Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 54


__ADS_3

Disebuah kafe Rea terlihat duduk sambil ikut mendengarkan perbincangan antara Arkan dan temannya yang sedang membahas rencana bisnis e-commerce mereka, sekilas Rea merasa kurang suka dengan teman kekasihnya. Gadis itu merasa laki-laki yang tengah diajak calon suaminya berbicara terlalu muluk-muluk dan bahkan sudah meminta dana sebelum ada hitam diatas putih, Rea sudah ingin menarik kekasihnya pergi dari sana, tapi dia urungkan. Ia memilih untuk berbicara pada Arkan setelah pertemuan itu selesai.


Setelah hampir satu setengah jam, akhirnya mereka selesai dengan pembahasan bisnis e-commerce itu mulai dari konsep sampai dana perusahaan, teman Arkan terlihat pergi meninggalkan kafe, tak lama merekapun ikut beranjak dari sana. Saat didalam mobil Rea sudah tidak tahan untuk tidak menyampaikan apa yang sedang dia pikirkan.


"Sayang, apa om Andi tau rencanamu untuk membuat perusahaan sendiri?"


"Tidak, hanya kamu saja yang tau."


"Apa aku boleh memberi saran?"


"Hem.., katakan!"


Rea kemudian memberitahu Arkan tentang apa yang dia pikirkan bahwa Ia merasakan gelagat aneh dari teman calon suaminya tadi, gadis itu meminta kekasihnya untuk tidak serta merta percaya kepada temannya itu, apalagi belum-belum sudah meminta sejumlah uang dengan nominal yang tidak sedikit. Ia juga menyarankan lebih baik Arkan bercerita kepapanya tentang rencananya, karena bagaimanapun Andi sudah lebih berpengalaman dan matang dalam hal bisnis.


"Hem.. Baiklah aku akan cerita dan minta masukan papa," ucap Arkan.


Rea mengajak calon suaminya untuk pergi kerumah mamanya saat itu juga dari pada besok pagi , tapi Arkan kemudian bercerita bahwa sebenarnya setelah bertemu dengan temannya dia sudah berencana pergi kerumah mereka untuk mengecek pekerja yang sedang memasang pagar rumah dan petugas dari TV prabayar yang akan memasang instalasi, gadis itu akhirnya memilih untuk ikut pergi kesana.


"Me time mu malah jadi me time kita," Arkan tersenyum sambil menyentuh kening Rea yang terlihat merah karena cipratan minyak panas dari telur ceplok yang coba gadis itu buat tadi.


"Besok lebih hati-hati ya, aku ga mau sampai kamu terluka,"lanjut laki-laki itu sambil meraih tangan kekasihnya dan menciumnya.


Sesampainya disana Arkan dan Rea melihat beberapa tukang tengah melakukan pekerjaannya, mereka menyapa dengan ramah kemudian masuk kedalam rumah, Arkan duduk disofa sambil bermain ponselnya sementara Rea mengeluarkan makanan dan minuman yang sempat mereka beli saat menuju kesana sebagai suguhan untuk pekerja yang berjumlah tiga orang itu, Rea meletakkan suguhan itu didekat sana kemudian keluar untuk melihat rumahnya dari depan.


"Our home sweet home," bisiknya sambil tersenyum, gadis itu mengedarkan pandangan melihat rumah-rumah yang penghuninya akan menjadi tetangganya besok, dia melihat seorang wanita dan pria turun dari mobil dan masuk kedalam rumah yang jaraknya hanya empat rumah dari rumahnya.


Rea melebarkan bola matanya melihat gadis bergaun bunga-bunga yang sepertinya dia kenal.


"Cindy?" gumamnya sambil masih berdiri terdiam berpikir apa benar yang dia lihat adalah sahabatnya saat SMA atau hanya seorang gadis yang mirip.


Ia tersadar saat seseorang mendekat menanyakan alamat rumah calon suaminya, ternyata mereka petugas dari TV prabayar, Rea kemudian mempersilahkan dua orang petugas itu masuk.

