Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit
Rekan : Bab 9


__ADS_3

Sudah hampir jam setengah dua pagi saat mereka sampai kembali ke apertemen Rea, mau tidak mau Rea meminta Arkan menginap melihat calon suaminya yang sepertinya sudah lelah sekali, lagipula ini hari minggu.


Mereka sudah berbaring diatas kasur saling menatap satu sama lain.


"Tidurlah!" Rea menutup mata Arkan dengan telapak tangannya.


"Besok aku akan ikut pulang kerumahmu, aku kangen sama masakan tante Laras," gadis itu memindahkan tanggannya ke pinggang kekasihnya.


Arkan hanya menganggukan kepala, matanya sudah meminta untuk dipejamkan. Rea masih tidak bisa tidur, kemudian membuka HPnya, ternyata ada sebuah pesan disana.


"Apa kamu sudah tidur Re, bagiamana kabarmu?"


Rea membelalakkan matanya, tidak percaya akan pesan yang dia dapat beberapa jam yang lalu, mungkin saat pesan itu dikirm disana baru pukul satu siang, dia pun membalas


"Aku baik-baik saja, bagaimana kabarmu?


Rea hampir meletakkan HPnya, karena pesan itu sudah berjam-jam yang lalu, pasti yang mengirim tidak akan cepat membalas pikirnya, tapi dia salah, notifikasi pesan di HPnya berbunyi sebelum HP itu menyentuh nakas.


"Baik, aku dengar kamu akan segera menikah?"


"Iya, 8 bulan lagi"


"Arkan?"


"Iya"


"Baguslah, aku ikut bahagia"


"Pulanglah ! "


"Jangan bilang kamu memintaku pulang karena merindukanku?"


"Tentu saja, aku akan menghajarmu saat bertemu"


"Kalau begitu aku tidak akan datang, kamu menakutkan"


"Aku dan Arkan pasti akan sangat bahagia jika kamu bisa datang untuk memberi kami restu**"


"Tidurlah, disana pasti sudah hampir jam dua pagi**"


Rea tidak membalas lagi pesan dari kakak yang pernah disukainya itu, yang pernah menerima kata cinta darinya, bahkan Arkan tidak pernah mendengar ucapan itu dari mulut Rea. Tapi bagi Rea sekarang Arkan adalah dunianya, dia ingin hidup bahagia dengan laki-laki yang sangat mencintainya itu.


*****


Arkan membuka mata, Rea sudah tidak ada dikamar, melirik jam, sudah jam 8 pagi, Rea ternyata sibuk menata meja makannya yang nyaris tidak pernah dia gunakan untuk makan. Arkan mendekat melihat Rea sudah mandi dan rapi.


"Cuci mukamu sana!, habis itu makan, baru pulang."

__ADS_1


"Bukannya kamu bilang ga bisa masak?"


"Aku pesan lewat aplikasi pesan antar makanan."


"Sekarang sudah punya aplikasinya ya? aku pikir Nona Rea tidak akan pernah membutuhkannya"


Arkan sudah memeluk Rea yang sibuk menuangkan air kedalam gelas.


"Kamu benar-benar ga pengen aku liat muka bantalmu ya? sampai jam segini sudah mandi padahal ini hari minggu, paling kalau libur mandimu jam 12 siang ya kan?," ledek Arkan


"Aku kan mau menemui calon mertuaku, masa ga mandi, sudah cepat sana!"


Akhirnya Arkan pergi ke kamar mandi, hanya mencuci mukanya kemudian makan bersama kekasihnya.


"Mau aku bantu cuci piring?"tanya Arkan


"Ga usah, tiap hari minggu ada orang dari rumah ayah yang aku minta bersih-bersih kesini, ayo kita pergi!"


Mereka keluar dari apartemen Rea, menuju kediaman Arkan, gadis itu mengajak mampir membeli buah untuk dibawa kerumah calon mertuanya.


*****


Sesampainya disana Arkan melihat pekerja rumah tangganya sedang sibuk membersihkan taman, mamanya juga terlihat memakai sarung tangan karet sedang merapikan bunga-bunga kesayangannya.


"Tante Laras"


"Hei...tangan tante kotor Re" Laras menjauhkan tangannya, takut  mengotori baju Rea yang berwarna krem.


Laras menatap kearah anaknya, matanya memandang curiga.


"Bocah nakal, kamu pasti nginep ditempat Rea lagi kan?"


Arkan tau apa yang dipikirkan mamanya, dia hanya tersenyum.


"Masuklah dulu bersama Arkan, tante selesain ngurus tanaman tante dulu, nanti tante susul," perintah Laras ke Rea.


