Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Bab 149 EndVer2 MBYDL : 04


__ADS_3

Mohon baca BAB 133 bagi yang belum mengerti 🥰


Cerita Arkan dan Rea SUDAH TAMAT, ini ending versi KEDUA untuk Axel dan jelas SUDAH BERBEDA ALUR CERITA.


_


_


_


_


_


Sudah empat hari Rea dan Axel berlibur bersama, mereka benar-benar memanfaatkan kepergian Arkan untuk memadu kasih, entah berapa kali Ax sudah menjajah tubuh perempuan yang jelas-jelas masih memiliki suami itu.


Bergelayut manja di pundak Rea, Ax seolah tidak ingin sedetikpun jauh dari gadis itu.


"Haruskah kita pulang? masih ada dua hari lagi, aku pastikan kita pulang sebelum Arkan datang," rayu Ax.


"Aku juga masih ingin bersamamu, tapi besok Sabtu aku harus meresmikan cabang ke tujuh RM jewellery, tidak mungkin aku membiarkan Mia sendirian."


Membalikkan badan Rea untuk menghadap ke arahhya, Ax mengecup bibir gadis itu sekilas.


"Sekarang aku tahu kenapa beberapa laki-laki melarang kekasihnya bekerja."


"Kenapa?"


"Karena bisa dijadikan alasan ini dan itu, lihat! dirimu bahkan menjadikan alasan lelah bekerja untuk menghindar bercinta dengan Arkan, kelak aku akan melarangmu terlalu sibuk."


"Ax, aku tidak suka dilarang-larang,"


"Kalau begitu aku tidak akan melarangmu, tapi hanya sedikit membatasimu, Bagaimana?"


Rea memilih berlalu untuk menyiapkan roti selai sebagai sarapan mereka, menuangkan susu ke dalam gelas, gadis itu bersandar ke pantry menatap kekasihnya.


"Hem, akan aku pikirkan," candanya.


"Jangan berkata seperti itu, aku menjadi takut kamu berubah pikiran dan tidak mau menikah denganku nanti." Memasang muka manja, Axel mengangkat tubuh Rea untuk duduk di atas Pantry, menempelkan keningnya ke kening Rea.


"Aku mencintaimu, jadi lakukan apapun sesuai keinginanmu, yang pasti jangan pernah tinggalkan aku," lirih Ax.


Bibir mereka hampir menempel satu sama lain, saat tiba-tiba pintu villa terdengar diketuk dengan sangat keras dan kasar.


Saling pandang, Rea mengekor Axel yang berjalan menuju ke depan untuk membukakan pintu. Betapa terkejutnya mereka berdua mendapati Lidia dan Jordan sudah berada di sana.


Mendorong tubuh Ax, Lidia langsung melayangkan tamparan ke pipi Rea.

__ADS_1


"Anak kurang ajar!"


Melihat sang mama menampar gadis yang dicintainya, Ax tak tinggal diam, ia langsung memeluk Rea agar Lidia tidak bisa menampar atau memukul gadis itu lagi.


"Ax, kamu keterlaluan, bisa-bisanya kamu berhubungan dengan adik tirimu sendiri." Lidia murka."Bukankah kamu tahu dia sudah memiliki suami?"


Axelpun tidak bisa menghindar dari tamparan Lidia. Melihat keadaan kacau, Jordan langsung menarik istrinya masuk.


Lidia melemparkan foto-foto yang baru saja ia keluarkan dari amplop. Menunjuk-nunjuk ke arah foto dimana terpampang Axel dan Rea yang tengah asyik bermesraan.


"Kalian tahu berapa uang yang harus papa kalian keluarkan untuk menutup mulut orang yang ingin mengacaukan hidup kalian?"


Axel mamandang wajah Jordan, ada raut kekecewaan yang dalam di wajah sang papa.


"Re, apa otakmu tidak waras? Apa ini hasil didikan mama? kenapa kamu berselingkuh dari suamimu? Jawab!"


Lidia kembali memukuli Rea, dan gadis itu hanya diam mematung, Axel memeluk tubuh Rea lagi, membuat pukulan itu mengenai punggung dan lengannya.


"Hentikan!"


Rea berteriak, membuat Lidia seketika terdiam, Ax yang tengah memeluknya juga tak kalah terkejut.


"Apa mama pernah mendidikku? Apa pernah mama sekalipun memberi perhatian ke aku? Mama hanya memikirkan karir mama, apa mama pernah ada saat aku butuh mama? Apa mama tahu sebanyak apa aku merasakan sakit? Apa mama pikir selama ini aku bahagia?" Rea meluapkan emosinya, ia menangis terisak.


Lidia yang mendengar hanya bisa terdiam, sesekali wanita itu memegangi keningnya.