__ADS_1


Sekitar satu jam dua petugas selesai melakukan pekerjaannya. Arkan turun mengantar mereka keluar sekaligus mengecek pekerjaan tukang yang juga sudah selesai memasang pagar, laki-laki itu meminta tukang menutup pagar dari dalam sementara dirinya keluar rumah untuk melihat istananya yang sebentar lagi akan dihuninya bersama permaisuri hatinya. Ia sedikit berbincang dengan tukang yang sudah terlihat berkemas-kemas untuk pergi dari sana kemudian mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membayar jasa ketiga tukang itu. Setelah menunggu sampai tukang pergi dari sana Arkan masuk kedalam rumah, naik ke lantai atas mendapati kekasihnya sedang asik menonton acara televisi.


"Nonton apa?" Tanya Arkan sambil duduk disamping kekasihnya yang sedang bersandar dikasur.


"Net Geo," jawabnya sambil masih menatap layar televisi yang menunjukkan tentang kehidupan bawah laut di samudra Atlantik.


Arkan menciumi pundak kekasihnya, menggosokkan hidungnya ke pipi Rea.


"Kapan-kapan kita kepantai yuk sayang, aku butuh vitamin sea kayaknya, kangen sama laut," pinta Rea.


Arkan tertawa, merebahkan badannya ke pangkuan kekasihnya "Aku juga butuh vitamin C," ucap laki-laki itu sambil memejamkan matanya.


Rea terlihat berpikir mendengar ucapan Arkan, kemudian dia sadar bahwa pengucapan "Sea" dan "C" dalam bahasa Inggris memang terdengar agak mirip. Gadis itu tau apa yang calon suaminya maksud tapi lebih memilih menggodanya.


"Vitamin C, cubit kan maksudmu?" canda Rea sambil mencubit perut kekasihnya gemas, sontak Arkan bangun dan mengaduh kesakitan.


"Ah.. Sayang kamu ga peka," laki-laki itu merajuk seperti anak kecil yang tidak mendapat apa yang dimau dari orang tuanya, tapi Rea secepat kilat memberi vitamin C yang calon suaminya maksud, sebuah kecupan mendarat manis dibibir Arkan.


"Vitamin C yang ini sama sekali tidak asam, tapi malah sangat manis," balas Arkan, tangannya kemudian merengkuh tengkuk gadis itu menekan bibirnya dalam, seolah vitamin C yang hampir setiap hari dia dapat masih kurang.


Berbanding terbalik dengan pasangan itu, Ken terdiam menatap keluar jendela mobil Ranu yang sedang mengantarnya pulang. Ia juga baru saja mendapat vitamin C dari ibunda Ranu, Cibiran.


Kinanti merasa kesal bagaimana mungkin Ranu mengajaknya makan bersama tapi tidak berkata akan mengajak ibunya.


Wanita itu mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan yang membuatnya merasa tidak nyaman, dari pekerjaan orang tuanya, sampai pribadinya. Gadis itu merasa dihina saat jujur bahwa dia adalah anak adopsi.


Ranu hanya terdiam, merasa bersalah pada gadis yang dicintainya itu.


"Katakan pada ibumu, aku belum menerimamu jadi kekasihku, jadi tidak perlu takut aku tidak berniat untuk menjalani hubungan yang lebih dengan anak kesayangannya," ucap Ken saat keluar mobil Ranu, gadis itu membanting pintu dengan kasar.


Sontak Ranu kaget, laki-laki itu merasa frustrasi, dia memukul stir mobilnya berkali-kali, lagi-lagi sang mama sepertinya tidak akan menyukai gadis pilihannya kali ini.

__ADS_1


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Thanks for reading


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara LIKE πŸ‘


KOMEN πŸ’‹


VOTE Bintang 5 🌟🌟🌟🌟🌟


Dan tambahkan cerita ini ke


FAVORITE πŸ’–kalian


Hope you like this love story 😘

__ADS_1


__ADS_2