Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 71


__ADS_3

Disebuah play zone pusat perbelanjaan hiruk pikuk orang yang berlalu lalang sama sekali tidak membuyarkan lamunan seorang gadis yang sedang duduk sambil bertopang dagu, matanya terlihat mengawasi kekasih dan anak atasannya bermain, tapi pikirannya terbang melayang ke waktu dimana kakak tirinya berkata mencintainya.


"Aku akan menyerahkan surat pengunduran diriku besok, sepertinya kita harus menjaga jarak dan sebaiknya dimulai dari tempat kerja kita."


"Apa? kenapa? apa karena pernyataan cintaku barusan?, tidak aku tidak akan menerima surat pengunduran dirimu itu."


Rea menghembuskan napasnya, ia berdiri kaget saat Misya berlari kearahnya, ternyata Agni sudah datang untuk menjemput anaknya. Wanita itu meminta bertemu dikeramaian maka dari itu Rea mengajak Arkan dan Misya ke mall sepulang kerja.


Agni mengucapkan terima kasih, ia bercerita bahwa masalahnya sudah ditangani oleh sang pengacara, meskipun begitu ia masih tidak berani pergi menjemput anaknya sendirian terlihat dia mengajak adik laki-lakinya kesana.


Setelah Agni pergi Rea masih duduk ditempatnya sambil menunggu Arkan yang pergi membeli minuman, laki-laki itu menyodorkan minuman boba ke arah kekasihnya sementara dia sendiri memilih menenggak sebotol air mineral.


Rea melihat penampilan calon suaminya dari atas kebawah, Arkan menggulung kemejanya sebatas siku saat bermain bersama Misya tadi, peluh didahinya masih belum kering karena dia berlarian kesana kemari mengikuti polah anak Agni, Rea memalingkan wajahnya tak sanggup melihat calon suaminya yang terlihat begitu seksi dimatanya.


"Aku jadi teringat Celine," ucap Rea setelah meminum ice boba miliknya "Apa kamu bawa baju ganti? mau menemaniku ke rumah sakit menjenguk Celine tidak?" tanya Rea.


Kekasihnya menggeleng membuat Rea menekuk bibirnya " Ayo kita beli baju ganti mumpung disini." Rea sudah berdiri menarik tangan calon suaminya menuju kesebuah toko pakaian pria.


Arkan hanya tersenyum bahkan sebelum dia menjawab gadis itu sudah memutuskan keinginannya sendiri.


Rea mengambilkan dua buah kemeja dari gantungan toko kemudian menyeret kekasihnya kekamar ganti, ia mendahului Arkan masuk kedalam bilik yang hanya berukuran kurang lebih satu setengah meter itu.


"Buka bajumu, pakai ini!" perintah gadis itu.


Arkan terheran sambil membuka satu persatu kancing kemeja yang dia pakai " Apa kamu mau melihatku telanjang?"


Rea mencebik " Ish.. kan hanya bagian atas sayang."


Arkan tersenyum melihat kekasihnya yang sedang bersandar pada dinding bilik ruang ganti itu.


"Apa kamu mau melihat roti sobekku?"


"Aku sudah pernah lihat."


"Lalu kenapa menemaniku sampai kedalam, kamu kan bisa menunggu diluar."


Rea menarik pinggang Arkan, gadis itu berjinjit sedikit lalu mencium bibir kekasihnya. Arkan yang terkejut hanya tertawa mendapat perlakuan seperti itu dari calon istrinya.


"Kalau ada CCTV kita bisa ditangkap karena melanggar asusila ditempat umum tau," bisik Arkan sambil melepas kemeja yang selesai dia coba menggantinya dengan yang sedang dipegang kekasihnya.


"Jika itu sampai terjadi aku akan membeli toko ini, kalau perlu aku beli pusat perbelanjaan ini sekalian," ucap Rea jemawa.


Arkan tertawa mendengar ucapan kekasihnya, tanpa ia sadari gadis didepannya sudah ingin melahapnya saat itu juga.


Selesai dari mall mereka pulang ke apartemen Rea hanya untuk mandi dan berganti baju, lalu kembali pergi kerumah sakit untuk menjenguk Celine.


Rea terdiam sepanjang perjalanan ia berpikir haruskah menceritakan tentang Axel yang menyatakan perasaan kepadanya tadi. Namun, niat itu diurungkannya karena dia sudah memiliki sebuah rencana, ia tidak ingin merusak suasana hati calon suaminya.


Sesampainya di rumah sakit Rea langsung naik lift menuju kamar Celine yang informasinya sudah ia dapat dari Kanaya, dengan ragu ia mengetuk pintu kamar bernomor 108 itu.