"Karena aku membenci Arkan yang sudah membohongiku dan membiarkan Noah meninggal, bahkan dia lebih memilih mengambil keputusan dengan wanita itu dari pada aku, hatiku sama sekali tidak bisa memaafkannya."


Emosional, Rea sampai berteriak seperti orang gila. sementara Lidia bingung bagaimana membalas ucapan anak perempuannya itu.


"Kalian harus berpisah, mama tidak akan membiarkan kalian bersama," ancam Lidia.


***


Axel duduk di hadapan sang papa, Jordan menjelaskan bahwa seseorang bernama Adam ingin menghancurkan nama baiknya, beruntung anak buah laki-laki itu bukan orang yang bisa dipercaya, ia mendatangi Jordan menawarkan kesepakatan, memberikan bukti-bukti perselingkuhan sang anak dengan imbalan uang.


"Aku tidak akan memukulmu seperti mamamu Ax, karena kamu bukan anak kecil lagi, papa tahu kamu bukan laki-laki brengsek yang sengaja menjalin hubungan dengan gadis yang sudah bersuami, apalagi Rea adik tirimu. Papa tidak ingin kami dicap sebagai pria perebut istri orang." Menghembuskan napas lelah, Jordan menyandarkan punggungnya ke kursi.


"Ada anak kolega papa yang sudah waktunya menikah tapi masih lajang, papa ingin kamu mencoba berkencan dengannya."


"Tidak!" tolak Axel. "Bukankah papa sudah pernah menjodohkanku? dan papa tahu hasilnya seperti apa, aku tidak ingin melakukan hal itu lagi, aku berhak memutuskan masa depanku sendiri."


Berdiri dari kursi, Ax berniat segera meninggalkan ruang kerja sang papa.


"Selena mungkin tidak menyukaimu, tapi ini berbeda, gadis ini sudah mengagumi sejak lama," ucap Jordan.


Enggan untuk membahas hal itu, Axel memilih keluar dari rumah. Ia melajukan mobilnya menuju rumah Rea.

__ADS_1


Ax hanya berhenti di dekat gang komplek perumahan Rea, saat melihat mobil yang sangat ia kenali melewatinya, laki-laki itu membuntuti dari belakang.


Dari dalam mobilnya Ax melihat Arkan turun dari mobil, setengah berlari memeluk Rea yang membukakan pintu untuknya, Ax tersenyum getir saat Arkan mengecup kening gadis yang dicintainya. Seketika hati Ax mencelos.


***


"Sayang, kenapa wajahmu kelihatan sedih? apa kamu begitu sangat merindukanku?" Arkan memeluk tubuh Rea yang sedang merapikan koper miliknya dari belakang, menciumi pipi gadis itu bertubi-tubi.


"Ar...," Lirih Rea.


"Hem, Ada apa?" Arkan masih menggelayuti istrinya, menciumi pundak gadis itu.


"Aku ingin kita bercerai," ucap Rea.


Kaget, Arkan mengernyitkan dahinya. "Apa yang kamu bilang?"


"Aku ingin kita berpisah," ucap Rea.


"Kenapa tiba-tiba? Ada apa?" Arkan memegang erat kedua sisi lengan Istrinya.


"Aku tidak bisa terus bersamamu, aku tidak bisa." Air mata Rea menetes, ia tak menyangka mengucapkan ingin berpisah dari Arkan akan sangat semenyakitkan itu.


"Re, apa aku ada salah?apa karena Sam dan Noah? katakan!"


Gadis itu menganggukkan kepalanya sambil menunduk, "Setiap melihatmu rasa sakit itu kembali menjalar dihatiku, aku sudah berusaha tapi aku benar-benar tidak bisa."


Arkan memeluk tubuh istrinya, mendekap erat Rea, ia sangat takut kehilangan gadis itu." Berikan aku kesempatan lagi, aku akan membuatmu melupakan rasa sakit itu, aku janji!"


Rea melepas pelukan Arkan, menggenggam erat tangan laki-laki itu, "Bukan hanya itu, aku juga sudah berselingkuh di belakangmu, kamu harus tahu, jadi mari kita berpisah agar bisa berhenti saling menyakiti."


"Tidak! tidak akan, aku tidak akan pernah mau berpisah darimu, lakukan apapun sesukamu sampai rasa sakit yang aku torehkan terbayar lunas, tapi aku tidak ingin kita berpisah, kamu hanya sedang emosi, aku tahu benar bagaimana sifatmu."


Arkan memilih keluar dari kamar, ia berharap ucapan istrinya hanya sebuah mimpi.


_


_


_


_


_


_


kalau Endver1 ada 12 Bab, Na juga pengen Endver2 nya juga 12 Bab, Na suka keadilan bagi mas Axel 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2