
"Aku akan membuat skenario yang lebih kejam, aku akan mencelakai mantan selingkuhanya, dan akan aku buat dia menjadi tersangka, bukankah itu sangat menyakitkan? melihat orang yang dicintai mati dan dirimu disalahkan, aku akan membunuh wanita itu, akan aku katakan bahwa Ax yang menyuruhnya karena ia gelap mata mendapati selingkuhannya lebih memilih kembali pada suaminya."
Adam tertawa layaknya orang gila. Laki-laki itu memang tidak waras, kebenciannya sudah mengakar sampai ke tulang, pikirannya di luar prediksi Axel dan Arkan.
Ternyata Adam sudah membuntuti Rea sejak dari rumah, ia ingin melakukan aksinya saat Rea baru saja tiba di hotel. Namun, banyaknya petugas security yang berjaga membuat Adam memilih untuk menunggu, dan lagi Rea datang bersama sang sekretaris, ia tidak ingin salah sasaran.
Adam membiarkan Rea masuk ke dalam hotel. laki-laki itu memilih menunggu targetnya sampai keluar dari sana. Bak mendapat jackpot Rea malah keluar hotel sebelum waktunya.
Rea terlihat berjalan sambil memegang ponselnya, berbicara kepada Arkan yang kebingungan mencari keberadaannya. Adam yang melihat targetnya perlahan turun dari mobilnya mendekat ke arah Rea.
Axel dan Arkan terlihat terkejut mendapati Adam mengelurkan pistol. Suara letusan senjata api memecah kesunyian parkiran yang berada di basement hotel itu.
"Tidak."
"Rea."
Mendengar suara pistol Rea reflek berjongkok sambil menutup telinganya, membuat ponsel, clutch dan kunci mobil di tangannya terjatuh.Ternyata polisi lebih dulu menembak Adam.
Gadis itu terkejut melihat ada pria asing di dekatnya tersungkur. Alih-alih berlari gadis itu gemetar, kakinya lemas, ia terduduk sambil menatap Adam gemetar. Laki-laki yang sudah tertembak itu masih saja belum menyerah, Ia berusaha meraih senjata api yang terlepas dari genggamannya, hingga polisi terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan sekali lagi.
Rea memejamkan matanya, menutup telinganya lagi. Ia benar-benar ketakutan, suasana seketika menjadi hening dan mencekam.
Arkan mendekat untuk membantu Rea bangun, memapah istrinya itu sedikit menjauh, memeluk gadis yang tengah gemetar itu.
"Tidak apa-apa, tidak apa-apa, syukurlah," ucapnya berkali-kali sambil mendekap erat tubuh Rea.
Beberapa menit kemudian ambulance datang untuk membawa jasad Adam ke rumah sakit, laki-laki itu akhirnya mati dengan dendam yang masih membekas di jiwanya. Polisi mulai melakukan pemeriksaan ke orang-orang yang terlibat dalam kejadian itu termasuk Rea.
Semua orang dibuat terkejut dengan peristiwa yang hampir membuat Rea terluka, bahkan Farhan sampai mendatangi kantor polisi untuk melihat kondisi putrinya dengan mata kepalanya sendiri.
Berita tentang percobaan pembunuhan yang malah menewaskan pelakunya itu sudah menyebar ke semua media masa. Polisi mengunggkapkan bahwa dendam menjadi motif Adam, di luar fakta bahwa laki-laki itu juga melakukan bisnis terlarang.
***
Satu minggu setelah kejadian itu semua kembali normal, Rea yang baru saja mengantarkan Bening ke rumah mertuanya di sore hari memilih berkunjung ke rumah kakak iparnya. Gadis itu sedikit kesal karena mendapati Elang dan Ken bermesraan di depan mukanya.
"Bisakah kalian berhenti bersikap seperti itu di depanku?" Kesal, Rea menunjuk-nunjuk muka Elang dengan pisau di tangannya yang Ia gunakan untuk mengupas apel.
Elang yang bergelayut di pundak Ken sambil menciumi pipi istrinya terlihat tak memperdulikan adiknya.
"Kasihan jomblo," ledeknya.
Kesal, Rea meletakkan pisau dengan kasar di meja makan yang berbahan kaca, menatap sinis kakaknya.
__ADS_1
Ken yang melihat adik iparnya kesal, menjauhkan badan Elang darinya. Tertawa, Elang meraih pisau dan apel yang belum selesai di kupas oleh adiknya sambil terus tertawa.