"Papa sama Aryan kemana?" tanya Arkan


"Mereka pergi main tenis sama teman papa" sahut Laras sambil masih sibuk merapikan tanaman.


Rea dan Arkan sudah masuk kedalam rumah, Arkan naik ke kamarnya untuk mandi, Rea menunggu diruang makan, duduk sambil membuka HPnya melihat pesan yang dikirim Elang semalam dan berfikir haruskah dia tunjukkan pesan itu kepada Arkan, Laras keluar lewat pintu belakang, mengejutkan Rea dari pikirannya.


"Mau minum ga Re, apa kamu sudah makan?" tanya calon mama mertuanya.


"Sudah tante , aku tadi udah makan" Rea berjalan mengikuti wanita itu ke dapur sambil membawa buah yang dia beli untuk dicuci.


Laras terlihat seperti sedang akan membuat  jus jambu ,Rea membuka kran air mulai mencuci buah yang dia bawa.

__ADS_1


"Kamu tau kan Arkan suka banget sama jus jambu merah?"


Rea hanya mengaggukkan kepala, masih sibuk mencuci buah.


"Kamu tau makanan apa yang dia suka?" tanya Laras menyelidik ingin mengetahui seberapa perhatiannya calon mantunya itu ke anaknya.


"Arkan tidak suka pilih-pilih makanan, dia bisa makan apa aja asal bukan udang, dia suka semua masakan tante, apalagi nasi uduk bikinan tante " jawab Rea sambil mengibas-ngibaskan tangannya setelah selesai mencuci buah.


"Kalau bikin jus jambu buat Arkan takarannya kayak gimana tante?" tanya Rea sambil mendekat


Laras tersenyum, dalam hatinya dia benar-benar bahagia, karena selama ini yang dia tau anaknya lah yang sangat tergila-gila pada gadis disampingnya ini, tidak begitu tau bagaimana perasaan gadis itu keanaknya, kemudian Laras mengajari Rea bagaimana cara memilih buah jambu yang bagus dan membuatnya menjadi jus yang disukai anaknya.


Mereka keluar dari dapur, Laras membawa 3 buah jus diatas nampan, Rea membawa buah yang sudah dia cuci tadi, Arkan turun dari tangga, kemudian memeluk mamanya dari belakang yang sedang meletakkan gelas ke meja.


"Ma, ada yang pengen aku omongin sama mama dan papa, tapi karena papa masih diluar aku mau ngomong sama mama dulu"


Rea yang balik kedapur untuk mengambil piring dan pisau melihat Arkan sedang memeluk mamanya, berjalan mendekat, lalu duduk dikursi makan, mengambil buah dan mulai mengupasnya.


"Mau ngomong apa?" tanya Laras


"Aku mau lamaran sama pernikahan kami diajukan ma," ucap Arkan


Rea berhenti mengupas buahnya , memandang sejenak ke arah Arkan dan wanita didepannya bergantian, lalu melanjutkan mengupas buah lagi.


"Kenapa tiba-tiba ingin diajukan? bukankah kemarin kita udah sepakat, apa kamu...?" tanya Laras sambil melihat ke arah calon menantunya


"Hey..bukan karena itu ma" jawab Arkan


Rea masih sibuk dengan buahnya, kemudian memotong beberapa dan menyuapkannya kemulut Arkan.


"Kalian ya, mama kan udah bilang, berapa kali coba kalian sudah tidur bersama?" tanya tante Laras


Arkan mengelurkan buah dimulutnya yang belum dia kunyah, ingin menjawab pertanyaan mamanya, tapi gadis didepan mamanya sudah menjawab duluan.


"Tiga kali," jawab Rea enteng seperti tanpa dosa.


Arkan dan mamanya sama-sama terkejut, mereka membelalak kan matanya.


"Kenapa? kita kan memang sudah tiga kali tidur bersama" jawab gadis itu dengan polosnya menatap ke arah Arkan


"Arkaaaaannnnnn..." Laras sudah melotot ke arah anaknya


"Bukan gitu mah maksudnya, dan kamu lagi bukan itu maksud mama Re, kamu tau kan? bahkan sekali aja belum" Arkan tertawa geli sendiri.


Rea kemudia berfikir " oh itu.. owalahhhhh....." gadis itu baru paham maksud calon mertuanya.


"Nah....ituuuu " timpal Arkan

__ADS_1


Wanita itu sudah dibuat bingung dari tadi dengan tingkah anak dan calon menantunya, sudah melipat tangannya didepan dadanya, bersiap untuk memarahi mereka.


__ADS_2