Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 97


__ADS_3

Setelah pulang dari Bali hal pertama yang Rea pikirkan adalah pergi ke SKY hotel, dari depan pintu masuk hotel Rea menyapa ramah teman-teman lamanya, ia terlebih dahulu mencari Agni sang mantan general manager sebelum menemui orang yang benar-benar ingin dia temui disana, tapi karena Rea tidak menemukan keberadaan Agni, ia langsung menaiki salah satu lift di hotel dimana dirinya pernah bekerja dulu.


Tujuannya datang kesana tak lain untuk menemui seseorang yang awalnya dia sendiri bingung harus marah atau mengucapkan terima kasih. Perlahan Rea mengetuk pintu bertuliskan CEO room yang terbuat dari ukiran akrilik di daun pintu, sebuah jawaban dari dalam membuat gadis itu menghela napas dan memutar gagang pintu. Axel terkejut sekaligus senang mendapati siapa yang datang untuk menemuinya di jam sepuluh pagi.


"Apa aku mengganggumu?" tanya Rea sambil meletakkan sebuah paperbag diatas meja kerja Axel.


"Tidak, sama sekali tidak," jawab Axel sambil memandang tas kertas berwarna biru tua yang diletatakkan Rea diatas mejanya.


"Hadiah untukmu," ucap Rea.


"Dalam rangka apa? Ulang tahunku sudah lewat," senyum Axel "Tapi terima kasih banyak, duduklah!" lanjutnya.


"Apa kamu sibuk? bagaimana kalau sambil jalan-jalan supaya lebih santai, lagi pula aku juga harus mencari sesuatu."


Ucapan Rea seolah menjadi angin segar untuk Axel, entah kenapa ditelinga Axel permintaan gadis itu terdengar seperti sebuah ajakan berkencan.


Mereka akhirnya pergi ke sebuah Mall menggunakan mobil Axel, dengan senyuman yang selalu mengembang Rea bercerita bahwa Elang akan melamar Kinanti secara resmi minggu depan, kakak laki-lakinya itu meminta untuk dicarikan beberapa barang sebagai hantaran.


"Jadi apa saja yang ingin kamu cari?" tanya Axel sambil sedikit menoleh ke arah Rea yang terlihat sibuk dengan ponselnya.


"Satu set perhiasan, tas, baju, parfum, sepatu," gadis itu tertawa menatap Axel sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Banyak," imbuh Rea sambil tersenyum lebar.


"Bagaimana keadaanmu? apa baik-baik saja, bagaimana dengan Bubu dan Bebe mereka sehat kan?"


Rea terkekeh dengan pertanyaan Axel yang bak wartawan acara infotainment, gadis itu mengucapkan terima kasih sebelum menjawab pertanyaan laki-laki yang tanpa dia sadari masih menyimpan perasaan cinta untuknya.


"Terima kasih untuk apa?" tanya Axel heran.


"Mas Arkan bercerita bahwa kamu yang memberi tahu keberadaanku di Bali, dan kamu ternyata meminta seseorang mengikutiku selama ini, apa sekarang orang itu juga mengikuti kita?" beber Rea sambil menengok kebelakang seolah-olah memastikan apa ada orang yang sedang membuntuti dirinya saat itu.


Axel menjadi salah tingkah dan merasa tersindir, laki-laki itu juga ikut menolehkan kepalanya ke belakang saat mobil yang dikendarainya berhenti di sebuah lampu merah.


"Tidak, aku sudah meminta orang itu berhenti mengikutimu," ucap Axel.


"Apa kamu tidak percaya kalau aku benar-benar menjaga Bubu dengan baik? Kamu pasti masih berpikir aku tidak menjaganya seperti aku menjaga bayi Mas Arkan."


Axel terdiam, hatinya selalu dibelenggu rasa ragu, ia sadar bagaimanapun pada awalnya bayi miliknya adalah bayi yang tidak diinginkan oleh Rea, sebesar apapun rasa percaya Axel ke gadis di sampingnya tetap saja masih ada sedikit rasa takut di hatinya.


"Aku hanya penasaran karena kamu tidak pernah sekalipun mengajakku ikut memeriksakan kandunganmu, atau mengajakku mengikuti kelas hamil," lirih Axel.

__ADS_1


Rea menatap laki-laki itu dengan tatapan penuh tanda tanya karena dia memang hanya satu bulan sekali memeriksakan kandungan. "Dua minggu lagi aku akan menemui Ken untuk periksa, apa kamu mau ikut?"


"Tentu saja." Dengan wajah bahagia dan senyum yang mengembang diwajahnya Axel menganggukkan kepalanya berkali-kali.


"Untuk kelas hamil nanti aku bicarakan ke mas Arkan dulu, apa boleh sesekali kamu menemaniku," ucap Rea.


Axel kembali menganggukkan kepalanya.