Handle pintu nampak bergerak bertanda seseorang membukanya dari dalam, Rea melihat Bara, wajahnya terlihat kusut. Gadis itu menoleh ke arah kekasihnya dan Arkan hanya berbisik menyuruh Rea masuk sementara dirinya memilih menunggu diluar.


Celine tersenyum membuat Rea merasa lega, ia meminta suaminya meninggalkan mereka berdua untuk berbicara.

__ADS_1


"Apa kamu dan baby baik-baik saja?" tanya Rea sedikit kuatir.


"Kami baik, maaf kemarin aku emosi saat tau wanita ja.lang itu mengenalmu."


"Aku------," Rea tidak sempat meneruskan kalimatnya karena Celine sudah memotong omongannya terlebih dulu.


"Bara berjanji meninggalkan wanita itu," ucap Celine penuh rasa percaya diri.


Sementara Rea hanya bisa terdiam, dia tidak yakin dengan ucapan suami temannya itu.


Sepulang dari rumah sakit Rea hanya terdiam memikirkan perkataan Celine tadi dan bodohnya dia tidak meminta nomor Cindy saat ke apartemennya kemarin, ia ingin menghubungi temannya itu untuk menanyakan bagaimana keadaannya sekarang.


Dering ponsel Rea berbunyi berkali-kali tapi gadis itu masih tidak sadar sampai Arkan menggoyangkan pundaknya baru ia bergegas mengambil ponsel dari dalam tasnya.


"Siapa?"


"Mama, dia minta ditemani ke dokter kandungan besok." dusta Rea setelah mematikan ponselnya.


Arkan menghidupkan audio mobilnya mendengarkan sebuah lagu milik Bruno Mars.


"Kamu lagi ngelamun apa sih kayaknya banyak pikiran?"


"Cinta segitiga," jawab Rea asal.


"Masih mikirin urusan rumah tangga orang?"


"Mereka temanku sayang, bagaimana mungkin aku tidak memikirkan mereka."


Rea memalingkan wajahnya ke kaca jendela , mendengarkan lagu yang sedang menggema didalam kabin mobil calon suaminya.


Sayang, Ayo kita berciuman sampai telan.jang


Versace on the floor


Versace di lantai


Ooh take it off for me, for me, for me, for me now, girl, mmm


Lepaskan itu untukku untukku sayang


I unzip the back to watch it fall


Aku membuka ritsleting belakang untuk melihatnya lepas


While I kiss your neck and shoulders


Sambil mencium leher dan pundakmu


No don't be afraid to show it all


Jangan takut untuk menunjukkan semuanya


I'll be right here ready to hold you

__ADS_1


Karena aku siap memelukmu


Tiba-tiba Rea tertawa dan lama kelamaan ia terbahak-bahak. "Sumpah tiba-tiba pikiran aku ngeres tau kamu muter lagu ini, kamu mau ngasih kode ke aku atau apa?"


Arkan hanya tertawa mendengar omongan kekasihnya dengan jempol tangannya laki-laki itu memindah list lagu dari stir mobilnya. Rea terdiam dan kembali terbahak mendengar lagu yang dipilih kekasihnya lagi.


I'll just let ya know bedroom's vacant


Aku hanya ingin kamu tau kamar kosong


No one's gotta know, just us and the moon 'til the sun starts waking


Tidak seorangpun yang tahu, hanya kita dan bulan sampai matahari terbit


Up's the only direction I see


Keatas adalah satu-satunya arah yang aku lihat


Arkan terheran-heran dengan tingkah gadis disebelahnya "Apa kamu salah makan tadi? apa kamu mabok boba?"


Rea masih tertawa, ia juga heran sejak melihat Arkan di mall tadi pikirannya tak bisa jauh-jauh dari hal yang berbau mesum.


❤❤❤❤❤


Sesampainya mereka diapartemen Rea tidak meminta calon suaminya menginap, ia berkata lelah dan ingin segera tidur, Arkan hanya menurut kemudian pulang setelah memberikan ciuman selamat malam didepan pintu unit pujaan hatinya.


Dalam hati Arkan berpikir bahwa besok adalah hari ulang tahunnya, hari ulang tahun pertama yang ingin dia habiskan bersama kekasihnya, karena selama menjadi sepasang kekasih ia belum pernah sama sekali merayakan ulang tahunnya bersama Rea.


"Apa dia lupa?" gumam Arkan didalam lift yang membawanya turun ke lantai dasar.


Arkan tidak tidur sampai pukul dua belas malam, berharap mendapat kejutan dari kekasihnya. Namun, sampai jam satu pagi Rea tidak mengirimkan ucapan selamat kepadanya, merasa kecewa ia menarik selimut sampai menutupi wajahnya untuk tidur.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa LIKE 👍


__ADS_2