"Apa hubungan kalian masih dingin? apa Arkan benar-benar ingin kalian...." Tak melanjutkan kata-katanya, Ken sadar Rea pasti sudah bisa menebak kata selanjutnya untuk melengkapi kalimatnya itu.
"Datanglah padanya, minta maaf kalau perlu kamu bersujud di kakinya untuk bisa mendapatkan maaf. Re, tidak ada satupun laki-laki di dunia ini yang rela di duakan, apalagi mendapati istrinya di sentuh laki-laki lain."
Tajam, kata-kata Elang hanya bisa membuat Rea menelan saliva pahit di mulutnya.
"Aku tidak tahu hati Arkan terbuat dari apa, bahkan dulu saat kamu tahu dia sangat menyukaimu dan kamu malah dengan terang-terangan memilih aku, dia masih bersikap biasa saja." Elang menyodorkan apel ke mulut istrinya, lalu berpindah ke mulut adiknya yang terlihat hanya diam mendengar nasihatnya.
"Dia benar-benar laki-laki luar biasa, sepertinya hanya dia yang bisa sabar menghadapimu," imbuh Ken.
"Ah entahlah, aku bingung harus apa, mas Arkan juga sudah memberikan talaknya, sepertinya aku memang bukan wanita yang pantas untuk dirinya." Rea menghela napasnya, berdiri dari kursinya dan pergi begitu saja.
"Hei mau kemana?" Tanya Elang yang heran karena Rea pergi begitu saja tanpa berpamitan.
"Mamantaskan diri," jawab Rea sambil melambaikan tangannya tanpa menoleh ke belakang.
"Bantulah mereka untuk bisa kembali bersama lagi!" pinta Ken ke suaminya.
"Bagiamana caranya?"
Kinanti membisikkan ide ke telinga Elang, membuat laki-laki itu tersenyum licik. "Oke, setelah aku antar dirimu ke rumah sakit aku akan mendatanginya."
***
"Ken praktik malam, aku tidak ingin menghabiskan malam minggu sendirian, ayo kita bersenang-senang," teriaknya dari bawah.
"Dasar gila," gerutu Rea. "Tunggu aku akan turun, aku ganti baju dulu," pintanya.
Elang membukakan pintu mobil untuk adiknya, mempersilahkan Rea layaknya seorang putri. Laki-laki itu membawa mobilnya ke suatu tempat.
Rea yang duduk memilih menyalakan musik di dalam mobil, memilih lagu yang menggambarkan perasaannya saat itu. Elang yang menyetir hanya bisa tersenyum melihat adiknya menyanyi, mengganti lagu dan menyanyi lagi, asalkan tidak sampai menangis Ia membiarkan Rea larut dengan ungkapan isi hatinya. Sampai gadis itu memutar lagu berjudul Lose You To Love Me milik Selena Gomez, Rea menangis membuat Elang kebingungan.
In two months, you replaced us
(dalam dua bulan kamu menggantikan kita)
Like it was easy
(Sepertinya ini semua mudah)
Made me think I deserved it
__ADS_1
(Membuatku berpikir aku pantas mendapatkannya)
In the think of healing, yeah
(Sementara aku berpikir untuk penyembuhanku)
And now the chapter is closed and done
(Dan sekarang bagian itu sudah tertutup dan berakhir)
To love, love, yeah
(Untuk mencintai, mencintai)
To love, yeah
(Untuk mencintai)
And now it's goodbye, it's goodbye for us
(Dan sekarang ucapkan selamat tinggal, selamat tinggal untuk kita)
Rea baru terdiam saat mobil Elang memasuki parkiran sebuah club malam. Gadis itu memandang heran kakaknya.
"Mau apa kita ke sini?" tanyanya seperti orang bodoh.
"Mau apa lagi? dugem lah," jawab Elang santai.
Mereka masuk ke dalam, Elang membiarkan adiknya melepas lara hatinya dengan minum-minum dan berjoget di lantai dansa, Ia hanya mengawasi Rea dari tempatnya duduk. Laki-laki itu benar-benar melakukan ide yang diberikan istrinya, membuat Rea mabuk dan jujur dengan apa yang ia rasakan.
Elang mengambil ponsel di dalam kantong bajunya, mengirimkan pesan kepada Arkan, meminta laki-laki itu untuk datang ke club menemuinya dengan alasan ada hal yang penting untuk di sampaikan tentang Rea.
_
_
_
_
_
_
__ADS_1
_
like sama Komen yang banyak ya 😂 Na double up lho