***


Tak selang beberapa lama mereka sampai di Mall milik Axel, setelah memarkirkan mobilnya di parkiran VVIP mereka beranjak masuk ke dalam, Rea menggoda Axel dengan berkata bahwa dirinya sudah lama menjadi member VVIP disana tapi entah mengapa masih belum mendapat tempat parkir khusus VVIP dari pengelola.


Axel terkejut, laki-laki itu terlihat sedikit marah "Kenapa bisa? aku akan menanyakan hal itu ke orang yang bertanggung jawab," ucapnya.


Rea hanya terbahak "Sudahlah tidak apa-apa."


"Tidak bisa, apalagi kamu tengah berbadan dua, oh...salah tidak hanya dua tapi kamu sedang berbadan tiga." Axel mengacungkan tiga jarinya dan mendapat balasan dari Rea dengan gelak tawa.


"Kalau suatu saat kamu pergi ke sini dan mendapat parkir di tempat yang jauh dari pintu masuk, aku tidak mau kamu kelelahan karena harus berjalan dari parkiran sampai pintu masuk." imbuh Axel.


Laki-laki itu lantas mengambil ponsel di saku celananya entah siapa yang dia hubungi, yang pasti Axel berhenti berjalan dan terlihat mengomel, sementara Rea menggelengkan kepalanya heran menatap Axel, gadis itu langsung merasa bersalah bercerita mengenai masalah parkiran tadi.


Axel sedikit berlari untuk menjangkau Rea yang memilih berjalan duluan meninggalkannya, gadis itu terlihat menggelengkan kepalanya kembali menatap laki-laki yang lebih tua beberapa tahun darinya itu.


"Tidak, jika menyangkut dirimu aku tidak bisa tenang seperti Arkan," balas Axel yang berjalan mendahuli Rea masuk ke dalam toko berlian milik gadis itu.


"Tolong tutup toko sebentar!" perintah Rea ke karyawan tokonya.


Gadis itu mulai menjelajahi deretan perhiasan untuk memilih satu set yang dia rasa akan terlihat cantik saat dikenakan calon kakak iparnya. Axel tak kalah sibuknya ia meminta untuk diperlihatkan sebuah kalung dari balik etalase, sebuah kalung dengan liontin berbentuk bintang bertabur berlian menarik perhatian laki-laki itu.


Rea baru saja melepaskan giwang yang tengah dia coba, memastikan sesuatu yang benar-benar ia suka sebelum membelinya untuk Kinanti, bagi Rea dia tidak akan memberikan sesuatu barang ke orang lain yang dirinya sendiripun tidak suka, untuk itu dia ingin memastikan dengan cara mencobanya terlebih dulu.


Rea menganggukkan kepala ke karyawannya bertanda akan mengambil giwang yang baru saja dia coba. Gadis itu tiba-tiba terkejut menatap dari pantulan cermin di depannya, tangan Axel terlihat memakaikan kalung yang dia pilih tadi ke lehernya.


"Biarkan aku membelikannya untukmu," pinta Axel.


Rea tertawa "Ini toko milikku Ax, jika aku mau aku bisa mengambil perhiasan di toko ini sesuka hatiku, jadi tidak perlu," ucapnya.


"Aku sangat ingin memberikan sesuatu untukmu," bisik Axel, mereka saling menatap dari balik cermin.


"Atau katakan saja kamu ingin apa, aku akan membelikannya untukmu." Axel memasang muka serius sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

__ADS_1


"Kalau hanya kalung berlian aku bisa membelinya sendiri, bahkan Elang memintaku membeli satu set untuk diriku juga karena mau membantunya seperti ini," ucap Rea sambil menyapu deretan berlian dengan matanya.


Gadis itu lalu berbalik menatap Axel "berikan aku Mall ini atau setidaknya SKY hotel," Rea terbahak sambil melepaskan kalung berliontin bintang dari lehernya.


"Tak masalah, aku akan memberikanmu keduanya jika memang kamu ingin," ucap Axel.


Kalimat Axel membuat empat orang karyawan toko saling pandang, sementara Rea masih santai menyusuri etalase melanjutkan kegiatannya beralih memilih sebuah gelang untuk Kinanti.


"Jangan! kekasihmu bisa cemburu padaku nanti."


"Kamu pasti tau dengan pasti bahwa aku tidak punya kekasih," ucap Axel sambil berjalan mendekat ke arah Rea, laki-laki itu memberi kode kepada pelayan toko bahwa dia akan mengambil kalung berliontin bintang tadi.


"Carilah kekasih, tapi lebih baik seriuslah mencari seorang istri, kamu butuh seseorang untuk menemanimu mendidik Bubu nanti."


"Untuk apa? cukup kamu yang menjadi ibu Bubu, bagiku tidak perlu ada yang lain." Wajah Axel berubah menjadi serius.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Baca Novel di Mangatoon dan Noveltoon gratis guys, so jangan lupa apresiasi Nasya dengan tekan LOVE ❤ LIKE👍 KOMEN 💋 bagi VOTE kalian jika berkenan.


Add Favorite Novel ini juga ya

__ADS_1


LOVE YOU A TON


__ADS_2