel ini benar-benar selesai. pembaca baru akan punya dua pilihan. Pertama lanjut Baca urut jika dia team Arkan atau lompat dari bab 122 langsung ke endver2 kalau dia team Axel


2) Kedua, kalau Na bikin nyambung memang ga bisa karena jelas Rea-Arkan kisahnya udah Selesai dan Tamat di bab 145. HAPPY ENDING


Jadi yang bisa disambungkan hanya ide besarnya saja yaitu dimana Axel dan Rea yang masih berselingkuh.


3) Ketiga, sebenarnya Na cuma ga pengen Mainstream dengan kebanyakan novel di aplikasi ini yang ngasih bonus chapter setelah novel tamat .


Jadi Na membawa konsep yang sedikit lain. Bisa dikatakan EndVer2 adalah bonus chapter tapi Na khususkan untuk yang ingin Axel dapat ending yang baik.


Namun sayang banyak yang TIDAK PAHAM.


4) Keempat, perselingkuhan, Hamil diluar nikah apalagi itu dilakukan oleh perempuan memang agak tabu di negara kita, tapi disini Na garis bawahi ini hanya novel fiktif halunya tingkat planet saturnus.


5) STOP saja BACA JIKA TIDAK PAHAM.


Terima kasih


Love you 😘

__ADS_1


__ADS_2